Contoh Novel Kisah Sendiri Sederhana, Lengkap & Rinci

Sebelumnya saya pernah menulis tentang cara menulis buku tentang kisah hidup sendiri yang menarik. Nah sekarang akan saya tuliskan beberapa contoh novel kisah sendiri yang paling menarik.

Namun saya hanya akan tuliskan secara singkat saja YA. Ini hanya contoh, kamu tentu harus membuatnya sesuai dengan versi kamu yang lebih panjang.

Saya hanya akan berikan contoh dalam bentuk yang lebih sederhana. Jika terlalu panjang, kamu tentu akan bosan membacanya di sini.

Buat kamu yang belum tahu cara membuat novel, silakan kamu baca panduan menulis novel bagi pemula dulu ya.

Daftar Contoh Novel Kisah Sendiri

Beberapa contoh novel kisah sendiri ini saya tuliskan dalam bentuk sederhana, mungkin lebih tepatnya disebut cerpen sih. Namun jika ini dikembangkan bisa jadi sebuah novel.

Alasan sederhana saya kenapa dibuat layaknya novel, karena ini blog tidak akan muat terlalu panjang teks. Selain itu, kamu juga pasti pusing bacanya.

Saya buat contohnya salam bentuk yang sederhana saja agar kamu bisa paham bentuk novel sendiri itu seperti apa baik secara format penulisan ataupun bagian penting yang perlu ditulis dalam novel kisah sendiri.

1. Contoh Novel 1

25 Maret 1999 adalah hari kelahiranku di kota kecil Garut. Sebuah rumah sederhana jadi tempat kelahiranku sat itu. Namun saat ini, aku tinggal di kota Bandung dan menjadi mahasiswa di salah satu universitas ternama di kota ini.

Aku punya hobi yang menarik, membuat desain konstruksi dan karikatur. Seperti kebanyakan orang-orang pecinta seni lukis dan grafis, hobiku ya menggambar. Dinding kamar rumahku bahkan tak luput dari hobi seniku itu. Secara kebetulan, hobiku didukung oleh jurusan kuliahku di kampus ini jadi ya makin pas saja rasanya.

Rumah masa kecilku ada di bawah kaki gunung, tidak heran jika musim penghujan longsor itu di mana-mana. Bahkan pernah bagian belakang rumahku tertimbun longsor karena daerah rumah yang landai. Tidak jarang, ketika musim hujan kita satu kampung mencari tempat pengungsian, karena kampungku berada di tempat rawan bencana.

Tidak ada pilihan lain bagiku dan keluarga untuk pindah, karena hanya itulah satu-satunya tanah yang kita punya. Dari pihak pemerintah pun belum ada tindakan serius akan hal ini. Kita masih melakukan inisiatif sendiri saja.

Salah satu alasanku masuk di kampus ini dengan jurusan ini adalah untuk memperbaiki konstruksi bangunan rumahku dan warga sekitar agar punya rumah layak huni dan tahan bencana alam seperti longsor salah satunya.

Di kampus aku kerja sama dengan beberapa anak kampus, baik yang satu angkatan ataupun kakak tingkatku. Kamu melakukan beberapa kali kunjungan ke kampungku untuk melakukan perbaikan di beberapa rumah untuk bantu mereka membuat desain rumah yang tahan guncangan dan kuat dari bencana alam.

Saat ini project nya masih berjalan, dan aku jadi bagian penting dari project ini. Semoga semua berjalan lancar dan aku bisa bawa kampungku ke tempat yang lebih baik.

Baca Juga: Cara Menulis Buku Tentang Kisah Hidup

2. Contoh Novel 2

Aku adalah Rimawan, saat ini berusia 21 tahun  dan menjadi mahasiswa di salah satu universitas kota Bandung. Hidupku terbiasa susah dan mandiri sejak kecil. Aku berasal dari keluarga buruh tani, keluargaku bukan pemilik lahan tani, ayah dan ibuku hanya bekerja di ladang orang.

Terkadang sehari makan besoknya puasa, begitulah kehidupanku. Namun demikian, aku tidak pernah mengeluh sedikit pun, orang tuaku mengajarkan bahwa setiap keadaan sudah ada takdirnya dari Allah, dan kita diharuskan menjalani keadaan hidup yang seperti ini.

Sejak di Sekolah Dasar (SD) aku diajarkan bagaimana cara bertahan hidup, belajar mandiri hingga cari uang jajan sendiri. Di SD aku di ajarkan cari uang jajan dengan cara jualan gorengan dan es serut. Hal inilah yang membuatku mandiri hingga sekarang.

Baca Juga: Cara Menulis Biografi Seorang Tokoh

Di kampus aku tergabung ke dalam kelompok mahasiswa kreatif. Di mana kelompok ini membuat beberapa jenis kerajinan yang bernilai lalu kita jual. Produk ini kita ajarkan ke masyarakat luas untuk mulai usaha baru bagi mereka. Jenis usaha ini, kamu buat dari bahan-bahan sederhana yang sekiranya bisa didapatkan dengan modal yang kecil namun bernilai jual tinggi.

Setidaknya, program yang saya buat saat ini berhasil membantu 20 keluarga di desa saya. Project ini masih terus berjalan dan rencana kami akan terus dikembangkan ke berbagai wilayah di desa-desa terpencil agar bisa bantu perekonomian mereka.

3. Contoh Novel 3

Ruli adalah namaku, sebuah nama pemberian almarhum ayahku 20 tahun yang lalu. 10 tahun lalu tepatnya dia meninggalkan aku, ibu dan kedua adikku. Dulu aku bahagia banget saat ada bapak di sini. Cita-cita aku dulu ingin jadi dokter agar bisa bantu banyak orang sembuh dari penyakit.

Namun saat aku usia 10 tahun semua berubah. Bapak aku meninggal, keadaan pun 360 derajat berubah secara drastis. Dulu aku mau berangkat sekolah selalu di kasih uang jajan, sekarang tiap pergi sekolah sarapan pun jarang aku dapatkan.

Di kelas tidak jarang aku melamun karena kelaparan. Mulai hari itu, aku jadi salah satu tanggungan orang tuaku. Sepulang sekolah aku selalu bantu ibu berjualan bakso ikan keliling kampung. Kadang aku bawa keranjang dagangan berbeda dengan ibuku.

Baca Juga: Cara Menulis Cerita yang Menarik

Aku ke kampung seberang dan ibu di kampungku saja dengan bawa kedua adikku yang masih kecil. Panas dan haus jadi temanku setiap  hari. Tak jarang aku di usir dari rumah orang yang aku tawarin jualan ini.

Namun di hari Jumat itu, jadi salah satu hari yang tidak akan pernah aku lupakan. Tangis haruku saat ini benar-benar buat aku bahagia. Ada seorang ibu-ibu datang menghampiriku selepas Shalat Jumat. Bukan hanya membeli daganganku, tapi dia juga lah yang membawaku hingga saat ini.

Ibu Ifah namanya, dia adalah salah satu orang yang dulu pernah aku dan bapak aku tolong saat kecelakaan tabrak lari. Saat itu, aku ikut bersama bapak narik angkot. Bapakku ini seorang sopir angkot antar di kampungku.

Saat sepi penumpang, bapakku ngetem di pinggir jalah sebentar. Tiba-tiba muncullan ibu-ibu dari seberang jalan mau naik angkot bapak ku, bapak nampak senang sambil klakson s ibu untuk naik angkot. Naasnya, saat  si ibu mau menyeberang jalan, ada mobil yang menyerempet dia hingga terpental ke pinggir jalan dan membentur tiang listrik.

Mobil itu lari dan tidak mau tanggung jawab. Sepontan bapak langsung meminta warga sekitar membawa si ibu ke angkot dan membawanya ke rumah sakit. Saat itu si ibu di bawa ke ruang ICU dan harus dilakukan operasi karena terjadi pendarahan yang mau masuk ke otaknya.

Dengan beraninya, bapakku menanggung semua biaya pengobatan si ibu. Padahal aku tahu, itu adalah uang setoran bapak untuk angkot dan juga uang makan di rumah. Namun bapak dengan tegas bilang, gak papa anak, nanti juga buat kita ada rezekinya. Setelah proses operasi selesai, datanglah keluarganya dan kami pun pergi.

Baca Juga: Panduan Menulis Novel Bagi Pemula

Tidak lama dari kejadian itu, 1 minggu kemudian bapakku meninggal karena serangan jantung. Dari saat itulah aku jalani kehidupannya sebagai seorang anak yang jadi tanggungan ekonomi keluarga. Sampai saat 2 tahun kemudian, aku dipertemukan lagi dengan bu Ifah di mesjid itu.

Kini dia yang membiayai semua biaya sekolahku hingga saat ini aku masuk ke perguruan tinggi. Ibu dan adikku di rumah pun ditanggungnya. Kita dibelikan rumah dan modal usaha. Alhamdulillah, aku sudah keluargaku bisa hidup normal kembali.

Penutup

Nah itulah beberapa contoh novel kisah sendiri yang sederhana dan singkat sekali. Kamu bisa membuat cerita kisah hidup kamu sendiri sesuai dengan gaya penulisan kamu.

Jangan lupa, tulis semuanya dengan kemampuan terbaik kamu. 3 contoh cerita di atas semoga bisa jadi sumber referensi bermanfaat.

Tinggalkan komentar