Cara Resign yang Baik dan Contoh Suratnya

Gambar dibuat dengan Canva Pro

Pada suatu titik dalam kehidupan, akan ada momen di mana kita berpikir untuk meninggalkan pekerjaan yang saat ini dijalani. Atau, Anda mungkin sedang mengalaminya sekarang.

Ada banyak hal yang mungkin mendorong Anda untuk berpikir demikian.

Entah karena tak cocok dengan lingkungan kerjanya, gaji yang diperoleh tak lagi mencukupi kebutuhan sehari-hari, mengharapkan jenjang karier yang lebih baik, atau bahkan ingin melakukan career switch atau berpindah bidang karier.

Jika Anda sedang berada di titik tersebut, tentu hal ini bukanlah keputusan yang mudah untuk diambil.

Ada banyak pertimbangan yang harus dipikirkan. Apakah Anda sudah mendapat pengganti yang lebih baik setelah resign? Apakah Anda sudah mengantongi dana untuk menghidupi diri sendiri selama belum mendapat pekerjaan baru?

Tentunya Anda tak bisa bersikap impulsif, yang artinya memutuskan resign tanpa pemikiran jangka panjang. Sebab jika salah mengambil langkah, Anda bisa menyesal di kemudian hari.

Jika sudah mantap mengundurkan diri dari perusahaan, Anda perlu berpamitan dengan cara baik-baik. Sebab ini akan memberikan dampak yang signifikan pada reputasi dan hubungan profesional kita.

Bagaimanapun, resign bukanlah akhir dari hubungan dengan perusahaan. Bisa jadi, suatu hari nanti perusahaan akan menjadi mitra bisnis kita atau Anda mungkin akan di-hire kembali untuk posisi yang sama dengan tawaran yang lebih menarik.

Karena itu, ada prosedur yang harus dilakukan sebelum memutuskan mengundurkan diri dari perusahaan.

Umumnya, karyawan harus berdiskusi terlebih dahulu dengan atasan dan HRD sembari menyerahkan surat pengunduran diri. Surat ini sebaiknya dibuat dengan baik agar bisa memberikan gambaran secara singkat mengenai alasan karyawan mengundurkan diri.

Contoh Surat Pengunduran Diri

Untuk memudahkan Anda menulisnya, berikut ini contoh surat pengunduran diri yang bisa Anda jadikan sebagai referensi:

Cara Resign yang Baik dan Contoh Suratnya

Anda dapat menggunakan template berikut ini untuk menuliskan surat pengunduran diri agar bisa disesuaikan dengan situasi dan kebutuhan.

Cara Resign yang Baik dan Contoh Suratnya

Setelah surat tersebut ditinjau, atasan dan HRD bisa memberikan keputusan, apakah akan menyetujui atau menolak permintaan resign yang diajukan karyawan.

Jika disetujui, maka proses selanjutnya adalah menunggu one-month atau two-month notice, di mana periodenya disesuaikan dengan kebijakan perusahaan.

Selama periode notice, kita sebagai karyawan tentunya harus menyelesaikan segala tanggung jawab sebelum meninggalkan perusahaan.

Mulai dari merampungkan semua tugas dan project, melakukan knowledge transfer kepada rekan kerja pengganti, hingga melunasi utang yang mungkin dipinjam saat masih berstatus karyawan.

Itu dari sisi karyawan. Nah, dari sisi perusahaan, proses exit clearance ini harus melalui banyak prosedur yang harus dilalui, seperti melakukan exit interview, menghitung gaji karyawan, dan memvalidasi pengembalian aset perusahaan dari karyawan.

Beruntungnya, proses ini semakin dimudahkan dengan menggunakan aplikasi perkantoran seperti Software HRIS (Human Resource Information System) LinovHR.

Dengan adanya software HRIS, proses offboarding karyawan yang cukup rumit dan kompleks pun bisa dilakukan dengan cepat, mudah, dan akurat.

Hal ini dimungkinkan berkat modul yang relevan di dalamnya, sebut saja modul Personnel Administration yang menyimpan data karyawan, seperti informasi pribadi, status karyawan (apakah PKWT atau PKWTT), gaji dan tunjangan, hingga aset perusahaan.

Selain offboarding karyawan, HR juga memiliki tugas lain yang sama pentingnya bagi keberlangsungan perusahaan.

Dengan Software HRIS LinovHR, tugas HR seperti perhitungan payroll, rekrutmen, absensi, hingga melakukan penilaian kinerja karyawan, semua bisa dilakukan dalam satu software berkat beragam modul yang dimiliki oleh software HR LinovHR.

Tentang Layanan LinovHR

LinovHR menyediakan sistem Human Resource Information System atau HRIS yang dapat menjadi solusi untuk mengatur sistem HR pada bisnis.

Dengan berbagai fitur di dalamnya, software ini membantu Anda mengelola administrasi HRD seperti database karyawan, absensi, hingga mengelola penggajian, termasuk menghitung komponennya seperti Pajak Penghasilan (PPh 21) dan BPJS.

Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut, kunjungi website LinovHR dan segera ajukan demo gratisnya sekarang!

Artikel Menarik Lainnya: