10 Tips Belajar Menulis Anak TK [Huruf & Kata] Agar Mahir

Bagaimana cara belajar menulis anak TK agar cepat bisa dalam waktu yang lebih singkat? Karena seperti yang kita tahu, mengajari anak kecil lebih sulit ketimbang orang dewasa.

Agar anak kecil khususnya yang duduk di bangku TK cepat bisa menulis, maka perlu menggunakan metode belajar yang tepat.

Berikut ini adalah beberapa metode belajar menulis anak TK yang tepat agar cepat bisa dan cepat mahir.

Kapan Waktu yang Tepat Mengajar Anak TK Menulis?

Bukan rahasia lagi bahwa menulis merupakan proses yang kompleks bagi anak-anak. Dalam kegiatan yang terlihat sederhana bagi orang dewasa ini, si kecil setidaknya harus memiliki beberapa kemampuan, seperti:

  • Motorik halus, seperti menggunakan pensil atau pena
  • Memahami bahwa huruf bisa dirangkai sehingga membentuk kata yang bermakna
  • Skill organisasi huruf
  • Mengenali kosakata dan pengucapannya
  • Mengingat hal yang dipelajari.

Karena kerumitan tersebut, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menilai usia ideal untuk anak belajar menulis adalah 6 tahun.

Pada saat ini, kemampuan motorik halus anak, seperti memegang pensil atau pena, sehingga tulisannya pun sudah lebih teratur dan bisa dibaca.

Meski demikian, IDAI tidak menampik bahwa anak sudah mulai bisa diajarkan untuk menulis beberapa lebih awal bila ia menunjukkan ketertarikan.

Di usia pre-reading skill (4-5 tahun), ada juga anak yang sudah nyaman menggunakan alat tulis sehingga dapat mulai diberikan permainan mencari jalan atau menghubungkan titik-titik untuk membentuk huruf dan angka.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Child Development bahkan memiliki pandangan yang lebih ekstrem. Dalam jurnal tersebut diungkapkan bahwa anak-anak dinilai sudah bisa diajarkan menulis sejak usianya menginjak 3 tahun.

Klaim ini didapat berdasarkan fakta penelitian bahwa sebetulnya anak-anak memiliki sifat alamiah untuk terlebih dahulu bisa belajar memaknai angka atau huruf yang tertulis dibanding didengarnya.

Hasil penelitian tersebut bertolak belakang dengan anggapan sebelumnya yang mengatakan bahwa anak-anak akan terlebih dahulu belajar dengan mendengarkan, melihat (membaca), baru menulis.

Baca juga: 11 Aplikasi Menulis Buku di Android

10 Cara Belajar Menulis Anak TK

Berikut beberapa tips belajar menulis untuk anak TK. Di antarnya:

1. Bermain play dough

Persiapan menulis pertama untuk anak usia TK adalah bermain permainan Play dough atau plastisin. Anak di ajarkan membentuk, mengepal, meremas dan lain sebagainya.

Agar motorik halus anak terlatih dan lentur saat mulai memegang pensil. Tidak hanya itu bunda bisa menggunakan permainan mencap, dan mewarnai dengan tehnik pinger painting atau memungut biji-biji kecil dll.

2. Ciptakan Tempat Yang Nyaman

Kita ketahui bahwa anak TK merupakan anak yang sering mudah bosan dan mood moodan jika di ajak untuk belajar. Beda halnya jika suasananya sangat nyaman anak akan betah berlama-lama di ruangan yang nyaman seperti adanya meja dan kursi dan permainan lainnya.

3. Suasana Yang Nyaman

Selain tempatnya yang nyaman suasana pun akan mempengaruhi suasana hati anak. Makanya di TK selalu ada nyanyian juga gerak dan lagu sebelum memulai pelajaran itu berfungsi mengubah suasana hati anak agar riang dan siap menerima pelajaran yang akan di sampaikan.

4. Latih Anak Untuk Memegang Pensil

Setelah kita latihan menggenggam, meremas, mengepal dan menjumput. Kita mulai mengajarkan anak untuk mulai memegang pensil. Arahkan anak untuk memegang pensil seperti yang telah kita contohkan.

Dan biarkan anak untuk mencoret beberapa kertas secara acak. Biarkan dia merasa nyaman memegang pensil dan mulai menulis sesuatu sesuai keinginannya sendiri.

5. Metode Trace The Dot

Setelah puas mencoret coret dengan keinginan mereka kita bisa melanjutkan tips menulis berikutnya yaitu menggunakan metode Trace The Dot.

Yaitu pola titik-titik terputus. Pola awal yang bisa anda buat seperti vertikal, horizontal, miring kanan, miring kiri, lingkaran, dan sebagainya.

6. Menebalkan Huruf

Selanjutnya jika tahap diatas telah anda coba maka berikutnya anda mulai bisa menebalkan huruf, anda bisa mulai menulis huruf putus-putus dengan berbagai alfabet atau angka.

Di awal coba huruf yang besar besar misal kapital A ukuran besar dengan garis putus lalu anak mulai menebalkan. Setelah mulai bisa dengan huruf yang besar-besar kita bisa kecilkan ukuran putus-putusnya menjadi A kecil sebesar garis buku.

7. Menulis Huruf Tunggal

Selanjunya setelah anak tersebut bisa menebalkan baik dengan huruf alfabet yang ukurannya besar ataupun ukurannya kecil. Selanjutnya kita bisa mengajari anak menulis huruf tunggal tanpa garis putus putus.

Anda bisa mencoba mulai dengan huruf vokal di papan tulis atau di buku kerjanya. Ajak anak untuk mengikuti langkah langkah membuat huruf seperti kita.

Hindari memegang tangan anak dalam menulis kerana jika di pegang anak jadi tidak mandiri. Usahakan biarpun jelek itu hasil dari kerja kerasnya kita hanya membimbingnya saja.

Baca juga: Cara Menulis di Wikipedia

8. Menulis Dengan Berbagai Media

Menulis bagi anak TK bukan hanya menggunakan pensil. Kita bisa menggunakan warna dengan berbagai media. kita biarkan anak untuk mencintai huruf-huruf tanpa paksaan.

Misal dengan metode pinger painting anak menulis huruf menggunakan tangan secara langsung, metode menulis terbang menulis dengan white bor di papan tulis. Menulis dengan batu di tanah dan banyak lagi hal yang menyenangkan lainnya.

9. Menulis Dengan Suku Kata

Tahap berikutnya setelah di kira anak mampu untuk ke tahap selanjutnya yaitu mulai mencoba menulis dengan suku kata seperti bo la, ka ki, li ma, gi gi dan lain sebagainya.

10. Sabar Dan Terus Dampingi

Dan yang terakhir tips dari saya adalah harus sabar. Anak usia dini atau TK adalah anak yang unik. Masa konsentrasinya pendek, dan moodnya mudah berubah, mudah bosan.

Jadi kunci kita menghadapinya adalah sabar dan terus dampingi anak-anak kita agar kemampuan motorik halusnya terus berkembang.

Penutup Kata

Metode belajar menulis anak TK ini berhasil digunakan pada beberapa anak. Mungkin pada beberapa anak metode ini tidak dapat bekerja dengan baik.

Jika terjadi demikian jangan dipaksakan, cari metode lain yang disukai anak tersebut. Karena beda anak beda pula kadang metode yang digunakannya.

Tinggalkan komentar