Contoh Cerita Hikayat dan Pesan Moralnya

Gambar dibuat dengan Canva Pro (Premium)

Contoh cerita hikayat dan pesan moralnya akan kamu temukan dalam artikel ini karena tim Mustakim Media akan menjelaskan secara lengkap mulai dari pengertian, jenis hingga contoh cerita hikayat serta pesan moralnya simak artikel ini sampai akhir ya!

Hikayat dan Ciri-Cirinya

Sebelum beranjak ke penjelasan mengenai contoh cerita hikayat dan pesan moralnya alangkah baiknya kita pahami dulu apa itu cerita hikayat dan ciri-cirinya.

Hikayat adalah jenis karya sastra lama yang berbentuk prosa. Dan hikayat ini biasanya mengandung nilai-nilai moral dan sering kali disampaikan secara lisan dan satu generasi ke generasi berikutnya.

Hikayat ini biasanya diawali dengan pembukaan yang panjang dan kemudian menceritakan kisah-kisah yang terkait dengan tokoh heroik atau romantis. Dan tokoh dalam hikayat itu sering kali dipandang sebagai simbol dari kebaikan atau keburukan.

Adapun sejumlah ciri-ciri dalam cerita hikayat yaitu:

  • Hikayat menggunakan bahasa Melayu lama
  • Istanasentris, ceritanya berlatarkan istana
  • Prologis, ceritanya tidak masuk akan atau bersifat khayalan
  • Statis atau bersifat kaku dan tetapi
  • Anonim, pengarang hikayat tidka jelas
  • Hikayat menggunakan kata arkais, yaitu kata-kata yang jarang digunakan seperti syahdan dan sebermula

Struktur Cerita Hikayat

Selain mengetahui pengertian dan juga ciri-ciri dari cerita hikayat ini kamu juga perlu mengetahui beberapa struktur dari cerita hikayat dan berikut penjelasan lengkapnya:

1.Abstrak

Pada dasarnya, dalam penulisan hikayat abstrak bersifat oposional, artinya, abstraksi boleh disertakan dan boleh juga tidak. Dengan begitu struktur abstraksi bergantung dari penulis hikayat itu sendiri.

2. Orientasi

Selanjutnya struktur dari cerita hikayat adalah orientasi, orientasi adalah salah satu bagian teks yang berkaitan dengan beberapa aspek, mulai dari aspek waktu, tempat, dan suasana. Nah, ketiga aspek itu akan mempenagruhi penulisan hikayat.

3. Komplikasi

Komplikasi adalah urutan kejadian yang mengaitkan antara sebab dan akibat komplikasi dapat juga diartikan sebagai puncak masalah dan munculnya konflik dalam alur hikayat.

Nah, konflik tersebut yang sebenarnya mengeluarkan karakter dan watak asli dari tokoh yang diceritakandi dalam hikayat.

4. Evaluasi

Sesuai namanya, evaluasi adalah bagian struktur dalam hikayat yang menjelaskan tentang penyelesaian atau jalan keluar dati suatu masalah.

5. Resolusi

Yaitu bagian yang menawarkan solusi terhadap permasalahan yang sudah diciptakan oleh penulis di dalam hikayat. Setelah kehadrian solusi, biasnaya penulis akan mengarahkan hikayat pada koda.

6. Koda

Istilah koda ini lebih tepat digunakan untuk mengartikan pesan dan amanat yang disampaikan oleh penulis. Jadi, di bagian koda para pembaca hikayat bisa mengambil pelajaran atau pesan moral yang terkandung di dalamnya.

Bentuk-Bentuk Cerita Hikayat

Secara umum, hikayat ini terbagi ke dalam lima bentuk dan berikut penjelasan bentuknya. Yaitu:

1. Hikayat Cerita Rakyat

Hikayat ini menggambarkan cerita rakyat jenaka, umumnya, hikayat ini menceritakan asal muasal suatu tempat atau benda.

2. Roman

Yaitu salah satu hikayat yang mengisahkan tentang kisah asmara atau kisah rumah tangga.

3. Epos

Yaitu merupakan salah satu bentuk hikayat yang menceritakan tentang sosok kepahlawanan di masa lalu.

4. Tambeh

Yaitu adalah hikayat yang mengisahkan pedoman kehidupan sebagai manusia, sehingga di dalam ceritanya banyak mengandung pelajaran yang dapat dipetik.

5. Chara

Yaitu hikayat yang bentuknya fokus pada seorang tokoh yang memiliki siat terpuji, jadi, chara dapat dikategorikan ke dalam jenis hikayat biografi.

Jenis-Jenis Hikayat

Sebagai informasi, hikayat ini terbagi ke dalam dua jenis, yakni jenis hikayat berdasarkan isinya dan berdasarkan asalnya, dan untuk lebih jelasnya kamu bisa simak penjelasannya di bawah ini.

1. Jenis Teks Hikayat Berdasarkan Isinya

Teks berdasarkan isinya terbagi lagi beberapa jenis, seperti:

2. Jenis Teks Hikayat berdasarkan asalnya

Berikut jenis hikayat berdasarkan asalnya yaitu dari Melayu asli, Jawa, Hindu (india) atau Arab-Persia.

Contoh Cerita Hikayat dan Pesan Moralnya

Jika kamu sudah paham mengenai apa itu hikayat berikut bentuk, dan jenisnya berikut kami berikan contoh cerita hikayat dan pesan moralnya, di bawah ini.

1. Contoh Cerita Hikayat dan Pesan Moralnya Satu

Baginda Raja Indera Bungsu sangat bahagia melihat kepulangan kedua putranya yang didampingi juga oleh istrinya.

Indera Bangsawan juga langsung menyerahkan buluh perindu yang diidamkan ayahnya. Sang ayah bertambah bahagia dan langsung mengangkat Indera Bangsawan menjadi raja untuk menggantikan posisinya.

Untuk membalas kebaikan hati kakaknya yang mau mencarinya untuk menyembuhkannya, Indera Bangsawan memberi Syah Fri Batu Hikmat.

Dan batu Hikmat tersebut dapat dimanfaatkan Syah Fri untuk dijadikan sebuah kerajaan lengkap dengan abdi kerajaan, rakyat, dan perlengkapan kerajaan.

Akhirnya kedua kerajaan itu berkembang bersama, saling bahu membahu untuk menciptakan kerukunan, kemakmuran dan perdamaian.

Jadi pesan moral dari cerita hikayat yang pertama ini adalah tentang saling tolong menolong dan kerjasama serta saling menghargai satu sama lain.

2. Contoh Cerita Hikayat dan Pesan Moralnya Dua

Pada suatu hari Raja Indera Bungsu dari kerajaan Kobat Syahrila menginginkan anak. Lantas beliau mengutus orang-orang yang dipertintah oleh patinya untuk membaca do’a qunut dan bersedekah.

Tak lama kemudian, istrinya Putri Siti Kendi hamil dan melahirkan putera kembar, Putra yang sulung lahir dengan panah dan diberi nama Syah Fri. Dan putra yang bungsu lahir dengan sebilah pedang yang bernama Indera Bangsawan.

Sejak kecil kedua anak baginda itu di didik dengan baik dan mereka tumbuh dengan akhlak yang perilaku terpuji dan sangat baik.

Pesan moral dari hikayat di atas adalah selalu memanjatkan doa dan percaya kepada kuasa Tuhan dan Tuhan akan mengabulkan doa setiap para hambanya.

3. Contoh Cerita Hikayat dan Pesan Moralnya 3

Dikisahkan tiga pemuda yang senantiasa berkeliaran bernama Ifan, Aldi dan Sigit dan selama perjalanan mereka membawa perbekalan seperti susu, daging, nasi dan buah-buahan.

Hingga suatu hari mereka tiba di hutan dan merasa lapar namun makanan telah habis. Saat semuanya sedang memikirkan dan mencoba memecahkan masalah akhirnya mereka berhenti di pohon yang rindang.

Lalu Ifan berkata “Apabila ada nasi, maka aku akan segera menyantapnya sendiri” lalu Sigit berkata “Saat aku teramat lapar, maka aku mampu menyantap lebih dari sepuluh ayam goreng” namun, Aldi hanya mengharapkan satu mangkuk nasi dan lauk.

Dan tiba-tiba semua harapan mereka terwujud. Namun, apa yang terjadi Aldi yang sudah makan terasa bugar karena hanya memakan semangkuk nasi dan lauk, sedangkan Sigit dan Ifan di kejar makanan yang menjadi hidup karena tidak di habiskan.

Dan akhirnya Aldi melanjutkan perjalanan sendirian. Jadi, pesan moralnya adalah sebagai pengembara jangan bersikap tamak termasuk dalam menyantap makanan karena ada banyak di luar sana yang sulit mencari makanan.

Akhir Kata

Demikian penjelasan mengenai contoh cerita hikayat dan pesan moralnya semoga apa yang kami sampaikan dapat bermanfaat ya!

Artikel Menarik Lainnya: