Resensi Novel Pintu Terlarang: Sinopsis, Intrinsik, Amanat

Resensi Novel Pintu Terlarang

Resensi novel Pintu Terlarang karya Sekar Ayu Asmara menceritakan tiga kisah dalam buku yang terkesan berbeda. Tetapi, sebenarnya ketiga kisah tersebut saling berkaitan.

Kisah novel dimulai dari cerita penganiayaan seorang anak kecil, diikuti dengan cerita pintu terlarang, dan diakhiri dengan kisah Rianti si Jurnalistik media majalah Gaya Hidup.

Seperti apa kisah misterius dalam novel yang menarik untuk dibaca? simak artikel ini sampai selesai.

Identitas Novel

Judul NovelPintu Terlarang
PenulisSekar Ayu Asmara
Jumlah halaman227 Halaman
Ukuran buku13 cm x 19 cm
PenerbitGramedia
KategoriFiksi
Tahun Terbit2009
Harga novelRp.55.000,-

Novel Pintu Terlarang karya Sekar Ayu Asmara berjumlah 227 halaman. Buku ini diterbitkan oleh Gramedia pada tahun 2009 sebagai buku fiksi. Harga bukunya yaitu Rp.55.000,-.

Sinopsis Novel Pintu Terlarang

Novel Pintu Terlarang karya Sekar Ayu Asmara mengkisahkan banyak kisah yang membuat pembaca penasaran dengan isi ceritanya.

Dimulai dari halaman awal, pembaca sudah diajak untuk menghela nafas. Terdapat kisah yang sangat pilu dan menyedihkan dari apa yang dirasakan oleh seorang anak yang disiksa oleh ayah dan ibunya.

Cukup menyeramkan memang, tetapi konflik dalam cerita membuat pembaca semakin tertarik untuk membaca cerita selanjutnya.

Di halaman berikutnya, pembaca novel diajak untuk mengetahui kisah kehidupan seorang tokoh yang namanya adalah Gambir. Dia adalah anak yang disiksa oleh orangtuanya sejak kecil.

Hingga akhirnya, ia depresi dan di bawa ke Rumah Sakit Jiwa. Saat sedang menjali perawatan, ia pun suka berkhayal. Bahkan ia berkhayal menjadi seorang seniman patung.

Dalam khayalannya, Gambir sudah beristri yang bernama Taldya. Perempuan ini sangat perfeksionis. Bahkan dia memang menerapkan tiga jurus untuk mencapai kualitas hidupnya yang paling terbaik.

Tiga jurus diantaranya yaitu perfection, perfection, dan perfection.

Meskipun begitu, Taldya adalah sosok istri yang begitu sangat mencintai suaminya. Sebagai seorang istri, ia juga sangat beperan penting dalam karir suaminya.

Tetapi, dibalik itu semua, ternyata Taldya ia menyimpan sebuah misteri dari kebohongan dan pengkhianatan yang dilakukannya.

Itu semua tepat ada di studio suaminya. Disitu terdapat sebuah pintu studio yang memang tak boleh dibuka oleh siapapun. Termasuk oleh suaminya yaitu Gambir.

Jadi, hanya Taldya saja yang boleh mengetahui isi di dalam ruangan tersebut. Bahkan, hanya ia yang mempunyai kuncinya. Dan ia selalu menggantungkan kuncinya sebagai kalung di lehernya.

Suatu waktu ada seorang perempuan bernama Ranti dia adalah jurnalis majalah Gaya Hidup. Ia sangat tertarik untuk memahami kehidupan Gambir yang merupakan korban kekerasan sejak ia masih kecil.

Ranti benar-benar menelurusi kehidupan gambir sedetail mungkin. Hingga ia mengangkatnya menjadi sebuah cerita di redaksinya.

Cerita kehidupan yang diangkat ini ternyata mengangkatnya juga menjadi pemimpin redaksi.

Ternyata, kedekatan Ranti dengan seorang pria yang bernama Dion juga memiliki kemiripan cerita yang sedang diliputnya. Apakah Dion ada kaitannya dengan Gambir?

Lalu, bagaimanakah kehidupan Gambir selanjutnya? akankah ia kembali menjadi manusia yang berakal seutuhnya. Dan bagaimana dengan Ranti, akankah ia terus mengangkat cerita kehidupan Gambir?

Unsur Intrinsik Novel

Adapun beberapa unsur intrinsik novel Pintu Terlarang karya Sekar Ayu Asmara yang menarik untuk diketahui, berikut ulasannya.

1. Tema

Tema dalam novel Pintu Terlarang karya Sekar Ayu Asmara yaitu lika-liku kehidupan tokoh Gambir. Diceritakan kisahnya sejak ia kecil hingga dewasa.

2. Tokoh

Tokoh-tokoh utama yang diceritakan dalam novel Pintu Terlarang karya Sekar Ayu Asmara, yaitu: Gambir, Ranti, Dion, Taldya, Melati, dan orangtua Gambir.

3. Latar Tempat

Latar tempat kejadian yang diceritakan dalam novel yaitu di rumah Gambir, studio pahat, dan rumah sakit jiwa.

4. Latar Waktu

Latar waktu yang diceritakan dalam novel yaitu pagi hari, siang hari, dan malam hari.

5. Alur

Alur yang diceritakan dalam novel yaitu menggunakan alur campuran. Dimana ada cerita di masa lalu saat Gambir masih kecil hingga saat ia sudah dewasa, di masa sekarang.

6. Sudut Pandang

Sudut pandang yang digunakan penulis untuk menggambarkan karakter para tokohnya yaitu sudut pandang orang ketiga.

7. Gaya Bahasa

Gaya bahasa dalam novel hanya menggunakan sedikit kata-kata kiasan. Tetapi, secara keseluruhan semua bahasanya mudah untuk dipahami.

8. Amanat

Amanat dalam novel Pintu Terlarang yaitu jangan memiliki rasa dendam atas masa lalu karena hal itu hanya merugikan kita di masa sekarang.

Unsur Ekstrinsik Novel

Adapun unsur ekstrinsik novel Pintu Terlarang karya Sekar Ayu Asmara yaitu:

1. Biografi Pengarang

Biografi pengarang novel Pintu Terlarang karya Sekar Ayu Asmara yaitu ia seorang seniman asal Indonesia. Ia kelahiran tahun 1970an. Sekar Ayu secara otodidak belajar seni.

Ia mampu melahirkan banyak karya dengan banyak penggunaan kata-kata kiasan yang sangat bermakna. Sehingga karyanya sangatlah indah.

2. Nilai Sosial

Nilai sosial terlihat dari jiwa sosial yang dimiliki oleh tokoh Ranti. Dimana ia tidak takut dengan Gambir yang sedang mengalami keterbelakangan mental.

3. Nilai Moral

Menganiaya anak bukanlah hal yang wajar hingga saat ini. Sehingga, penulis memang mengajak pembaca untuk tidak melakukan hal negatif tersebut.

Kelebihan Novel

Kelebihan dari novel Pintu Terlarang karya Sekar Ayu Asmara yaitu:

  • Penggunaan kata-kata kiasannya yang sangat bagus dan bermakna.
  • Konflik cerita yang sangat misterius sehingga membuat pembaca tertarik untuk mengetahui akhir ceritanya.
  • Penggambaran karakter para tokohnya yang tersirat sehingga membuat pembaca sulit untuk menebak karakter tokohnya.

Kekurangan Novel

Kekurangan novel Pintu Terlarang yaitu ceritanya terlalu panjang untuk setiap bagian ceritanya.

Sehingga terkadang membutuhkan banyak waktu agar pembaca dapat memahami isi cerita novelnya.

Pesan Moral Novel Pintu Terlarang

Pesan moral novel Pintu Terlarang yaitu sayangilah anak, karena mereka bukan hanya membutuhkan kesehatan secara fisik. Tetapi, juga kesehatan untuk kondisi psikologi jiwanya.

Artikel Menarik Lainnya: