4 Jenis Dana dalam Agama Budha

4 Jenis Dana dalam Agama Budha

Agama Budha memiliki cara memberi yang cukup berbeda dalam agama Budha itu sendiri pemberian itu disebut “Dana” tetapi Dana ini tidak cukup disebut sebagai pemberian berupa materi saja.

Dimana pemberian dalam Dana ini yaitu memberi dengan tulus, ikhlas, baik materi, tenaga, rasa aman, tidak membuat makhluk menderita, memaafkan atau ajaran dan nasehat baik. di artikel ini akan dijelaskan 4 jenis Dana dalam agama Budha simak sampai akhir ya!

Pengertian Dana dalam Agama Budha

Jadi Dana di agama Budha adalah pemberian yang tulus, ikhlas atau melepaskan apa yang kita miliki baik itu berupa uang atau barang “materi”, tenaga, rasa aman, tidak membuat makhluk lain menderita, memaafkan dan ajaran atau nasihat yang baik.

Hal pemberian/berdana dalam perspektif Buddhis bukan hanya sebatas memberi santunan kepada orang-orang kurang mampu atau miskin saja.

Di dalam kitab suci agama Buddha “Tipitaka” banyak diceritakan bahwa Buddha dan para Bikkhu mendapat banyak penghormatan dari para raja dan sodagar-sodagar kaya lainnya.

Tapi para Bikkhu dan Budha justru banyak mengunjungi orang-orang miskin untuk menerima persembahan makanan “Pindapata” dari mereka. Mengapa hal tersebut terjadi?

Karena di sini para Buddha dan para Bhikku lainnya mengajarkan kepada orang kurang mampu untuk berlatih memberi dan mau berdana, Buddha menuntun mereka untuk mengubah nasibnya.

Mereka meyakini jika kehidupan saat ini menjadi orang miskin dikarenakan pada kehidupan masa lalunya ia tidak suka berdana. Sesuai dengan hukum karma sehingga saat kehidupan selanjutnya ia kekurangan materi.

4 Jenis Dana Dalam Agama Buddha

Perlu kamu ketahui ada berbagai jenis Dana atau permberian dalam agama Buddha. Memberi “Dana” merupakan perbuatan yang paling mudah dilakukan dan merupakan awal dari semua perbuatan baik lainnya.

Karena pengertian berdana itu sangat luas dan bukan hanya dengan satu cara saja untuk melakukannya. Dana tidak hanya berbentuk uang atau materi, tetapi bisa berbentuk tenaga bisa berbentuk nasihat dan lain sebagainya.

Dari pengertian Dana dalam Agama Buddha dikelompokkan ke dalam empat bentuk yang bisa dilakukan atau ada 4 jenis Dana dalam agama Buddha, berikut penjelasannya

1. Amisa Buddha

Yang pertama yaitu ada Amisa Buddha yaitu dana materi yang kita miliki seperti halnya memberi pakaian, makanan, air minum, obat, tempat tinggal, bunga, lilin, dan juga dupa.

2. Paricaya Dana

Selanjutnya ada juga Paricaya Dana dimana dana atau pemberian yang diberikan ini berupa tenaga seperti membantu pekerjaan orang lain, membantu membangun fasilitas umum dan lain sebagainya.

3. Abhaya Dana

Selanjutnya ada juga Abaya Dana yaitu dana atau pemberian dalam bentuk memaafkan, tidak menyakiti makhluk lain, memberikan rasa nyaman kepada orang lain, dan menyelamatkan kehidupan makhluk yang tertindas.

4. Dhamma Dana

Dan terakhir jenis dana Dhamma Dana yaitu dana atau pemberian dalam bentuk ajaran dimana menunjukan jalan kebenaran dan orang yang telah ditunjukan mengikuti jalan kebenaran itu sendiri.

Atau bisa juga seperti dengan cara ceramah, cetak buku dhamma, cetak vcd atau dvd dhamma dengan harapan bagi orang yang mendengar atau membaca mengikuti jalan yang telah ditunjukkan.

Berdasarkan keempat bentuk dana tersebut Dhamma Dana adalah bentuk dana yang tertinggi di bandingkan dana lainnya. Dan pemberian dana yang dilakukan di atas dorongan orang lain dinamakan “Shankara Dana”.

Ini tidak semulia pemberian yang dilakukan dengan penuh kesadaran tanpa dorongan orang lain karena telah memahami benar yang berakibat akan menghasilkan kemajuan batin.

Dalam berdana diawali dengan kehendak “cetana” seseorang yang diliputi perasaan senang baik sebelum memberi dana “Pubbacetana” dan sesudah memberi dana “Apara cetana”.

Dan dengan terpenuhinya ketiga faktor tersebut, yang menunjukan keikhlasan dati dalam berbuat, perbuatan dana dapat menghasilkan buah kebajikan yang sepenuhnya.

Dengan demikian maka inilah yang disebut pemberian dalam ajaran Buddha yang berakibat memiliki kebahagiaan di kedua dunia, yaitu kehidupan saat ini atau kehidupan setelah kematian.

Buah Jasa dari Dana dengan Hakikat/ Sifat Perbuatannya

Di dalam Velamaka Sutta, jadi ada urutan dari pada buah jasa yang diperoleh sesuai dengan tingkat-tingkat si penerima dan sesuai dengan hakikat/sifat perbuatan Dana tersebut adalah sebagai berikut:

Memberikan makanan kepada seseorang yang telah mencapai kesucian tingkat Sotapanna (tingkat pertama)

Akan menghasilkan buah jasa yang lebih banyak daripada memberikan Dana ke 4 jurusan, yang dilakukan oleh Brahmana Velamaka selama 7 tahun 7 bulan dan 7 hari.

  • Memberikan makanan sekali kepada seorang Sakadagami (kesucian kedua) akan lebih banyak menghasilkan buah daripada 100 orang Sotapana
  • Kepada seorang Anagami akan menghasilkan buah jasa lebih banyak daripada 100 orang Sakadagami
  • Kepada seorang Arahat (kesucian terakhir) akan menghasilkan buah jasa yang lebih banyak daripada 100 orang Anagami (kesucian ketiga)
  • Kepada seorang Pacceka Buddha (Buddha “diam”) akan menghasilkan buah jasa yang lebih banyak daripada 100 orang Arahat
  • Kepada seorang Samma Sambuddha (Buddha “Sempurna”) akan menghasilkan buah jasa yang jauh lebih banyak daripada 100 orang Pacekka Buddha
  • Pemberian kepada Sangha (Pesamuan Para Bhikku), akan menghasilkan buah jasa jauh lebih banyak daripada Samma-Sambuddha
  • Pemberian sebuah Catudisa Sanghika Vihara menghasilkan buah jasa yang jauh lebih banyak. Ini adalah pemberian berupa dana materi yang tertinggi
  • Lebih menghasilkan buah jasa yang besar adalah berllindung kepada sang Tiratana
  • Lebih menghasilkan buah jasa yang besar adalah memathui/melaksanakan Pancasila Buddhis
  • Lebih menghasilkan buah jasa yang besar adalah melatih Samatha Bhavana untuk beberapa saat
  • Lebih menghasilkan buah jasa yang besar adalah melatih Vipassana Bhavana/ meditasi pandangan terang

Nah, bagi seseorang dapat mencapai Nibbana dengan salah satu dari lima cara berikut di bawah ini:

  • Sebagai seorang Savaka Buddha atau seorang Arahat, pengikut Ariya biasa dari Sang Buddha
  • Sebagai seorang Mahavasaka atau pengikut sang Buddha dengan disertai suatu kemampuan istimewa di zaman sang Buddha ada 80 Mahasavaka
  • Sebagai seorang Aggasavaka atau pengikut Utama sang Buddha. Setiap Buddha selalu mempunyai 2 orang Aggasavaka, yaitu pengikut Utama sebelah kiri dan pengikut utama sebelah kanan
  • Sebagai seorang Pacceka Buddha atau Buddha diam (tak mempunyai kemampuan untuk membimbing orang lain menuju pencapaian tingkat kesucian)
  • Sebagai seorang Sammasambuddha atau seorang Buddha yang maha sempurna. Mencapainya dengan usaha sendiri, dan dapat membimbing orang lain menuju pencapaian tingkat kesucian

Dan untuk mencapai tingkat kesucian Sammasambuddha, seseorang harus memenuhi syarat melakukan tiga macam Paramita. Untuk menjadi seorang Pacceka Buddha dan Aggasavaka seorang harus melakukan dua macam paramita.

Sedangkan jika ingin menjadi Arahat biasa (Savaka Buddha atau Mahasavaka) dibutuhkan satu macam paramita saja, penjelasan singkat ini diharapkan dapat memberikan gambaran bagaimana cara melakukan pemberian yang baik

Akhir Kata

Demikian penjelasan mengenai 4 jenis dana dalam Agama Buddha yang perlu kamu ketahui serta pengertian dana juga buah jasa dari Dana dengan hakikat atau sifat perbuatannya. Semoga bermanfaat!

Suka membaca novel dan dunia literasi. Menuangkan ke dalam tulisan agar banyak orang yang tahu apa yang aku baca hari ini.

Artikel Menarik Lainnya: