Resensi Novel Nyi Bungsu Rarang, Dongeng Sunda Legendaris

Resensi Novel Nyi Bungsu Rarang

Novel Nyi Bungsu Rarang merupakan karangan dari Ajip Rosidi yang terbit pada tahun 2007. Novel ini merupakan novel legendaris pada masanya banyak pesan moral di dalamnya.

Penasaran dengan isi bukunya? Kamu bisa baca resensi novel Nyi Bungsu Rarang di artikel ini.

Akan di bahas secara lengkap mengenai identitas, sinopsis, intrinsik dan ekstrinsik hingga pesan moral. Yuk, simak selengkapnya penjelasan di bawah ini!

Identitas Novel

Judul NovelNyi Bungsu Rarang
PenulisAjip Rosidi
Jumlah halaman44 halaman
Ukuran buku15×21 cm
PenerbitPT. Kiblat Buku Utama
KategoriFiksi Dongeng Buhun
Tahun Terbit2007
Harga novelRp. 25.000

Novel Nyi Bungsu Rarang merupakan sebuah dongeng buhun yang diciptakan oleh penulis lama yaitu Ajip Rosidi.

Novel ini cukup populer di masanya sampai sekarang novel ini diterbitkan pada tahun 2007 dan ini merupakan cetakan ke 3 buku tersebut.

Sinopsis Novel Nyi Bungsu Rarang

Novel ini mengisahkan satu buah keluarga yang memiliki anak tujuh dan si bungsu atau yang paling kecil bernama Nyi Bungsu Rarang.

Ketujuh saudara itu perempuan semua dan ke enam saudara telah berkeluarga kecuali si Bungsu tadi.

Ke enam saudara memiliki suami meski sederhana tapi mereka memiliki kekayaan yang cukup seperti ladang dan sawah untuk kehidupan mereka.

Dan si bungsu menetap di rumah peninggalan kedua orang tua mereka. Sang orang tua telah tiada jadi mereka semua adalah yatim piatu.

Si bungsu yang tinggal di gubuk peninggalan orang tua mereka yang sudah lapuk termakan usia tapi ia gadis yang sederhana dan juga sangat baik.

Tapi sayangnya kakak-kakaknya malah tidak menyayangi Nyi Bungsu Rarang tanpa sebab. Nyi Bungsu Rarang memiliki hewan peliharaan ikan mas yang dinamainya Leungli.

Setiap hari Nyi Bungsu Rarang harus bekerja di tempat kakaknya hanya agar bisa makan.

Saat Nyi Bungsu Rarang bekerja kakak-kakaknya yang licik dan juga jahil mempermainkan Nyi Bungsu Rarang.

Ikan mas peliharaan Nyi Bungsu Rarang yaitu si Leungli di ambil oleh mereka dan di goreng hingga hanya tersisa kepala dan tulang belulangnya saja.

Da saat Nyi Bungsu Rarang pulang betapa terkejutnya ia menemukan kepala ikan tidak lain si Lengli ikan mas kesayangannya.

Dengan menangis dan penuh duka Nyi Bungsu Rarang tidak habis pikir kenapa kakak-kakaknya begitu tega.

Dengan berat hati dan kesedihan ia membungkus kepala Leungli dengan kain berwarna putih lalu menguburnya di tengah rumah.

Tak berapa lama setelah kepala itu tertanam lalu tumbuhlah tunas pohon dari tanah bekas kuburan Leungli.

Dan yang paling aneh pohon itu semakin membesar serta dahan, tangkai dan daunnya adalah emas.

Lalu bagaimana kisah selanjutnya dari Nyi Bungsu Rarang? Apakah kakak-kakaknya akan meminta maaf padanya?

Atau malah merampas semua yang telah Nyi Bungsu Rarang miliki? Yuk temukan jawabannya dengan membaca novel Nyi Bungsu Rarang.

Unsur Intrinsik Novel

Dalam resensi novel Nyi Bungsu Rarang terdapat unsur intrinsik di dalamnya yaitu:

1. Tema

Tema yang diangkat dalam novel ini yaitu kisah perundungan terhadap Nyi Bungsu Rarang oleh keluarganya sendiri.

2. Tokoh dan Penokohan

  • Nyi Bungsu Rarang, ia merupakan gadis yang cantik, baik hati, penyayang dan penurut
  • Kakak-kakak Nyi Bungsu Rarang, memiliki sifat culas, licik dan ingin menang sendiri

3. Alur

Alur yang digunakan dalam novel Nyi Bungsu Rarang yaitu menggunakan latar maju dimana cerita diceritakan secara runtut dan teratur dari awal hingga akhir.

4. Latar Waktu

Latar waktu yang digunakan dalam novel Nyi Bungsu Rarang yaitu menggunakan latar waktu pagi, siang dan malam hari.

5. Latar Tempat

Latar tempat yang digunakan dalam novel yaitu, gubuk kecil, ladang, sawah, sungai/kolam dan lain-lain.

6. Sudut Pandang

Sudut pandang yang digunakan dalam novel Nyi Bungsu Rarang yaitu menggunakan sudut pandang orang ketiga yang serba tahu.

7. Gaya Bahasa

Gaya bahasa yang digunakan dalam novel Nyi Bungsu rarang yaitu menggunakan gaya bahasa sunda buhun.

Dan bahasa sunda loma sehingga masih bisa dipahami oleh anak-anak zaman sekarang secara garis besarnya

8. Amanat

Amanat yang terkandung dalam novel Nyi Bungsu Rarang yaitu sesama saudara kandung seharusnya saling menyayangi, menghargai dan saling mengasihi bukan saling menjatuhkan dan saling menyakiti.

Perbuatan kakak-kakak dari Nyi Bungsu Rarang sangat tidak patut di contoh dalam kehidupan nyata. Karena merugikan orang lain.

Unsur Ekstrinsik Novel

Berikut merupakan nilai ekstrinsik dari novel Nyi Bungsu Rarang, diantaranya adalah:

1. Nilai Sosial

Nilai sosial yang terkandung dalam novel yaitu sikap Nyi Bungsu Rarang yang meski dianiyaya oleh kakak-kakaknya.

Tapi dia tetap menurut karena ia sayang dengan kakak-kakaknya ia tidak membalas perbuatan buruk kakak-kakaknya.

2. Nilai Moral

Sikap menyakiti hati orang lain itu tidak dibenarkan apalagi orang itu adalah saudara kandung kita sendiri yang seharusnya di jaga dan disayangi bukan disakiti.

Kelebihan Novel

  • Banyak memberikan pesan moral
  • Alur enak diikuti
  • Dongeng populer di sepanjang zaman

Kekurangan Novel

  • Banyak akata buhun tidak dipahami
  • Ending mudah ditebak

Pesan Moral Novel Nyi Bungsu Rarang

Terakhir dari resensi novel Nyi Bungsu Rarang yaitu pesan moral yang terkandung dalam novel tersebut adalah:

Sesama saudara kandung seharusnya saling menyayangi, menghargai dan saling mengasihi bukan saling menjatuhkan dan saling menyakiti.

Perbuatan kakak-kakak dari Nyi Bungsu rarang sangat tidak patut di contoh dalam kehidupan nyata. Karena merugikan orang lain.

Artikel Menarik Lainnya: