Resensi Novel Anak Sejuta Bintang: Sinopsis & Intrinsiknya

Resensi Novel Anak Sejuta Bintang

Kamu pastinya kenal dong salah satu pengusaha Indonesia yang bernama Ir. H. Aburizal Bakrie, yang sering di panggil bang Ical ini?

Ya, novel ini mengisahkan kisah masa kecil beliau. Penasaran dengan isi bukunya? Kamu bisa baca dulu resensi novel anak sejuta bintang pada artikel ini.

Akan di bahas beberapa unsur penting dalam novel mulai dari identitas, sinopsis, intrinsik, ekstrinsik hingga pesan moral yang terkandung di dalamnya.

Identitas Novel

Judul NovelAnak Sejuta Bintang
PenulisAkmal Nasery Basral
Jumlah halaman405 halaman
Ukuran buku14×21 cm
PenerbitPT. Expose
KategoriFiksi
Tahun Terbit2012
Harga novelRp.45.000,-

Novel anak sejuta bintang ini merupakan karangan dari Akmal Nasery Basral yang telah diterbitkan pada tahun 2012 oleh PT. Expose. Novel ini memiliki ketebalan mencapai 405 halaman.

Sinopsis Novel Anak Sejuta Bintang

Novel ini mengisahkan masa kecil Aburizal Bakrie atau sering di sapa Ical. Ical merupakan anak sulung dari Ahmad Bakrie dan Roosniah.

Saat Ical masih kecil, ia dan keluarganya tinggal di Emma Laan, Jakarta Timur. Ical memiliki tiga adik kandung yakni Odi, Nirwan, dan Indra.

Ical juga tinggal bersama kerabatnya Hajja Rafiah dan Tati. Keluarga Bakrie merupakan keluarga yang terbuka, hangat dan demokratis.

Segala hal dalam keluarga tersebut dibicarakan dengan baik, membuat keluarga tersebut terlihat begitu bahagia.

Bakrie merupakan seorang pengusaha yang memiliki prinsip bahwa pengusaha tidak boleh mendekat dengan penguasa.

Ia juga sangat menghargai hubungan persahabatan karena menurutnya selain keluarga, sahabat juga mempunyai peran penting.

Ical tumbuh dilingkungan keluarga yang berkecukupan. Namun, hal itu tidak membuatnya menjadi anak yang manja.

Justru ia sering mengalami kekalahan dan pernah mengalami penolakan.

Kehadiran keluarganya yang selalu mendengarkan cerita dan keluhannya serta memberi semangat menghadapi hidup ini membuatnya menjadi pribadi yang kuat dan pantang menyerah.

Di saat Bakrie dan Roosniah merancang untuk membeli villa dan rumah musibah menimpa keluarga tersebut. Kebahagiaan meluap-luap yang dialami pasangan muda itu tak berlangsung lama.

Derita yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya, seketika datang menghampiri.

Anak ketiga mereka August meninggal saat anak tersebut lahir. Selain itu, Ical dan Odi terserang penyakit Asma. Dan mereka di obati hingga sembuh.

Hingga tak terasa kini Ical sudah memasuki Sekolah Rakyat Perwira. Bakrie dan Roosniah mendidik anak-anaknya dengan agama yang kuat.

Dan masih banyak lagi kisah masa kecil Ical yang banyak memberikan pesan moral.

Unsur Intrinsik Novel

Dalam resensi novel anak sejuta bintang terdapat unsur intrinsik di dalamnya yang mungkin belum kamu ketahui, diantaranya adalah:

1. Tema

Tema yang diangkat dalam novel ini yaitu tentang peran serta orang tua dalam pendidikan anak-anaknya agar terbentuk kepribadian yang baik.

2. Tokoh dan Penokohan

  • Ical (Aburizal Bakrie), ia merupakan anak yang ceria, dermawan, suka menolong, pintar, baik, penurut, berani, punya inisiatif, disiplin, berbakti kepada kedua orang tuanya
  • Cik Nani, sosok guru yang kreatif, memiliki kompetensi mengajar yang baik, tegas dan disiplin
  • Bakrie, ia ayah yang penyayang, bijaksana, pekerja keras, disiplin dan juga sangat menyayangi anaknya
  • Roosniah, ibu Ical yang baik, pengertian dan juga sangat menyayangi anak-anaknya
  • Dan masih banyak lagi tokoh lainnya

3. Alur

Alur yang digunakan dalam novel anak sejuta bintang ini menggunakan alur maju adalah rangkaian peristiwa yang urutannya sesuai dengan urutan waktu kejadian dan bergerak kedepan terus.

4. Latar Tempat

Latar tempat yang digunakan dalam novel anak sejuta bintang ini yaitu di Jakarta, Cipanas, rumah sakit, di Ciparay, di villa, di Sekolah Rakyat Perwira, dan masih banyak lagi latar tempat lainnya dalam novel.

5. Latar Waktu

Latar waktu yang digunakan dalam novel yaitu sekitar tahun 1950an sampai 1958. Dengan latar waktu pagi hari, siang hari dan juga malam hari.

6. Gaya Bahasa

Gaya bahasa yang digunakan dalam novel ini cukup mudah di pahami oleh semua kalangan. Dan sangat cocok di baca oleh kalangan remaja dan dewasa.

7. Sudut Pandang

Sudut pandang yang digunakan dalam novel anak sejuta bintang ini yaitu menggunakan sudut pandang orang ketiga tunggal.

8. Amanat

Amanat yang terkandung adalah bahwa kesuksesan seseorang tidak ditentukan oleh kekayaan dan status.

Namun, pola pikir yang benar dan tepat. Kedisiplinan, kerja keras, ketekunan dan ketelitian serta keuletan hidup seseorang.

Unsur Ekstrinsik Novel

Berikut merupakan unsur ekstrinsik novel, diantaranya adalah:

1. Nilai Sosial

Sikap Ical yang bisa berlapang dada menerima kekalahan dari sahabatnya ketika ia tidak mendapat peringkat pertama.

2. Nilai Moral

Sikap patuh dan menghormati orang tua serta disiplin yang dimiliki oleh Ical sungguh harus dapat di contoh oleh kalangan anak muda sekarang.

Kelebihan Novel

  • Banyak memberikan pesan moral tentang kehidupan
  • Memotivasi untuk terus disiplin da ulet agar mampu meraih cita-cita
  • Bahasa yang ringan dan mudah di pahami oleh semua kalangan
  • Mengajarkan betapa pentingnya peran keluarga dalam mendidika anak

Kekurangan Novel

  • Penggunaan tokoh terlalu banyak
  • Ada latar dan kejadian terlalu detail dan terkesan membosankan

Pesan Moral Novel Anak Sejuta Bintang

Terakhir dari resensi novel anak sejuta bintang terdapat pesan moral di dalamnya yaitu:

Bahwa kesuksesan seseorang tidak ditentukan oleh kekayaan dan status. Namun, pola pikir yang benar dan tepat. Kedisiplinan, kerja keras, ketekunan dan ketelitian serta keuletan hidup seseorang.

Artikel Menarik Lainnya: