Resensi Film Tanah Surga Katanya [Lengkap]

resensi film tanah surga katanya

Film ini merupakan film drama Indonesia yang di rilis pada tahun 2012. Film garapan Herwin Novianto ini mengisahkan tentang nasionalisme dan juga ironi negeri kita yaitu Indonesia.

Kamu penasaran dengan film dengan durasi 90 menit ini? kamu bisa baca dulu resensi film Tanah Surga Katanya pada artikel ini.

Akan di bahas secara lengkap mengenai bagian penting dari film mulai sari identitas film, sinopsis, hingga kelebihan kekurangan juga pesan moralnya. Di simak ya!

Identitas Film

Judul FilmTanah Surga Katanya
Penulis NaskahDanial Rifki
SutradaraHerwin Novianto
Durasi Film90 Menit
Kategori FilmDrama
Pemain FilmAji Santoso, Fuad Idris, Ence Bagus, Astri Nurdin, Tissa Biani Azzahra, Ringgo Agus Rahman, Andre Dimas Apri, Hengky Solaiman, dan Jho Rizki.
Tahun Produksi15 agustus 2012
Perusahaan ProduksiDemi Gisela Citra Sinema

Film Tanah Surga Katanya ini merupakan film bergenre drama yang di sutradarai oleh Herwin Novianto.

Dan mulai di rilis pada tanggal 15 Agustu 2012 dan film ini berdurasi selama 90 menit. Di produksi oleh PT. Demi Giesela Citra Sinema.

Film ini juga menghadirkan artis artis karena Indonesia yang cukup terkenal dan piawai dalam bermain peran seperti Aji Santosa, Fuad Bagus, Astri Nurdin, Tissa Biani dan sederet pemain terkenal lainnya.

Sinopsis Film Tanah Surga Katanya

Film Tanah Surga Katanya ini adalah film drama tema tentang rasa nasionalisme seseorang yang tinggal di perbatasan NKRI yang penuh dengan keterbatasan antara Indonesia dan Malaysia.

Dan seseorang yang penuh dengan keterbatasan ini tetap memilih untuk tinggal di Negara Indonesia, meski pada saat itu Indonesia sangat minim dengan bidang pembangunan dan ekonomi.

Cerita berawal dari seorang tokoh bernama Hasyim, mantan sukarelawan konfrontasi Indonesia-Malaysia, tahun 1965 hidup dengan kesendiriannya.

Setelah istri tercintanya meninggal, ia memutuskan untuk tidak menikah dan tinggal bersama anak laki-laki satu-satunya dan juga menduda yaitu Haris.

Haris dan dua anak-anaknya yang bernama Salman dan Salina.
Mereka semua hidup di perbatasan Indonesia-Malaysia membuat persoalan tersendiri.

Karena masih didominasi oleh keterbelakangan dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

Masyarakat perbatasan harus berjuang setengah mati untuk mempertahankan hidup mereka, termasuk keluarga Hasyim.

Tetapi, kesetiaan dan loyalitas mereka pada bangsa dan negara membuat Hasyim bertahan tinggal.

Haris anak Hasyim, memilih hidup di Malaysia karena menurutnya Malaysia jauh lebih memberi harapan bagi masa depannya.

Dan dia juga bermaksud mengajak seluruh keluarga pindah ke Malaysia termasuk bapaknya Hasyim.

Astuti, seorang guru sekolah dasar di sebuah kota datang tanpa di rencanakan.

Dia mengajar di sekolah yang hampir roboh karena setahun tidak berfungsi. Tak lama berselang dr.Anwar, seorang dokter muda datang ke daerah tersebut.

Karena tidak mampu bersaing dengan dokter profesional di kota.
Salman dan Selina gembira hatinya karena kedatangan guru Astuti dan juga dr. Anwar.

Dimana warga tersebut memanggilnya sebagai dokter intel.

Baru diketahui bahwa Hasyim memiliki penyakit yang sangat membahayakan hidupnya dokter intel mengharapkan Hasyim di bawa ke pengobatan yang lebih layak.

Salman berusaha memenuhi kebutuhan di perjalanannya 400 ringgit adalah uang yang diperlukan.

Suatu hari ketika Selina bersama ayah kandungnya berada di Malaysia. sakit yang diderita Hasyim kambuh Salman pun bingung dan memanggil dokter intel.

Salman dan dokter Intel membawanya ke rumah sakit dan ketika di perjalanan bensin yang ada pada deasel perahu yang ditumpangi habis.

Dan ketika di pertengahan jalan Hasyim meninggal. Dari sini kita bisa memetik pelajaran tentang pentingnya pemerataan pendidikan.

karena masih ada anak-anak di daerah perbatasan yang belum mendapat pendidikan yang layak.

Selain itu, fasilitas kesehatan yang belum tersedia dan juga memadai makin memperburuk keadaan di daerah perbatasan.

Banyak orang sakit yang membutuhkan pertolongan harus meregang nyawa di perjalanan. Artinya pembangunan jalan juga harus di perhatikan.

Kurangnya pendidikan dan layanan yang sejahtera menjadikan anak bangsa tidak lagi memiliki rasa nasionalisme pada bangsanya sendiri dan ini merupakan ironi sekali

Warga Indonesia lebih rela pindah negara hanya demi mendapatkan fasilitas kehidupan yang lebih baik di banding di negaranya sendiri.

Agar kamu lebih detail tahu mengenai alur dan juga cerita lengkapnya kamu bisa tonton filmnya langsung ya. Di jamin ikut getir, sedih dan panik juga merasa bangga dan kesal juga.

Latar Film Tanah Surga Katanya

Setelah mengetahui sinopsis filmnya kamu juga akan mengetahui latar waktu dan latar tempat film di resensi film Tanah Surga Katanya di bawah ini, yaitu:

1. Latar Waktu

Latar waktu yang digunakan dalam film tanah surga katanya ini mengambil latar pada sekitar tahun 1965. Dimana saat itu adanya sebuah relawan Konfrontasi Indonesia dan Malaysia di Indonesia.

2. Latar Tempat

Latar tempat yang digunakan dalam pembuatan film tanah surga katanya ini yaitu di daerah kalimantan Barat dimana di sana ada perbatasan Malaysia (Sarawak) dan Kalimantan Barat Indonesia.

Kelebihan Film

  • Film ini mengandung banyak pesan moral yaitu rasa nasionalisme bangsa tanpa perang dan darah
  • Ceritanya begitu apik sebagai kritikan sosial kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan daerah-daerah pelosok
  • Sebagai bentuk rasa kecewa orang-orang daerah yang tertinggal

Kekurangan Film

  • Kurang mengeksplore keindahan alam sekitarnya
  • Endingnya ceritanya terasa di paksakan padahal bisa lebih keren dari itu

Pesan Moral Film Tanah Surga Katanya

Terakhir dari resensi film Tanah Surga Katanya ini yaitu film ini yaitu:

Mengajarkan sikap mandiri, tanggung jawab, komitmen, kerja keras dan juga rasa nasionalisme. Apapun yang terjadi negerimu adalah tempat kamu kembali.

Artikel Menarik Lainnya: