Metode Penelitian Administrasi: Pengertian, Jenis & Contoh

Metode Penelitian Administrasi adalah

Ada berbagai macam metode penelitian salah satunya adalah metode penelitian administrasi.

Metode Penelitian Administrasi adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.

Agar lebih memahami apa itu metode penelitian administrasi kamu bisa membaca artikel ini sampai selesai karena di sini akan dijelaskan secara lengkap mengenai pengertian secara umum maupun para ahli.

Bukan hanya itu kamu juga akan memahami jenis-jenis metode penelitian administrasi beserta contoh dari penelitian administrasi. Di simak yuk!

Pengertian Metode Penelitian Administrasi

Berikut beberapa pengertian metode penelitian administrasi baik secara umum maupun menurut para ahli. Diantaranya adalah:

1. Secara Umum

Pengertian secara umum metode penelitian administrasi adalah sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data valid dengan tujuan dapat ditemukan, dibuktikan, dan dikembangkan.

Suatu pengetahuan tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisifasi masalah dalam bidang administrasi dan manajemen.

2. Menurut Para Ahli

  • Menurut Gay (1977)

Menyatakan bahwa sebenarnya sulit untuk membedakan antara penelitian murni (dasar) dan terapan secara terpisah karena keduanya terletak pada satu garis kontingen.

Penelitian dasar bertujuan untuk mengembangkan teori dan tidak memperhatikan kegunaan yang langsung bersifat praktis.

Penelitian dasar pada umumnya dilakukan pada laboraturium yang kondisinya terkontrol.

Penelitian terapan dilakukan dengan tujuan menerapkan, menguji, dan mengevaluasi kemampuan suatu teori yang diterapkan dalam memecahkan masalah praktis.

Jadi penelitian murni/dasar berkenaan dengan penemuan dan pengembangan ilmu.

Setelah ilmu tersebut digunakan untuk memecahkan masalah, maka penelitian tersebut akan menjadi penelitian terapan.

  • Menurut Jujun. S Suriasumantri (1985)

Menyatakan bahwa penelitian dasar atau murni adalah penelitian yang bertujuan menemukan pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah diketahui.

Sedangkan penelitian terapan adalah bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah kehidupan praktis.

  • Menurut Nazir (2014)

Penelitian merupakan suatu kegiatan yang ditujukan untuk menyelidiki sebuah keadaan dari, sebuah alasan dari, beserta konsekuensi-konsekuensi terhadap suatu set keadaan khusus, bisa sebuah fenomena atau variabel.

Jenis-Jenis Metode Penelitian Administrasi

Berikut ini dikemukakan berbagai jenis penelitian yang dapat digunakan untuk penelitian dalam bidang administrasi dan manajemen.

Baik penelitian yang bersifat akademik, profesional dan institusional.
Penelitian akademi merupakan penelitian yang dilakukan oleh para mahasiswa dalam membuat skripsi, tesis dan disertasi.

Penelitian ini merupakan sarana edukatif, sehingga lebih mementingkan validitas internal, variabel penelitian terbatas, serta kecanggihan analisis.

Disesuaikan dengan jenjang pendidikan baik S1, S2, maupun S3.

Penelitian profesional merupakan penelitian yang dilakukan oleh orang yang berprofesi sebagai peneliti, peneliti di LIPI, Litbang Lembaga pemerintah dan Swasta.

Tujuannya adalah untuk mendapatkan pengetahuan baru yang berkenaan dengan ilmu, teknologi, dan seni.

Variabel penelitian lengkap, kecanggihan analisis disesuaikan untuk kepentingan masyarakat ilmiah.

Untuk itu penelitiannya harus dilakukan dengan cara yang betul, dan hasilnya berguna untuk pengembangan ilmu.

Penelitian institusional merupakan penilaian yang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang dapat digunakan untuk pengembangan kelembagaan.

Hasil penelitian akan berguna bagi pemimpin, manajer atau direktur.
Oleh karena itu hasil penelitian lebih menekankan pada validitas eksternal.

Variabel dan kecanggihan analisis disesuaikan untuk pengambilan keputusan.

Jenis-jenis penelitian dapat dikelompokkan menurut tujuan, pendekatan, tingkat eksplanasi dan analisis dan jenis data.

Dan kali ini saya akan membahas jenis-jenis penelitian menurut metode diantaranya adalah:

1. Penelitian Survey

Penelitian survei pada umumnya dilakukan untuk mengambil suatu generalisasi dari pengamatan yang tidak mendalam.

Penelitian ini dilakukan pada populasi besar maupun kecil tetapi data dipelajari adalah satu dari sampel yang diambil dari populasi tersebut.

Sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi, dan hubungan-hubungan antar variabel sosiologis maupun psikologis.

2. Penelitian Ex Post Facto

Adalah suatu penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dan kemudian merunut kebelakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan timbulnya kejadian tersebut.

3. Penelitian Eksperimen

Penelitian dengan pendekatan eksperimen adalah suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variable tertentu terhadap variabel yang lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat.

4. Penelitian Naturalistik

Metode ini sering disebut metode penelitian kualitatif yaitu metode yang meneliti pada kondisi obyek alamiah dimana peneliti adalah instrumen kunci.

Tehnik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan) analisis bersifat induktif dan penelitian menekankan makna pada generalisasi.

5. Policy Research

Yaitu penelitian kebijaksanaan penelitian yang dilakukan pada, atau analisis terhadap masalah-masalah sosial mendasar.

Sehingga temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk bertindak secara praktis dalam menyelesaikan masalah.

6. Action Research

Merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan metode, kerja yang paling efisien, sehingga biaya produksi dapat ditekan dan produktifitas lembaga meningkat.

7. Penelitian Evaluasi

Penelitian ini dapat dinyatakan sebagai evaluasi tetapi dalam hal lain juga dapat dinyatakan sebagai penelitian. Ada dua penelitian evaluasi yaitu evaluasi pormatif dan evaluasi sumatif.

8. Penelitian Sejarah

Penelitian ini berkenaan dengan analisis terhadap kejadian-kejadian yang berlangsung dimasa lalu.

Contoh Metode Penelitian Administrasi

Berikut merupakan contoh metode penelitian administrasi adalah Contoh misalnya dalam kasus korupsi, jumlah yang di korupsi sebenarnya 200 milyar.

Sementara peneliti melaporkan jauh di bawah atau di atas 200 milyar, maka dapat derajat validitas hasil penelitian itu rendah.

Atau misalnya suatu pemerintahan dimana ada unit kerja tersebut iklim kerjanya sangat bagus, sementara peneliti melaporkan iklim kerjanya tidak bagus maka data dilaporkan tersebut tidak valid.

Sehingga penelitian membutuhkan validitas dan objektivitas pada uji reliabilitas maka terdapat kecenderungan data tersebut akan menjadi valid. Yang valid pasti reliabel dan objektif.

Artikel Menarik Lainnya: