Resensi Novel Dalam Mihrab Cinta Lengkap [Terbaru]

resensi novel Dalam Mahrab Cinta

Novel dalam mahrab cinta merupakan sebuah karya dari Habiburrahman El Shirazy. Sudah pasti novel yang di angkat pasti bertema religi yang penuh dengan pesan moral.

Jika kamu penasaran dengan buku ini kamu bisa baca resensi novel Dalam Mahrab Cinta di artikel ini. Akan di jelaskan berbagai unsur penting di dalam novel.

Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini ya!

Identitas Novel

Judul NovelDalam Mihrab Cinta
PenulisHabiburrahman El Shirazy
Jumlah halaman217 halaman
Ukuran buku13×19 cm
PenerbitPT. Ihwah Publishing House
KategoriFiksi Religi Romance
Tahun Terbit2007
Harga novelRp. 50.000

Novel ini merupakan sebuah karya dari Habiburrahman El Shirazy yang diterbitkan pada tahun 2007 oleh PT. Ihwah Publishing House

Sinopsis Novel Dalam Mihrab Cinta

Resensi Novel dalam mihrab cinta sinopsisnya Novel ini mengisahkan seorang lelaki bernama Syamsul yang merupakan seorang santri dan merantau ke Kediri.

Untuk mencari pesantren yang bisa melompat ke jenjang yang lebih tinggi.

Ketika di Stasiun ia bertemu dengan seorang gadis bernama Zizi (Zidna Ilma).

Dan menurutnya ia merekomendasikan 3 pesantren yang bagus salah satunya yaitu Pesantren Al-Furqon, milik almarhum ayahnya K.H Baejuri.

Dan Syamsul pun diterima di Pesantren Al-Furqon. Ketika itu temanya Burhan iri melihat Syamsul wanita yang disukainya yaitu Zizi menyukai Syamsul.

Sehingga ia memfitnah Syamsul dengan cara menyuruhnya untuk mengambilkan dompet.

Dan saat itu pihak keamanan sedang berjaga. Dan Syamsul pun langsung di giring menuju gudang dan ia di hajar oleh santri-santri lainnya.

Sehingga Syamsul di giring ke tengah lapangan dan rambutnya digunduli. Ibu bapak Syamsul yang mendengar hal tersebut akhirnya membawa Syamsul pergi dari sana.

Ayah Syamsul merasa kecewa namun Ibu dan Nadia adiknya tidak mempercayai hal tersebut.

Namun, Syamsul akhirnya kabur dari rumah dan pergi ke suatu tempat dan karena ia terdesak tidak memiliki uang akhirnya ia mencuri dan ketahuan.

Ia akhirnya di giring ke penjara namun di selamatkan oleh Nadia adiknya.

Saat perjalanan pulang Syamsul kabur kembali dan ia menginap di mushola ada seseorang baik hati yang mengijinkannya untuk menempati rumah petak.

Dari sanalah kehidupan Syamsul berubah dan ia bertobat dan ia menjadi pengajar privat seorang anak kecil, selain itu ia memiliki banyak tawaran untuk berceramah saat shalat jum’at.

Dan Syamsul menjadi penceramah terkenal bahkan pernah di tawari untuk mengisi acara TV. Dan dari sanalah kehidupannya mulai membaik.

Dan bahkan kini ia sudah memiliki calon bernama Silvie dan mereka akan segera menikah. Hubungan dengan orang tuanya pun mulai membaik.

Namun, naas sebelum menjelang hari pernikahannya Silvie harus meninggal karena sebuah kecelakaan. Dan hal tersebut membuat Syamsul dan keluarga besar sedih dan kecewa.

Dan kejadian masa lalu ternyata telah terungkap selama ini yang selalu mencuri dompet di pesantren adalah Burhan. Dan Burhan akhirnya dijebloskan ke penjara.

Dan Syamsul sekarang dijodohkan kepada Zizi. Apakah mereka akan berjodoh? Yuk, baca kelanjutan kisahnya di buku novel Dalam Mihrab Cinta.

Unsur Intrinsik Novel

Dalam resensi novel dalam mihrab cinta terdapat unsur intrinsiknya yaitu:

1. Tema

Tema yang diangkat dalam novel yaitu tentang kisah relligi dan percintaan.

2. Tokoh dan Penokohan

  • Syamsul, ia sosok yang nekat dan juga pantang menyerah
  • Zidna Ilma, ia seorang gadis yang baik hati, sholehah dan jujur
  • Silvie, ia gadis yang baik hati, dan juga keras kepala
  • K.H Baejuri, ia memiliki sifat yang adil dan tidak pernah marah juga lemah lembut
  • Pak Bambanng (Ayah Syamsul), ia pemarah, dan bijak
  • Burhan, sosok yang angkuh, pilih-pilih teman, pintar mengambil hati, dan suka memfitnah
  • Bu Bambang, sabar
  • Nadia (adik Syamsul), ia baik hati dan juga sangat perhatian kepada kakaknya
  • Dan masih banyak lagi tokoh lainnya

3. Alur

Alur yang digunakan alur maju atau progresif.

4. Latar Waktu

Latar waktu yang digunakan yaitu pagi hari, siang hari dan juga malam hari.

5. Latar Tempat

Latar tempat dalam novel yaitu: stasiun Pekalongan, Kereta api, Pesantren Al-furqon, kamar tamu, masjid, warung.

kamar santri, gudang, halaman pondok, Kota Semarang, Pasar Johar, kantor polisi dan masih banyak lagi latar tempat lainnya.

6. Sudut Pandang

Sudut pandang yang digunakan yaitu sudut pandang orang ketiga yang serba tahu.

7. Gaya Bahasa

Gaya bahasa yang digunakan banyak menggunakan bahasa Jawa dan Indonesia yang cukup dapat dipahami dan mudah dimengerti.

8. Amanat

Jangan pernah menilai orang dari luarnya saja, dan jangan pernah menghakimi seseorang dengan semena-mena. Harusnya di selidiki terlebih dahulu apakah orang itu bersalah atau tidak.

Dan sebagai orang tua harusnya bisa mempercayai anaknya sendiri di banding dengan perkataan dan tuduhan orang lain.

Unsur Ekstrinsik Novel

Berikut merupakan unsur ekstrinsik dari novel Dalam Mihrab Cinta, diantaranya adalah:

1. Nilai Sosial

Nilai sosial yang terkandung yaitu sikap Zizi yang yang membantu orang lain meski belum di kenal yaitu saat Syamsul menanyakan sesuatu.

2. Nilai Moral

Sikap orang-orang pesantren yang main hakim sendiri itu merupakan perbuatan yang tidak terpuji dan tidak baik untuk di contoh.

Kelebihan Novel

  • Banyak memberikan pesan moral
  • Mencontohkan hal-hal positif yang sesuai akidah islam
  • Mengajarkan arti kesabaran dan pentingnya kerja keras
  • Bahasa yang ringan dan mudah dipahami

Kekurangan Novel

  • Cover kurang menonjol sedikit buram
  • Harga novel terlalu mahal

Pesan Moral Novel Dalam Mihrab Cinta

Terakhir dari resensi novel dalam mahrab cinta yaitu pesan moral yang terkandung dalam novel yaitu:

Jangan pernah menilai orang dari luarnya saja, dan jangan pernah menghakimi seseorang dengan semena-mena. Harusnya di selidiki terlebih dahulu apakah orang itu bersalah atau tidak.

Dan sebagai orang tua harusnya bisa mempercayai anaknya sendiri di banding dengan perkataan dan tuduhan orang lain.

Artikel Menarik Lainnya: