Contoh Footnote dari Jurnal Beserta Penjelasannya

Gambar dibuat dengan Canva Pro (Premium)

Penting sekali mencatutkan footnote didalam karya ilmiah yang kamu buat, dengan tujuan mempermudah pembaca untuk mengenal istilah dari kata yang memiliki makna atau arti dari karya yang telah kamu buat. Dengan dibuatnya catatan kaki.

Namun dalam pembahasan artikel kali ini media Mustakim akan fokus membahas contoh footnote dari jurnal. dengan penjelasan lain yang relevan terhadap judul yang kami buat. Untuk itu silahkan kamu baca materi-nya agar kamu memahami bahasan yang kami buat.

Pengertian Footnote

Sudah pahamkan apa yang dimaksud dengan footnote? Nah, agar kamu tidak bingung maka pembahasan awal yang kamu bahas mengenai arti dari footnote. Materi-nya kami ambil dari sumber – sumber artikel yang terpercaya.

Diambil dari halaman artikel.rumah123.com ia menjelaskan menurut KBBI, footnote adalah catatan kaki atau keterangan yang dicantumkan didalam margin bawah halaman buku untuk menambahkan rujukan uraian dari naskah pokok.

Dan teknis penulisan catatan kaki atau footnote menurut teknik menulis karya ilmiah berbasis aplikasi dan metodologi buatan hermawan, footnote biasanya ditulis dengan menggunakan huruf yang lebih kecil dibandingkan dengan teks utama pada halaman.

Unsur – Unsur Footnote

Untuk kamu yang akan membuat footnote tentunya kamu harus memahami unsur – unsur dalam membuat sebuah footnote. Dan untuk membuat footnote berikut ini yang harus kamu perhatikan;

1. Nama Pengarang atau Penulis

Yang pertama yang harus kamu perhatikan adalah nama pengarang atau penulis. Dan perlu kamu ketahui bahwa pengarang atau penulis yang memiliki gelar di dalam footnote gelar tersebut tidak harus dicantumkan atau cukup dengan nama pengarang atau penulis nya saja.

2. Judul Tulisan

Dalam penulisan judul footnote tentunya kamu harus memacu pada kaidah PUEBI. Agar dalam penulisannya tidak salah dan mengikuti aturan yang berlaku untuk membuat catatan kaki atau footnote.

3. Tahun Terbit

Yang harus kamu tulis juga tahun terbit kutipan yang kamu tulis di catatan kami yang kamu buat. dimana tahun terbit yang merujuk pada karya ilmiah yang telah kamu kutip kalimatnya.

4. Nomor Halaman Kuripan

Unsur yang terakhir pada pembuatan catatan kaki adalah nomor halaman dari kutipan yang digunakan. Selain itu, penulisan halaman ini, bisa juga disingkat menjadi hal yang kemudian diikuti dengan momor halaman.

Dengan adanya nomor halaman ini, maka pembaca menjadi lebih mudah mencari sumber rujukan yang digunakan.

Contoh Footnote dari Jurnal

Setelah kamu mempelajari unsur dalam penulisan footnote, maka tentunya kamu akan sedikit memahami tentang penulisan yang benar di footnote. Namun jika kamu masih merasa bingung bagaimana cara nya, berikut ini contoh penulisan footnote dari jurnal.

Namun sebelumnya perlu kamu pahami dalam penulisan footnote dari ditulis dengan nomor kutipan penulis Nama Pengarang, Judul artikel (dengan menggunakan huruf miring), volume, nama jurnal, tahun terbitan, nomor halaman.

1. Contoh Footnote dari Jurnal Tanpa Volume

Berikut ini contoh footnote yang di ambil dari halaman ridwaninstitute.co.id

image 20

2. Contoh Footnote dari Jurnal Tanpa Bulan

Yang kedua cara penulisan atau contoh footnote yang di ambil dari halaman yang sama, dengan contoh penulisan dari jurnal tanpa menggunakan bulan. Dan berikut ini contoh penulisannya.

image 21

3. Contoh Footnote dari Jurnal Dua Penulis

yang terakhir adalah contoh penulisan artikel untuk 2 penulis. dan untuk contoh penulisannya adalah sebagai berikut ini.

image 22

Jika di perhatikan cara penulisan footnote atau catatan kaki memang hampir sama dengan membuat daftar isi. Hanya saja penempatan penyimpanan pada halaman yang berbeda. yaitu diletakkan pada bagian bawah halaman, dengan ukuran huruf yang sangat kecil.

Tujuan Membuat Footnote

Bukan tanpa alasan membuat footnote di dalam halaman karya ilmiah. Selain karena aturan yang berlaku dalam pembuatan karya ilmiah, namun juga tujuan dari membuat footnote adalah sebagai berikut in;

1. Menyampaikan Keterangan Tambahan

Dengan dibuatnya catatan kaki ini bertujuan untuk menyampaikan keterangan tambahan, dalam hal ini, dapat dikatakan bahwa dengan adanya catatan kaki, maka dapat memperjelas maksud atau jawaban dari topik permasalahan pada karya ilmiah.

2. Memperkuat Data Karya Ilmiah

Karya ilmiah yang dibuat tentunya harus bersifat detail, kompleks dan tajam. Nah, tercapainya semua itu tentunya karena menggunakan sumber data yang valid yaitu diikuti dengan membuat footnote.

3. Sebagai Pembuktian Data

Karya ilmiah yang bagus tentunya memiliki pengambilan bukti data yang kuat. Karena dalam penulisan karya ilmiah akan banyak sumber yang digunakan untuk melengkapi hasil karya yang sempurna. Untuk itu penting sekali menautkan pembuktian data.

4. Sebagai Bahan Rujukan

Dengan adanya footnote yaitu sebagai bahan rujukan. Dan dengan demikian membuat karya ilmiah semakin kuat. Dan supaya pembaca mudah mencari sumber rujukan yang digunakan maka penulis memakai catatan kaki/ footnote.

5. Sebagai Bentuk Apresiasi Pengarang

Yang terakhir sebagai bentuk apresiasi terhadap penulisan yang dibuat oleh penulis atau pengarang. Dan tentunya apresiasi tersebut di tulis dengan adanya footnote.

Kesimpulan

Itulah penjelasan mengenai contoh footnote dari jurnal. Dan dari pembahasan yang telah media Mustakim uraikan dapat di tarik kesimpulan bahwa;

1. Footnote adalah catatan kaki, atau keterangan yang di tulis di bagian halaman bawah dengan ukuran huruf sangat kecil sekaligus sebagai rujukan.

2. Terdapat tiga contoh dalam penulisan footnote dari jurnal;

  • Contoh penulisan footnote dari jurnal tanpa Volume
  • Contoh penulisan footnote dari jurnal tanpa bulan
  • Contoh penulisan footnote dari jurnal dua penulis

3. Tujuan Membuat Footnote

  • Menyampaikan Keterangan Tambahan
  • Memperkuat Data Karya Ilmiah
  • Sebagai Pembuktian Data
  • Sebagai Bahan Rujukan
  • Sebagai Bentuk Apresiasi Pengarang

Semoga penjelasan yang kami sampaikan bermanfaat untuk kamu semua dan akhir kata kami ucapkan terimakasih.

Artikel Menarik Lainnya: