Pengertian Plasma Nutfah, Contoh dan Cara Melestarikannya

Pengertian Plasma Nutfah, Contoh dan Cara Melestarikannya

Mari belajar dan memperbanyak ilmu pengetahuan terkait dengan pengertian plasma nutfah. Untuk sebagian orang, hal tersebut tentu saja akan nampak asing dan terdengar tidak familiar.

Namun tidak sedikit dari orang-orang yang salah dalam mengartikannya. Seperti mengartikannya sebagai keanekaragaman hayati, atau bahkan kumpulan spesies tanaman. Ternyata tidak demikian. Dan untuk lebih jelasnya lagi, simak penjelasan lengkap pada pembahasan selanjutnya.

Pengertian Plasma Nutfah

Ternyata Plasma Nutfah adalah bahan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, hewan atau bahkan jasad renik yang memiliki fungsi hingga kemampuan dalam mewariskan sebuah sifat.

Dengan kata lain, Plasma Nutfah merupakan salah satu bahan dasar yang dapat digunakan untuk merakit varietas unggul dan memiliki sifat seperti produktivitas tinggi. Sangat tahan terhadap hama, penyakit, bahkan memiliki mutu yang sesuai dengan selera dari masyarakat.

Masih kurang jelas?

Nah, kamu pun dapat mengartikan pengertian plasma nutfah sebagai kekayaan alam yang sangat berharga bagi berkembangnya ilmu pengetahuan serta teknologi. Untuk mendukung pembangunan nasional.

Biasanya bagian tumbuhan memiliki manfaat dalam pemuliaan tanaman, yakni benih atau bahkan kultur. Tujuannya untuk dapat mempelajari, mengelola, atau bahkan menggunakan informasi genetik yang dimiliki oleh tanaman tersebut.

Contoh Plasma Nutfah Tanaman Pangan

Setelah kamu paham dan tahu bagaimana pengertian plasma nutfah, mari selanjutnya kita bahas tentang contohnya ya.

1. Padi

Pada umumnya padi digunakan sebagai bahan makanan pokok di Indonesia dan menjadi salah satu sumber karbohidrat. Tepung untuk membuat kue, mie dan bahkan untuk bahan makanan bayi.

Kadar amilosa yang terkandung antara 4 sampai 30%. Kadar yang rendah akan ada pada angka 15% di bawahnya. Dapat menunjukkan bahwa padi tersebut tipe ketan. Sedangkan kadar amilosa antara 20 hingga 22%, sudah termasuk pada padi yang memiliki rasa pulen.

Budidaya tanaman padi dapat dilakukan di daratan rendah, bisa juga dataran tinggi, di lahan kering dan bahkan disekitar rawa.

2. Jagung

Jagung berasal dari Equador, Bolivia, Peru hingga Amerika Tengah. Jagung bisa dibudidayakan sampai didaratan tinggi. Selain itu, jagung sendiri adalah salah satu sumber karbohidrat setelah padi.

Jagung digunakan sebagai sayuran baby corn dan jagung manis. Sebagai makanan ringan dibuat pop corn, dan kelobot keringnya dapat digunakan sebagai pembungkus makanan. Seperti halnya untuk wajit.

3. Sorgum

Bisa tumbuh disemua jenis tanah dan berasal dari Ethiopia Afrika. Banyak hal bisa dimanfaatkan dari sorgum, misalnya saja bisa pengganti nasi, bubur atau bahkan pangan lainnya. Tepung sorgum sebagai campuran dalam pembuatan roti, biskuit, bahkan kue dan mie.

Daunnya bisa digunakan sebagai pakan untuk ternak, sebagai bahan pembuatan lem bahkan hingga biar.

Di samping hal tersebut, biji sorgum ternyata mengandung tanin, antara 0.2% hingga 3.6% yang sebagian besarnya terdapat pada bagian kulit sampai biji. Jumlah koleksi plasma nutfah di sorum saat ini sebanyak 211 nomor aksesi.

4. Ubi Jalar

Berasal dari Barat Daya Amerika Selatan, seperti Guatemala hingga Colombia. Contoh plasma nutfah ini menempati ranking ketujuh sebagai bahan pangan dunia, dengan capaian produksi hingga 115 metrik ton.

Ubi jalar sendiri menjadi makanan pokok untuk daerah tertentu, sedangkan untuk daun hingga tangkainya digunakan sebagai sayuran.

Di Korea sendiri, daun serta tangkai daunnya digunakan sebagai makanan sehat. Di Jepang digunakan untuk bahan jus, mie, hingga makanan ringan. Sebab dianggap memiliki kandungan nutrisi tinggi. Dicirikan dengan kandungan karbohidrat hingga vitamin berlimpah.

5. Ubikayu

Atau biasa juga disebut dengan singkong, yang berasal dari Brazil atau dari Amerika Selatan. Menyebar ke Asia pada awal adab ke 17an.

Ubikayu ini mengandung HCN pada umbi hingga daunnya. Untuk keperluan makanan hingga pakan ternak.

6. Talas                                                            

Ya, talas ternyata menjadi salah satu tanaman asli daerah tropis. Seperti di Indonesia. Talas sendiri menjadi salah satu makanan tambahan yang sudah lama dibudidayakan di Indonesia.

Tidak jarang orang-orang menyebutnya sebagai keladi atau taro. Yakni memiliki kerabat lain, seperti kimpul. Yang menghasilkan umbi dalam jumlah banyak. Berbeda dengan talas, hanya menghasilkan satu umbi saja per tanamannya.

Umbi kimpul agak sedikit berlendir ketika saat setelah direbut, rasanya tidak senikmat talas. Umbi serta daun talas mengandung karbohidrat, protein juga mengandung lemak.

7. Kacang Tanah

Berasal dari Brasilia. Yang mana kacang tanah ini dapat dimanfaatkan untuk beragam jenis makanan. Seperti halnya dengan kacang goreng, kacang rebus, tauge, gado-gado, minyak kacang, atau bahkan dibuat oncom. Jumlah koleksi plasma nutfah dari kacang tanah, dimiliki sebanyak 1191 nomor aksesi.

8. Kacang Hijau

Memiliki nama lain mungi atau mengbean, atau green grain. Berasal dari India dan kini sudah menyebar di Indonesia secara meluas.

Bisa tumbuh didaerah Jawa, Nusa Tenggara, hingga Madura. Banyak kandungan gizi dan juga nutrisi yang terkandung di dalamnya.

Kacang hijau banyak memberikan manfaat, seperti obat untuk penderita penyakit beri-beri. Karena ada kandungan vitamin B1 tinggi. Selain itu, kacang hijau juga sering kali dimanfaatkan untuk pembuatan rempeyek, atau bahkan bubur kacang hijau yang menggunakan santan kelapa.

Jumlah aksesi plasma nutfah ini pun 1.024 akses. Sedangkan varietas unggul kacang hijau telah dilepas sebanyak 11 varietas.

Pelestarian dan Pemanfaatan Plasma Nuftah

Nah, karena kamu sudah tahu dan paham tentang pengertian plasma nutfah hingga sudah tahu jenis-jenisnya apa saja. Maka berikut beberapa hal yang harus disimak terkait dengan bagaimana cara pelestariannya.

Fokus utama dari pengelolaan plasma nutfah sendiri adalah melestarikannya, dikembangkan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan. Untuk tahu bagaimana caranya, simak dengan baik ulasan selanjutnya ya.

1. Eksplorasi

Hendaknya dilakukan di sentra produksi pada daerah produksi tradisional, khususnya di daerah terisolir. Daerah pertanian, hingga lereng dan gunung. Selain itu, bisa juga dilakukan di daerah suku asli, daerah sistem pertanian yang belum begitu maju.

Misalnya saja untuk plasma nutfah jenis ikan. Pastikan agar dapat dilakukan eksplorasi dengan cara pencarian hingga pengumpulan di dalam. Bahkan luar habitatnya.

2. Konservasi

Terdapat dua jenis konservasi yang dilakukan untuk pelestarian plasma nutfah, yakni di dalam dan di luar. Di dalam akan bersifat pasif, karena dapat terjadi dengan hanya mengamankan tempat tumbuh alamiah.

Sedangkan untuk diluar, dilakukan secara lebih aktif dengan memindahkan suatu jenis ke suatu lingkungan baru diluar habitat aslinya.

3. Dokumentasi

Pembakuan atau penyeragaman sistem pendokumentasian ini jelas sangat dibutuhkan, sehingga pemanfaatan dan pelestarian plasma nutfah menjadi lebih mudah. Di Indonesia sendiri, penyelenggaraan pendokumentasian menjadi titik paling lemah dalam kegiatan pelestariannya.

4. Evaluasi

Disamping menelaah dan juga memilih sifat-sifat unggul yang dibutuhkan oleh pemuliaan atas katalog plasma nutfah. Ternyata juga mencakup kegiatan penjaringan atau screening.

Misalnya untuk toleransi terhadap kekeringan, pengujian daya hasil hingga ketahanan terhadap penyakit.

5. Peremajaan

Terdapat dua hal penting yang wajib diperhatikan dalam proses pelestariannya. Yakni bagaimana ukuran populasi, hingga kemungkinan hadirnya generasi baru. Peremajaan ini pun dilakukan secara bertahap, bergilir untuk setiap komoditas. Namun ada kekurangannya, yakni hilang karena serangan hama atau bahkan terkena penyakit.

Nah, itulah bagaimana pengertian plasma nutfah hingga contoh dan juga cara untuk melestarikannya harus bagaimana.

Seorang guru Bahasa Indonesia yang kebetulan suka membaca novel dan mencurahkannya ke dalam tulisan.

Artikel Menarik Lainnya: