Inilah Sejarah Pramuka Indonesia dan Dunia (Lengkap)

Gambar dibuat dengan Canva Pro

Bagi kamu yang sedang ingin tahu bagaimana sih sejarah pramuka Indonesia dan dunia. Kamu bisa simak artikel ini sampai selesai karena tim Mustakim Media akan menjelaskan secara lengkap bagaimana sejarahnya.

Pramuka atau Praja Muda Karana ini adalah gerakan kepandauan yang populer di Indonesia, bahkan di dunia dan di Indonesia sendiri secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961. Simak lengkapnya di bawah ya!

Sejarah Pramuka Indonesia dan Dunia

Pramuka atau Praja Muda Karana ini merupakan gerakan kepanduan yang populer di Indonesia bahkan dunia. Di Indonesia gerakan Pramuka sendiri secara resmi dimulai diperkenalkan pada seluruh rakyat Indonesia pada 14 Agustus 1961.

Sementara untuk gerakan Pramuka di dunia mulai dikenal sejak 25 1907. Lantas bagaimana sejarah kepramukaan di Indonesia dan dunia? Berikut penjelasan lengkapnya.

Sejarah Kepramukaan di Indonesia

Perlu kamu ketahui bahwa awal terbentuknya pramuka di Indonesia ditandai dengan berdirinya organisasi milik Belanda bernama Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di Bandung pada 1912.

Dan empat tahun setelahnya, Mangkunegara VII menjadi membentuk organisasi kepanduan pertama yang bernama Javaansche Padvinder Organisatie (JPO).

Lahirnya JPO menjadi pemicu munculnya gerakan nasional lain yang sejenis, seperti Hizbul Wahton (HM) pada tahun 1918, Jong Java Padvinderij (1923), dan Nationale Padvinders.

Melihat situasi ini, Belanda pun mulai melarang keberadaan organisasi kepanduan di luar kepemilikan mereka menggunakan istilah Padvinder.

Dan seiring berjalannya waktu, antara tahun 1928-1935, gerakan kepanduan Indonesia semakin marak, seperti pandu Indonesia, Padviners Organisatie Pasundan, Padnu Kesultanan, Sinar Panut Kita, dan Kepandaun Rakyar Indonesia.

Guna menggalang kesatuan dan persatuan, Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI) menyelenggarakan acara perkemahan Kepanduan Indonesia Pemoem (PERKINO) di Yogyakarta pada 19-23 Juli 1941.

Setelah Indonesia merdeka, beberapa tokoh kepanduan berkumpul di Yogyakarta dan mengadakan kongres pada 27-29 Desember 1945 di Surakarta. Kongres ini melahirkan Pandu Rakyat Indonesia (PRI) pada 28 Desember 1945, sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang diakui pemerintah.

Akan tetapi, saat Belanda kembali datang ke Indonesia. PRI dilarang dan resmi dicabut pada 6 September 1951. Nah, hal ini kemudian mendorong munculnya organisasi lain, seperti kepanduan Putera Indonesia (KPI), Pandu Puteri Indonesia (PPI) dan Kepanduan Indonesia Muda (KIM).

Dan pada saat tahun 1960 Pemerintah Indonesia dan MPRS berupaya untuk memperbaiki organisasi kepramukaan di Inonesia.

Dan pada tanggal 9 Maret 1961, Presiden Soekarno Mengumpulkan para tokoh dari gerakan kepramukaan Indonesia dan menyatakan bahwa organisasi kepanduan harus disempurnakan.

Dan untuk menindaklanjuti Presiden Soekarno membentuk Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka yang beranggotakan Sultan HB IX, A Aziz Saleh dan Achamadi.

Kemudian hasil kerja dari panitia ini adalah dikeluarkannya lampiran Keppres No 238 tahun 1961 tanggal 20 mei 1961 tentang Gerakan Pramuka.

Kemudian melalui keppres 238/1961, gerakan Kepanduan Indonseia akahirnya menjadi Gerakan Praja Muda Karana yang disingkat menjadi Pramuka dan pada tanggal 14 Agustus 1961, Gerakan Pramuka secara resmi mulai diperkenalkan ke rakyat Indonesia.

Sejarah Kepramukaan Dunia

Nah, setelah memahami bagaimana sejarah kepramukaan Indonesia sekarang mari kita bahas bagaimana sejarah kepramukaan dunia.

Sejarah berdirinya Pramuka di Dunia diprakarsai oleh seorang tokoh asal Inggris bernama Letnan Jenderal Baden Powel pada 25 Juli 1907. Dimana sewaktu muda, Baden Powel ini mengelola Aids to Scouting untuk anggota muda dan mengadakan kegiatan perkemahan selama delapan hari di Pulau Brownsea.

Dan setahun setelahnya, Baden Powell menulis sebuah buku yang mengulas tentang prinsip dasar kepramukaan yang bertajuk “Scouting for Boys.” Selain itu, ia juga mendirikan gerakan kepanduan yang bernama sama dengan bukunya yang hanya diikuti oleh kaum laki-laki.

Dan tidak disangka, buku kepanduan ini ternyata mulai menyebar hingga seluruh pelosok negeri. Dan pada 1910 Baden Powell akhirnya memutuskan fokus berkegiatan dalam pramuka.

Dua tahun kemudian, lebih tepatnya pada tahun 1912, Baden Powell bersama adiknya, Agnes, membentuk Pramuka untuk perempuan yang bernama Girls Gudides atau yang dikenal dengan nama Girl Scouts.

Kemudian selanjutnya, tahun 1916, didirikan kelompok pramuka siaga dengan nama CUB (Anak Srigala). Dan semakin lama gerakan kepanduan semakin mengalami perkembangan, yang kemudian membuat Baden Powell membentuk Rover Scout.

Nah, Rover Scout ini adalah organisasi untuk mewadahi pemuda yang sudah berusia 17 tahun pada 1918. Baden Powell kemudian berkeliling dunia menyebarkan gerakan kepanduan yang ia buat kepada anak-anak muda lainnya untuk bergabung.

Pada 1920, Baden Powell kemudian mengundang berbagai kepandauan dari berbagai macam negara untuk melaksanakan Jambore pertama di Pulau Brownsea.

Dan setelah jambore terlaksana, dibentuk World Organization of the Scout Movement (WOSM) atau Organisasi Gerakan Pramuka Sedunia.

Tujuan Kegiatan Kepramukaan

Selain mengetahui sejarah pramuka Indonesia dan Dunia kamu juga perlu mengetahui apa saja tujuan dari kegiatan kepramukaan ini, dan berikut penjelasan lengkapnya:

  • Tujuan utama dari kegiatan pramuka adalah melatih generasi muda agar memaksimalkan setiap potensi yang ada di dalam dirinya, baik itu intelektual, spritual, sosial dan fisik.
  • Selain itu, pramuka juga merupakan pendidikan yang menguatkan proses pendidikan karakter di sekolah melalui penguatan pembelajaran
  • Selanjutnya mengembangkan persaudaraan, dan persatuan dengan kegiatan kreatif, reaktif, inovatif dan produktif
  • Mengolah mental, spiritual para peserta dan mendorong mereka untuk melakukan kegiatan positif di masyarakat

Fungsi Pramuka

Dalam proses pencapaian tujuan kegiatan kepramukaan ada beberapa fungsi pramuka yang harus dilaksanakan yaitu:

1. Kegiatan bagi generasi Muda

Setiap generasi muda membutuhkan kegiatan yang menyenangkan dan sekaligus mendidik agar mereka menjadi individu yang lebih baik dengan kegiatan menyenangkan, menghibur dan mempunyai tujuan, sehat dan terarah

2. Pengabdian bagi Orang Dewasa

Sedangkan fungsi bagi orang dewasa yaitu sebagai tugas yang diemban dengan ikhlas, kerelaan, dan pengabdian. Melalui kegiatan Pramuka inilah orang dewasa dapat membaktikan dirinya secara sukarela demi mencapai tujuan kepramukaan.

3. Alat bagi Organisasi dan Masyarakat

Dalam perkembangannya Pramuka memiliki peran sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan /tujuan masyarakat dan organisasi kepramukaan. Hal ini berarti setiap kegiatan Pramuka dalam bentuk latihan berkala adalah salah satu upaya untuk mewujudkan tujuan yang ingin dicapai. Baik masyarakat maupun organisasi.

Prinsip Dasar Kepramukaan

Dalam melaksanakan kegiatan Pramuka harus berlandaskan pada prinsip dasar yaitu:

  • Keimanan dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa
  • Rasa peduli akan tanah air dan bangsa, sesama manusia, dan alam sekitar
  • Rasa peduli akan tanah air dan bangsa, sesama manusia, dan alam sekitarnya
  • Rasa peduli dan tanggung jawab terhadap diri sendiri
  • Patuh dan taat pada kode kehormatan Pramuka
  • Dalam Pramuka terdapat kode-kode kehormatan yang harus dilaksanakan, yaitu Satya (jani) dan Darma (ketentuan moral)

Akhir Kata

Demikian penjelasan mengenai sejarah pramuka Indonesia dan dunia serta beberapa fungsi dan tujuan dari kegiatan pramuka baik bagi peserta didik, orang dewasa atau bahkan masyarakat semoga bermanfaat.

Artikel Menarik Lainnya: