Format Proposal yang Tepat Adalah

Format proposal yang tepat adalah dapat menunjang pengetahuan kita saat membuat rencana kegiatan maupun karya ilmiah. Tentunya proposal harus memiliki format yang tepat, jelas dan detail agar mendapatkan persetujuan.

Bagi kamu yang penasaran bagaimana format yang tepat dan juga benar kamu bisa simak artikel ini sampai selesai tim Mustakim Media akan menjelaskan secara lengkap di sini.

Format Proposal yang Tepat

Format proposal yang tepat adalah format penulisan proposal yang sesuai dengan sistematika penulisan yang seharusnya. Dan tentunya di penulisannya di sesuaikan pada tahap kegiatan yang ingin di laksanakan.

Proposal penelitian dengan proposal kegiatan tentunya memiliki sistematika penulisan yang berbeda. Meskipun demikian ada beberapa poin yang dibedakan. Dan agar tidak bingung pada artikel ini akan kami jelaskan format proposal yang tepat secara umum.

1. Latar Belakang

Pada bagian latar belakang penulis harus bisa menguraikan alasan yang melatarbelakangi pentingnya dilaksanakan suatu kegiatan atau penelitian.

Dan contohnya, jika kegiatan yang dilaksanakan adalah kegiatan yang meningkatkan kesehatan masyarakat maka kamu sebagai penulis dapat menguraikan tentang merebaknya suatu penyakit.

Dan sebagainya atau tentang pentingnya kebersihan lingkungan.

2. Masalah dan Tujuan

Selanjutnya kamu juga bisa merincikan masalah dan tujuan kegiatan secara spesifik. Dan perincian tersebut harud di sampaikan dengan rasional dan persuasif agar pembaca tertarik terhadap kegiatan yang akan dilakukan.

3. Ruang Lingkup Kegiatan

Pada bagian ini, berisi batasan penelitian atau kegiatan agar pembahasan lebih rinci dan jelas ruang lingkup kegiatan dalam proposal merincikan batas-batas pokok permasalahan seperti sasaran peserta yang memperoleh manfaat, wilayah dan lainnya.

4. Kerangka Teoritis dan Hipotesis

Kemudian pada bagian ini, kamu juga harus mengemukakan telaah terhadap teori atau hasil penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan masalah yang dirumuskan.

Telaah dapat berupa perbandingan, pengontrasan dan peletakan teori-teori pada masalah yang akan diteliti.

5. Metode

Pada bagian ini, dikemukakan metode dan tehnik yang akan digunakan dalam penelitian. Metode yang dapat digunakan antara lain, metode historis, deskriptif dan eksperimen.

Sementara itu, tehnik pengumpulan data yang dapat digunakan antara lain tehnik wawancara, angket, observasi, atau studi pustaka. Selanjutnya, kamu sebagai penulis menjelaskan rencana pengolahan data yang diperlukan di bagian ini.

6. Pelaksana Kegiatan

Pada bagian ini, berisi susunan kepanitiaan yang terlibat dalam kegiatan atau penelitian. Pelaksana kegiatan ditulis secara rinci yakni mencantumkan nama dan divisi kepanitiaan.

7. Fasilitas

Kemudian di bagian ini, penulis perlu menggambarkan fasilitas yang dimiliki yang akan digunakan saat melaksanakan kegiatan. Melalui perincian ini dapat diharapkan dapat menekan biaya sehingga kalkukasi biaya diajukan.

Menjadi lebih hemat. Hal ini dimaksudkan agar para donatur panitia kegiatan didasarkan pada pertimbangan yang matang.

8. Keuntungan dan Kerugian

Di bagian ini penulis memaparkan keuntungan dan kerugian dalam melaksanakan kegiatan. Dan hal ini dikeluarkan untuk meyakinkan pembaca proposal bahwa biaya yang dikeluarkan akan digunakan sesuai rencana dan tidak akan sia-sia.

Keuntungan yang diperoleh bersifat keuntungan yang langsung diharapkan, keuntungan sampingan, penghematan dan lain sebagainya.

9. Lama Waktu

Kemudian akan dijelaskan juga terkait waktu pekerjaan sebuah kegiatan atau penelitian jika pekerjaan terdiri atas tahap-tahap pekerjaan, maka tahap-tahap tersebut juga harus dirincikan.

10. Pembiayaan

Di bagian ini merupakan salah satu struktur yang cukup krusial. Perencanaan biaya dalam proposal harus di sampaikan secara transparan dan tanggung jawab hal ini agar para pembaca yakin terhadap kegiatan yang akan dilaksanakan.

Dan sebaiknya dijelaskan secara lengkap di satu bagian perincian tersendiri agar dapat dipahami dengan mudah.

Jenis-Jenis Proposal

Jadi, setelah mengetahui format proposal yang tepat adalah sesuai dengan format di atas maka selanjutnya mari  kita bahas jenis-jenis proposal berikut rinciannya;

1. Jenis Proposal Berdasarkan Tujuan

Jenis-jenis proposal berdasarkan tujuan terbagi menjadi 4 bagian berikut penjelasannya:

2. Proposal Penelitian

Yaitu proposal yang digunakan untuk mereka yang masih duduk di bangkus ekolah, SMA atau sekolah tinggi seperti mahasiswa dan disertai tesis, skripsi dan lainnya.

3. Proposal Proyek

Yaitu proposal yang dipakai biasnaya untuk kegiatan bisnis yang berisikan serangkaian rencana kegiatan pembangunan yang akan dilakukan.

4. Proposal Kegiatan

Merupakan satu proposal yang dibuat untuk sebuah kegiatan tertentu dan biasanya berisi kegiatan yang akan hendak dilakukan seorang atau kelompok.

5. Proposal Bisnis

Yaitu biasanya digunakan dalam kegiatan bisnis pribadi atau kelompok seperti proposal mendirkan usaha, proposal kerjasama dan lainnya.

6. Jenis Proposal Berdasarkan Format

Selian berdasarkan tujuan jenis proposal juga dapat dibedakan melalui formatnya dan berikut beberapa jenisnya.

8. Proposal Formal

Yaitu proposal jenis ini memiliki struktur yang baku dan harus ada di setiap proposal dan bahas baku.

9. Proposal Semi Formal

Yaitu strukturnya tidak lengkap dan tidak sebaku proposal formal. Meskipun begitu proposal ini masih menggunakan bahasa sedikit baku.

10. Proposal Informal

proposal non formal tidak baku maupun resmi, lantaran tidak adanya struktur resmi seperti memorandum atau surat saja.

Fungsi Proposal Secara Umum

Secara umum proposal ini memiliki fungsi dan tujuan yaitu untuk mendapatkan ijin atau persetujuan dari suatu pihak yang akan dilakukan. Selain itu, proposal juga sering dibuat untuk permohonan dana/sponsorship melalui kerja sama dengan pihak lain.

Akhir Kata

Demikian penjelasan mengenai format proposal yang tepat adalah memiliki struktur dan sistematika yang tepat dan lengkap.

Artikel Menarik Lainnya: