7 Contoh Minat dan Bakat Mahasiswa untuk Beasiswa

Gambar dibuat dengan Canva Pro (Premium)

Pernahkah kamu mendengar istilah minat dan bakat? Jika belum, pahami contoh minat dan bakat , perbedaan keduanya, jenis, dan contohnya melalui informasi berikut ini.

Perbedaan Bakat dan Minat

Minat merupakan ketertarikan seseorang pada sesuatu hingga terdorong untuk mengembangkan minat tersebut. Ketika seseorang punya keinginan pada suatu hal, secara tak langsung mereka akan menyalurkan kemampuan yang dimiliki.

Sementara itu, bakat atau kemampuan merupakan bawaan dari lahir. Secara tak langsung, seseorang dapat menemukan hal yang mereka kuasai. Meski begitu, kemampuan setiap manusia harus dilatih agar lebih maksimal.

1. Bakat Adalah Bawaan Lahir

Bakat juga sering diartikan kecerdasan yang dimiliki sejak di dalam kandungan. Jika seseorang memiliki bakat tertentu, biasanya akan lebih cepat menguasai bidangnya. Misalnya, berbakat menjadi penyanyi maka tak sulit dalam menguasai nada dan lagu.

Ketika mereka sudah berlatih dan terus menekuni bakatnya, lama kelamaan akan menjadi profesional dalam bidang tersebut. Kemampuan seseorang beragam mulai dari verbal, numerical, skolatikal, dan masih banyak lagi.

2. Minat Berasal dari Daya Tarik

Berbeda dengan bakat, kegemaran seseorang terhadap sesuatu biasanya dijalani dengan sepenuh hati sehingga tidak akan terasa terbebani. Hasilnya sangat memuaskan seperti seseorang berbakat yang terus melatih kemampuannya.

Kalau kamu ingin tahu minat dan bakat terhadap suatu hal, maka diperlukan eksplorasi diri untuk mengukurnya.

3. Bakat tidak Butuh Stimulus

Bakat tidak membutuhkan stimulus sedangkan minat sangat membutuhkannya. Seseorang yang sudah punya bakat dari lahir tidak perlu eksplorasi untuk mengetahuinya. Mereka yang berbakat terhadap sesuatu hanya perlu mengasahnya.

Sedangkan minat membutuhkan stimulus untuk mendapatkan hasil yang optimal. Ketika kamu berminat tapi kurang berbakat, kamu harus belajar lebih efektif untuk mendapatkan hasil yang bagus.

4. Keduanya Tetap Perlu Diasah

Baik minat atau pun bakat tetap perlu dipelajari secara maksimal. Kemampuan yang dimiliki akan tetap stagnan ketika jarang dikembangkan. Boleh jadi seorang yang berbakat bisa dikalahkan dengan seseorang yang terus meningkatkan kemampuan lewat minatnya.

Penyanyi berbakat dari lahir bisa kalah dengan orang minat menjadi penyanyi dan sering les vokal serta ikut berlomba.

Jenis-Jenis Minat dan Bakat

Baik minat maupun bakat keduanya memiliki beberapa macam. Berikut ini jenis-jenis minat atau bakat secara lengkap:

1. Minat

Ada 2 jenis minat dalam kehidupan seseorang yang berkaitan pada bidang pekerjaan hingga hobby, berikut ini informasinya.

1.1. Minat Vokasional

Minat vokasional adalah ketertarikan pada bidang pekerjaan seperti minat profesional, komersial, hingga kegiatan fisik. Ketertarikan vokasional sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh minat dan bakat vokasional seperti memulai usaha, bekerja di bidang periklanan, berdagang, akuntan, dll.

1.2. Minat Avokasional

Sementara itu minat avokasional merupakan daya tarik seseorang pada suatu hobby. Contohnya bertualang, mendaki, berminat pada dunia hiburan, hingga seni.

2. Bakat

Selain minat, bakat juga ada 2 jenis yakni bakat umum serta bakat khusus. Berikut penjelasannya.

2.1. Bakat Khusus

Bakat khusus adalah kemampuan yang dimiliki setiap individu seperti verbal, numerikal, skolastik, abstrak, mekanik, relasi ruang, ketelitian, bahasa, dll.

2.2. Bakat Umum

Bakat umum merupakan kecakapan yang pasti dimiliki setiap orang seperti berbicara, membaca, menulis, bergerak, berpikir, dll.

Contoh Minat dan Bakat untuk Mahasiswa

Minat atau bakat sering dibicarakan dalam dunia pendidikan, keduanya harus diketahui setiap siswa atau mahasiswa karena sangat penting. Kalau seseorang mengetahui keduanya, maka akan lebih mudah menentukan keputusan untuk masa depan.

Berikut ini contoh minat dan bakat untuk mahasiswa agar bisa menyambut masa depan yang cerah.

1. Seni Visual

Bagi kamu yang punya bakat menggambar atau melukis, bakat tersebut bisa menjadi sumber penghasilan. Kalau sudah ada minat dan bakat pada seni visual, kamu bisa mengembangkannya menjadi illustrator, graphic designer, dan masih banyak lagi.

2. Menulis Karya Fiksi

Bakat menulis karya fiksi dapat ditekuni hingga menjadi sumber penghasilan. Kalau kamu berminat pada tulisan fiksi, kamu bisa melatihnya dengan cara sering membaca karya sastra. Selain itu, kamu bisa mencoba ikut lomba karya fiksi untuk mengasah kemampuan.

3.  Terampil dalam Teknologi

Mahir menggunakan teknologi dan cepat tanggap dalam mengoperasikannya merupakan bakat yang menguntungkan. Kalau kamu sangat tertarik dengan teknologi, kamu bisa mengasah keterampilan untuk menjadi data analis, developer, web programmer, dll.

4. Mahir Berkomunikasi dalam Beberapa Bahasa

Kemampuan multi bahasa akan semakin optimal kalau terus diasah dalam berbagai kesempatan. Jika kamu fasih berkomunikasi dalam berbagai bahasa akan menjadi kemampuan yang berharga. Kamu punya kesempatan memperoleh beasiswa hingga pekerjaan di luar negeri.

Contoh Minat dan Bakat untuk Beasiswa

Bagi yang mau mengikuti beasiswa S1, S2, maupun S3 coba pahami contoh minat dan bakat berdasarkan studi yang akan dipilih.

1. Animasi

Contoh minat dan bakat untuk memperoleh beasiswa adalah ketertarikan pada animasi dan berbakat dalam illustrator. Banyak penawaran beasiswa di Indonesia hingga luar negeri dengan program studi animasi.

2. Kemampuan Analisis, Logika, hingga Kreatif

Kalau kamu sedang berniat mengikuti beasiswa program studi teknik informatika maka harus punya minat dan bakat yang lengkap. Calon penerima beasiswa setidaknya harus memiliki minat atau bakat mulai dari analisis, logika, kreatif, dan masih banyak lagi.

3. Desain Mode

Contoh minat dan bakat berikutnya adalah kemampuan dalam menggambar dan berminat pada dunia fashion. Selain itu, seseorang yang ingin mengikuti beasiswa desain mode sekurang-kurangnya mempunyai kemampuan dalam menjahit dan tahu jenis kain.

Akhir Kata

Untuk kamu yang belum mengenali minat dan bakat baik itu untuk bekerja maupun beasiswa coba kenali dengan melakukan tes. Selain itu, kamu juga bisa melakukan konsultasi dengan guru atau dosen.

Content writer teknologi yang sudah mulai menulis sejak tahun 2017. Terimakasih sudah membaca tulisan saya di sini. Jangan lupa share!

Artikel Menarik Lainnya: