Cara Menghitung Harga Jual Makanan Per Porsi (Lengkap)

Cara Menghitung Harga Jual Makanan Per Porsi (Lengkap)

Berbisnis makanan memang terlihat mudah namun saat kamu membuat bisnis tersebut tentunya kamu perlu menghitung harga jualnya agar tidak rugi dengan menggunakan rumus tentunya.

Lantas bagaimana cara menghitung harga jual makanan per porsi? Bagi kamu pembisnis makanan dan belum mengetahui bagaimana caranya kamu bisa simak artikel ini sampai selesai karena kami tim Mustakim Media akan menjelaskan secara lengkap caranya.

Cara Menghitung harga Jual Makanan Per Porsi

Bagi kamu yang masih kebingungan bagaimana cara menghitung harga jual makanan per porsi kamu bisa simak beberapa cara di bawah ini. ada cara Markup Pricing, Margin Pricing, Harga Bundling, Keystone Pricing dan foof Cost ini penjelasan lengkapnya:

1. Markup Pricing

Nah, cara pertama kamu bisa menggunakan Markup Pricing dimana kamu hanya perlu menambahkan persentase keuntungan yang ingin di dapatkan. Persentase keuntungan ini didapat dari seluruh biaya modal yang kamu keluarga di awal.

Berikut rumus Markup Pricing ini rumusnya:

Harga Jual= Biaya Bahan Baku Modal + (Biaya Bahan baku modal X Markup)

Misalnya kamu ingin menjual minuman kopi susu dengan modal Rp.10.000,-. Persentase keuntungan yang ingin dicapai adalah 30%. Jadi, kamu perlu membandrol kopi susu dengan harga sebagai berikut:

Harga Jual = Rp.10.000 + (10.000 x 20%) harga jual = Rp.12.000,-

2. Margin Pricing

Metode margin pricing membuat kamu perlu menentukan dulu harga jual yang ingin dipatok setelah itu, baru menghitung harga margin yang kamu dapatkan harga ini bisa dinilai apakah sudah sesuai dengan target pasar yang di sasar.

Berikut rumusnya Margin Pricing

Margin = (Harga jual – Harga Modal) / harga jual

Misalnya kamu ingin menjual ayam geprek dengan modal Rp.10.000. lalu harga jual yang kamu tetapkan adalah Rp.20.000,- berikut harga margin yang kamu dapatkan.

Margin = (Rp.20.000 – Rp.10.000) /Rp. 20.000,- Margin = 50%

Selanjutnya adalah mengecek target pasar dan kompetitor yang memasarkan produk serupa. Analisis margin tersebut apakah sudah sesuai atau masih terlalu kemahalan.

3. Keytone Pricing

Ada juga penetapan harga yang sudah pasti yang dinamakan keystone pricing. Sebut saja harga jual yang ingin ditetapkan adalah 50% dari harga modal saat harga modal kamu Rp.10.000,- berarti harga jual yang kamu tetapkan adalah Rp.20.000,-.

Sebut saja kamu ingin membuat harga bundling atau promo lainnya kamu perlu menghitung ulang untuk mendapatkan harga yang sesuai.

Bukan hanya itu harga keystone pricing cenderung mudah ditinggalkan oleh para pelanggan saat menemukan harga yang jauh lebih murah.

5. Harga Bundling

Bundlig ini merupakan cara memasarkan lebih dari satu produk dalam satu harga. Begini rumusnya: Harga Jual = (modal x jumlah produk) – dengan potongan harga. Kamu bisa memasarkan kopi susu dengan jual per gelas Rp.10.000,- lalu kamu ingin membuat bundling 2 kopi susu tersebut.

Untuk membuat harganya lebih menarik kamu mengurangi biaya modal senilai Rp.1000,- harga bundling = (Rp.10.000 x 2) – Rp.1000 jadi harga bundling Rp. 19.000,-.

Dengan bundling tentunya keuntungan menjadi lebih kecil namun metode bundling ini membuka potensi untuk menjual lebih banyak dengan begitu keuntungan kamu pun semakin besar.

6. Food Cost

Selanjutnya kamu juga bisa menghitung Food Cost sebagai contoh untuk menentukan harga jual nasi goreng spesial dengan menggunakan food cost sebesar 37% adalah sebagai berikut:

Bahan-bahan:

  • Ayam Rp.8.000,-
  • Nasi Rp.2000,-
  • Telor Rp.1.000,-
  • Bumbu Rp.500,-
  • Minyak Goreng Rp.500,-
  • Gas Rp.500,-
  • Service Rp.500,-
  • Total Rp.13.500,-

Harga Jual: Rp.13.000,- x 100/ 37= Rp.1350.000/37= Rp.36.400 / porsi

Ini berarti harga jual minimal untuk nasi goreng spesial bisa senilai Rp.36.400,- pemilik bisnis bisa melakukan pembulatan nilai harga jual misalnya menjadi Rp.36.500,- atau menjadi Rp.36.000,-

Itulah beberapa langkah cara menghitung harga jual makanan per porsi yang harus diketahui pembisnis pemula agar mendapatkan keuntungan yang pas dan terhindar dari kerugian. Harga jual per porsi berkaitan dengan segmen pasar yang di bidik.

Jadi, sudah tentu untuk pebisnis kuliner baru harga harus dibuat sewajarnya agar konsumen tidak merasa kecewa.

Faktor Penentu Harga Jual Makanan

Nah, selain mengetahui cara menghitung harga jual makanan per porsi selanjutnya kamu juga perlu mengetahui faktor penentu harga jual makanan itu apa saja. dan ini merupakan penjelasannya:

1. Target pasar

Harga harus mengikuti target pasar yang ingin kamu sasar. Harga jual untuk orang kantoran tentunya berbeda dengan bisnis kuliner yang menyasar mahasiswa. Dan tentunya sebagai pelaku bisnis perlu mempertimbangkan hal tersebut

Tidak hanya itu, lokasi bisnis juga bisa sangat menentukan wilayah perumahan elite dan biasa tentunya akan berbeda.

2. Hitung Biaya Modal dan Ongkos Produksi

Bagi kamu pembisnis ini juga sangat penting pasalnya harga jual selalu terkait dengan biaya produksi seperti bahan baku dan lainnya. modal ini perlu ditambah dengan ongkos produksi.

Jika perlu mengolah makanan dengan digoreng kamu perlu menambah biaya gas dan lainnya.

3. Mengetahui harga Kompetitor

Melihat harga yang ditetapkan oleh kompetitor juga jadi strategi yang membuat harga jual tersebut lebih murah dimana kamu bisa mengedepankan value for money.

4. Patok Persentase Keuntungan

Sebagai pelaku bisnis kamu juga perlu tahu berapa nilai keuntungan yang ingin kamu dapatkan. Sejumlah pelaku usaha mematok 5-6% pada awal bisnis mereka kemudian menaikkannya hingga batas tertentu.

5. Berikan Value Tambahan

Value atau nilai tambah dalam bisnis makanan juga sangat berpengaruh pada harga loh tempat kuliner yang menawarkan kenyamanan biasanya punya harga yang lebih tinggi.

Seperti halnya kafe yang dilengkapi akses WIFI colokan listrik dan toilet bersih tentunya akan membuat pengunjung betah.

Manfaat Menentukan Harga Jual Per Porsi

Selain mengetahui cara menghitung harga jual makanan per porsi kamu juga perlu apa saja manfaat dari menentukan harga jual per porsi. Ini penjelasan lengkapnya:

  • Memperoleh laba dari penetapan harga suatu produk
  • Memperoleh manfaat non laba seperti menunjukan kualitas produk, citra perusahaan, untuk mempertahankan posisi perusahaan dalam pasar
  • Dan menentukan target pengembalian investasi
  • Selain itu, dapat mengetahui berapa besarnya biaya yang dikorbankan dalam pengolahan bahan baku menjadi barang atau jasa yang siap di makan
  • Mempermudah menghitung keuntungan yang didapatkan
  • Dan masih banyak lagi manfaat lainnya

Demikianlah penjelasan mengenai cara menghitung harga jual makanan per porsi yang perlu kamu ketahui sebagai informasi baru yang mungkin belum kamu ketahui semoga bermanfaat.

FAQ | Pertanyaan Seputar Cara Menghitung Harga Jual Makanan Per Porsi

Harga Jual Adalah?

Jadi harga jual adalah harga yang diperoleh dari penjumlahan biaya produksi total ditambah dengan mark up yang digunakan untuk menutup biaya overhead pabrik perusahaan.

Apakah Menentukan Harga Jual Dapat Mempengaruhi Laba?

Tentunya akan dapat mempengaruhi laba yang ingin dicapai perusahaan dan juga berpengaruh terhadap kelangsungan hidup perusahaan.

Artikel Menarik Lainnya: