Contoh Use Case Diagram serta Fungsinya

Gambar dibuat dengan Canva Pro (Premium)

Use case diagram merupakan diagram untuk menggambarkan hubungan antara user dan sistem. Seperti apa contoh use case diagram? Pahami contohnya, artinya, serta simbol-simbol use case diagram, hingga fungsinya melalui artikel berikut ini.

Pengertian Use Case Diagram

Use case diagram merupakan salah satu jenis diagram UML yang digunakan untuk menerangkan ikatan antara user sebagai pengguna sistem serta sistem yang digunakan. Contoh paling sederhananya pengguna ATM dan mesin ATM atau bank.

Dengan use case diagram, pengguna akan lebih memahami cara kerja suatu sistem. Hubungan yang dituliskan dalam use case diagram ini biasanya antara manusia serta perangkat.

Fungsi Use Case Diagram

Use case diagram adalah salah satu jenis Unified Modelling Language Diagram. Diagram ini dibuat sebelum masuk ke rancangan data flow diagram. Ada berbagai fungsi dari penggunaan use case diagram, berikut ini informasinya.

1. Menunjukkan Rangkaian Aktivitas Dalam Sebuah Sistem

Salah satu fungsi utama use case diagram adalah menerangkan tahapan-tahapan sebuah sistem yang sedang dibuat. Dengan peta diagram ini, pengembang akan lebih mudah mengelompokkan kebutuhan yang tepat dengan software serta user.

2. Menerangkan Proses Sebuah Bisnis dalam Sistem

Kegunaan use case diagram lainnya adalah untuk merancang urutan sistem agar lebih jelas, mudah dipahami, serta koheren. Dengan membuat use case diagram, tidak akan terjadi kesalahan pada saat sistem mulai dibuat dan diterapkan.

3. Dijadikan Sebagai Media Acuan Antara Pengembang dan Pengguna

Fungsi lainnya adalah sebagai acuan penghubung antara pengembang dengan pengguna. Pengembang dapat menjelaskan sistem yang akan dibuat dan digunakan oleh pengguna atau konsumen.

Unsur-unsur Di dalam Use Case Diagram

Use case diagram harus memiliki komponen, berikut ini daftar komponennya:

1. Aktor

Aktor merupakan pengguna yang nantinya berinteraksi dengan sistem baik secara langsung maupun tidak. Perannya sangat penting karena memudahkan pembuatan use case serta menerangkan siapa yang akan berkomunikasi dengan sistem.

Tak hanya itu, aktor merupakan komponen yang fungsinya menjelaskan serta menerima informasi dari sistem. Akan tetapi, aktor merupakan komponen yang berfungsi untuk menggambarkan bukan mengatur sistem.

2. Use Case

Komponen berikutnya adalah use case yakni gambaran dalam sebuah sistem. Hasilnya, user akan mengetahui setiap fungsi yang dibuat dalam sistem. Use case menunjukkan tindakan yang akan dilakukan user untuk mencapai suatu tujuan.

3. Sistem

Sistem adalah struktur yang menerangkan antara pengguna dan sistem yang digunakan. Dalam use case diagram, sistem tidak dibuat dengan gambar tapi dibuat sesuai label-label.

Arti Hubungan Dalam Use Case Diagram

Terdapat berbagai relasi antara use case diagram, berikut ini contoh relasi dan artinya.

1. Association

Relasi yang pertama adalah Association yang digunakan untuk menandai interaksi antara aktor serta use case. Biasanya pola untuk menggambarkannya dibuat dengan garis-garis penghubung antara pengguna dan sistem.

Contoh Use Case Diagram serta Fungsinya

2. Include

Include adalah garis serta panah yang menerangkan kalau use case A termasuk ke dalam use case B.

Contoh Use Case Diagram serta Fungsinya

3. Extends

Extends adalah garis panah yang fungsinya untuk menjelaskan kalau use case A akan diperluas oleh use case B.

Contoh Use Case Diagram serta Fungsinya

4. Generalisation

Generalisation merupakan relasi antara 2 pengguna, salah satunya berfungsi meng-inherit dan satunya lagi sebagai override.

Simbol dalam Use Case Diagram

Contoh Use Case Diagram serta Fungsinya

Contoh Use Case Diagram Pembayaran OVO

Berikut ini contoh use case diagram mengenai sistem pembayaran via OVO serta penjelasannya:

Contoh Use Case Diagram serta Fungsinya

OVO merupakan aplikasi transaksi digital yang memudahkan pengguna karena bisa membayar apa pun secara online dan pengguna bisa mengumpulkan point. Berikut ini contoh use case diagram dalam pembayaran OVO.

  • User atau Aktor: merupakan pengguna yang mengakses aplikasi OVO dimulai dari login ke aplikasi OVO serta melakukan tindakan pada aplikasi seperti top up, transfer, hingga payment
  • Register: register adalah tindakan pertama yang dilakukan oleh pengguna untuk mengakses aplikasi OVO dan transaksi
  • Login: kalau akun sudah aktif, pengguna harus login supaya bisa mengakses semua fitur di dalam aplikasi OVO
  • Top Up: merupakan kegiatan yang dilakukan pengguna untuk mengisi saldo OVO, pilihannya bisa top up lewat ATM atau M-banking
  • Transfer: Berguna untuk mengirim dan membagi saldo dari aplikasi ke pengguna lain, transfer bisa ke rekening bank atau sesama pengguna OVO
  • Payment: User melakukan pembayaran ketika user memilih menu payment

Contoh Use Case Diagram dari Mesin ATM

Selanjutnya contoh use case diagram tentang mesin ATM:

Contoh Use Case Diagram serta Fungsinya

Berdasarkan contoh use case diagram di atas, aktor yang berinteraksi di dalam sistem terdiri dari nasabah, pihak bank, serta operator ATM. Sementara itu use case terdiri dari session hingga shutdown, inilah penjelasan terkait use case diagram mesin ATM:

  • System Startup: Startup merupakan sistem yang dinyalakan oleh operator saat klik ON maka operator akan memasukkan uang ke dalam mesin brankas ATM. Setelah itu mesin akan terhubung ke bank dan nasabah bisa menggunakan ATM untuk transaksi
  • Shutdown: Merupakan sebuah sistem yang digunakan operator untuk mematikan mesin supaya nasabah tidak bisa menggunakan mesin ATM. Sistem akan berubah ke mode maintenance setelah operator menekan posisi off
  • Session: Merupakan sistem untuk menjelaskan saat nasabah memasukkan kartu ATM ke dalam mesin hingga ATM keluar dari mesin
  • Transferi: Proses pengiriman ke sesama rekening maupun berbeda rekening. Jika berbeda rekening, user perlu memasukkan kode bank
  • Tarik Tunai: Tarik tunai merupakan bagian dari transaksi di mana nasabah mengambil uang
  • Cek Saldo: Fungsinya untuk mengetahui sisa saldo di rekening nasabah

Akhir Kata

Berdasarkan contoh use case diagram, di dalamnya harus memuat aktor, use case, dan sistem. Untuk membuat use case diagram, kamu harus mengidentifikasi dulu aktornya, serta memiliki alat untuk penerapannya. Selain itu, tentukan tindakan yang nantinya dilakukan oleh pengguna.

Artikel Menarik Lainnya: