11 Jenis Drama Berdasarkan Cerita dan Percakapan

11 Jenis Drama Berdasarkan Cerita dan Percakapan

Drama dibedakan berdasarkan bentuk, cerita, hingga sarana penyajiannya. Lantas apa saja jenis drama berdasarkan cerita? Kenali pengertian drama, jenis drama, unsur, ciri-cirinya, hingga struktur drama.

Pengertian Drama Berdasarkan Ahli

Drama merupakan salah satu karya sastra yang mementaskan sebuah cerita. Sama seperti karya sastra novel maupun cerpen terdapat beberapa unsur dan jenisnya cukup banyak.

Sebelum mengenal jenis drama berdasarkan cerita, mari kenali pengertian drama menurut ahli.

1. Drama Menurut KBBI

Drama menurut KBBI merupakan gambaran kehidupan setiap watak yang dipentaskan. Dalam pementasan nya, drama didukung komposisi dialog antar tokoh, syair, bahkan didukung prosa.

2. Moulton

Drama merupakan pertunjukan karya seni yang melibatkan gerak setiap tokoh. Umumnya cerita yang dipentaskan merupakan cerminan dari setiap unsur kehidupan baik sikap maupun tingkah laku manusia.

Jenis Drama Berdasarkan Cerita

Berikut ini jenis drama berdasarkan cerita

1. Tragedi

Jenis drama berdasarkan cerita yang pertama adalah drama tragedi, umumnya bercerita tentang kesedihan. Contoh drama tragedi antara lain Romeo dan Juliet karya William Shakespeare.

2. Komedi

Drama komedi menceritakan suara yang riang gembira di dalamnya menyisipkan guyonan. Contoh drama komedi karya sastrawan Indonesia saat ini antara lain Ben Go Tun karya Saini KM.

Drama komedi sangat digemari penonton karena lelucon dan kelucuan selama pementasan berlangsung. Selain berisi komedi, drama komedi juga mengikuti unsur dan kaidah yang ter struktur.

3. Opera

Jenis drama berdasarkan cerita lainnya ada opera, dalam sebuah pementasan opera tak hanya menceritakan sebuah kisah tapi didukung musik. Setiap tokoh berperan sebagai sarana untuk mendukung suasana pada cerita.

4. Melodrama

Melodrama adalah drama yang diiringi melodi dan musik, drama ini berasal dari opera. Selain diiringi alat musik, setiap tokoh ikut bernyanyi dan menarik mengikuti alunan musik.

5. Farce

Jenis drama berdasarkan cerita berikutnya dikenal dengan farce yang juga dikenal dengan dagelan.

Umumnya, dagelan ini hampir sama dengan drama komedi yang ringan serta lucu. Cerita drama ini menuntut pemainnya untuk melakukan adegan lucu sesuai naskah.

6. Tablo

Tablo merupakan salah satu jenis drama menampilkan aspek gerak seperti tarian mengikuti naskah. Sepanjang pertunjukan, tokoh akan melakukan gerakan dengan banyak arti.

7. Sendratari

Sendratari merupakan jenis drama yang menggabungkan antara seri tari dan pementasan drama. Seri tari di dalam sendratari ini mengungkapkan ekspresi dan dialog melalui gerakan. Contoh sendratari yang populer adalah kisah ramayana.

Jenis Drama Berdasarkan Pecakapannya

Ada banyak jenis drama, selain jenis drama berdasarkan cerita ada juga berdasarkan kuantitas percakapannya.

1. Drama Pantonim

Jenis drama yang satu ini hanya mengandalkan gerak tubuh tanpa dialog.

2. Drama Mini Kata

Berikutnya adalah drama yang menggunakan sedikit kata. Kalau pantonim tidak menggunakan kata-kata dari awal hingga akhir, pada drama mini kata masih ada sedikit kata-kata.

Selain itu didukung juga dengan bunyi dari setiap tokoh, bunyi tersebut bisa kata atau hanya suara.

3. Monolog

Monolog merupakan jenis drama yang menampilkan cerita dari 1 tokoh. Tokoh tersebut yang terus bercerita atau berperan selama pementasan.

4. Dialog

Terakhir, drama yang menampilkan pementasan tokoh melibatkan dialog dan gerakan.

Unsur Dalam Drama

Naskah drama terdiri dari beragam unsur penting, berikut ini daftarnya:

1. Unsur Intrinsik

Unsur intrinsik dalam drama melibatkan beragam unsur yang ada di dalam drama itu sendiri. Simak daftar lengkapnya berikut ini.

1.1. Tokoh serta Penokohan

Di dalam drama pasti ada tokoh atau penokohan, tokoh sebagai karakter di dalam cerita. Sementara itu penokohan terdiri dari gambaran yang menceritakan mengenai tokoh tersebut.

1.2. Latar

Latar sering dikenal dengan setting dalam cerita, biasanya melibatkan aspek tempat, waktu, serta suasana yang digambarkan.

1.3. Alur

Sebuah drama memerlukan alur atau rangkaian kejadian di dalam cerita tersebut. Alur ini akan menunjukkan hukum sebab akibat dalam cerita. Umumnya, alur dijadikan patokan untuk memahami pola dan peristiwa.

1.4. Tema

Tema sendiri dipahami sebagai gagasan utama dalam sebuah drama. Unsur intrinsik yang satu ini sangat berkaitan dengan tokoh, penokohan, alur, serta latar cerita.

1.5. Amanat

Amanat adalah pesan atau makna yang ingin diungkapkan oleh penulis naskah drama. Setelah menyaksikan pementasan drama, penonton akan menyimpulkan sendiri amanat yang terkandung di dalam cerita.

2. Unsur Ekstrinsik

Kebalikan dari unsur intrinsik, ada juga unsur ekstrinsik karena berada di luar teks drama. Apa saja yang termasuk ke dalam unsur ekstrinsik dalam drama?

  • Biografi atau riwayat penulis naskah drama
  • Filsafat hidup penulis naskah drama
  • Unsur pendukung lainnya baik itu unsur sosial maupun budaya sebagai inspirasi dalam membuat naskah drama

Ciri-ciri Drama Secara Umum

Drama memiliki sejumlah ciri-ciri secara umum, berikut ini daftarnya:

  • Terdiri dari adegan dan dialog
  • Pementasan kurang dari 3 jam
  • Tidak ada pengulangan dalam 1 masa

Struktur dalam Drama

Drama tak hanya memiliki unsur dan ciri, tapi juga terdiri dari struktur berikut ini 5 struktur yang ada dalam drama.

1. Babak

Babak adalah peristiwa-peristiwa yang akan membuat drama jadi utuh. Babak juga dikenal dengan episode sama seperti dalam sinetron. Akan tetapi, durasi dalam babak lebih singkat berbeda dengan serial drama maupun sinetron.

2. Adegan

Sementara itu, adegan tentang peristiwa biasanya dapat dikenali dari perubahan tempat, waktu, serta tokoh. Contohnya, tokoh A bercakap-cakap dengan tokoh C lalu pindah latar tempat lalu bertemu dengan tokoh lain.

3. Dialog

Dialog adalah percakapan antar tokoh atau dialog dengan dirinya sendiri. Dalam pementasan, dialog sangat penting karena membuat pertunjukan jadi ada artinya.

4. Prolog

Prolog merupakan babak pembukaan dalam drama yang isinya mengenai gambaran terkait drama yang berlangsung.

5. Epilog

Epilog merupakan bagian penutup dalam drama atau kesimpulan yang telah dipentaskan dalam drama. Dalam struktur drama, epilog juga terdiri dari pesan maupun makna.

Kaidah Bahasa dalam Teks Drama

Sebelum dipentaskan, drama hanya berbentuk naskah hasil karya penulis. Di dalam teks naskah tersebut ada beberapa kaidah bahasa yang biasanya digunakan penulis.

  • Naskah hanya berisi dialog tanpa gambar
  • Umumnya sering ditandai dengan tanda petik
  • Di bagian prolog serta epilog banyak menggunakan sudut pandang orang ketiga misalnya dia, beliau, dan masih banyak lagi
  • Pada bagian dialog, drama akan menggunakan kata ganti orang pertama misalnya aku, saya, kita, kamu, dan kita
  • Dalam teks drama sering menggunakan kata kerja untuk menyatakan pikiran tokoh contohnya mengalami, menginginkan, mengharapkan, dan lain-lain
  • Untuk menyatakan peristiwa dalam drama, penulis juga menggunakan kata kerja seperti menghadap, menobatkan, menyingkirkan, dll
  • Drama juga sering menggunakan kata sifat untuk menggambarkan suasana, tempat, maupun tokoh seperti mengungkapkan tentang sifat gagah, bersih, dll

Akhir Kata

Ada beberapa jenis drama berdasarkan cerita maupun kuantitas percakapannya. Selain itu, drama merupakan karya sastra yang disusun dalam bentuk dialog kemudian dipentaskan dengan dukungan gerak tubuh setiap tokoh.

Artikel Menarik Lainnya: