Anggaran Biaya Dalam Proposal Berisi Apa Saja?

Anggaran Biaya Dalam Proposal Berisi Apa Saja?

Gambar dibuat di canva

Anggaran biaya dalam proposal berisi apa saja? Anggaran biaya adalah salah satu bagian penting yang harus ada dan dituliskan dalam proposal.

Karena dari sinilah orang yang menerima proposal akan mengetahui anggaran yang dibutuhkan, rincian biayanya untuk apa saja dan kemana dana tersebut akan disalurkan.

Sebagai orang yang akan membuat proposal, kamu tentu wajib tahu apa saja isi dari anggaran biaya dalam proposal.

Di sini akan saya jelaskan bagian-bagian penting yang harus dan perlu kamu masukkan ke dalam proposal bagian rincian anggaran biaya.

Apa itu Anggaran Biaya Dalam Proposal?

Proposal merupakan pengajuan penawaran ide, gagasan sesuatu hal kepada pihak tertentu untuk mendapatkan support, izin, bantuan dana dan hal lainnya.

Sedangkan anggaran biaya merupakan detail atau rincian kebutuhan pendanaan terkait dengan kebutuhan kegiatan atau hal yang menjadi acara dalam proposal.

Anggaran biaya dalam proposal harus dapat menjelaskan secara rinci detail dari kebutuhan anggaran biaya yang dibutuhkan untuk kelangsungan kegiatan atau acaranya.

Anggaran biaya harus bisa menjelaskan dengan baik kepada pembaca terkait dengan kebutuhan pembiayaan acara atau kegiatan dimaksud dalam proposal.

Tentu dalam perinciannya harus jelas dan detail sehingga akan lebih mudah dipahami oleh pembaca.

Baca juga: Bagian Penutup Proposal Berisi Antara Lain

Anggaran Biaya Dalam Proposal Berisi?

Anggaran biaya dalam proposal berisi rincian perkiraan pembiayaan dan alokasi dana yang dibutuhkan. Anggaran biaya dalam proposal mencakup beberapa hal, di antaranya:

1. Rincian Biaya Administrasi

Biaya administrasi perlu dicantumkan ke dalam proposal. Karena hal ini sudah pasti akan memakan biaya yang tidak sedikit. Adapun rincian biaya administrasi ini mencakup hal berikut:

  • Kebutuhan ATK
  • Kertas laporan
  • Perlengkapan acara (sesuai jenis acara)
  • Sound sistem (disesuaikan dengan jenis acara)
  • Tenda (jika perlu)
  • Name tag panitia
  • Name tag peserta, dan
  • Lain-lain

2. Rincian Peralatan yang Dibutuhkan

Selain itu, kamu juga harus menuliskan beragam kebutuhan alat yang akan digunakan dalam acara. Kamu harus menuliskan apa saja alat yang akan digunakan ke dalam proposal.

Adapun beberapa jenis alat yang akan kamu butuhkan dan harus kamu cantumkan ke dalam proposal, di antaranya:

  • Panggung
  • Dekorasi
  • Formulir pendaftaran
  • Meja pendaftaran
  • Kursi dan meja peserta
  • Kursi dan meja juri, dan
  • Lain-lain

3. Rincian Kebutuhan Konsumsi

Isi anggaran biaya yang harus kamu tuliskan ke dalam proposal yaitu rincian kebutuhan konsumsi. Ketika kamu akan membuat suatu acara, tentu harus makan dan butuh konsumsi lainnya.

Beberapa hal yang perlu kamu masukkan ke dalam proposal terkait dengan kebutuhan konsumsi, di antaranya:

  • Kebutuhan konsumsi peserta
  • Kebutuhan konsumsi juri
  • Kebutuhan konsumsi panitia
  • Kebutuhan konsumsi tamu undangan, dan
  • Lain-lain

4. Rincian Reward dan Piala

Jangan lupa juga masukkan rincian biaya untuk reward dan piala. Namun hal ini jika proposal yang kamu buat untuk acara perlombaan atau yang memang butuh piala dan penghargaan.

Adapun rincian kebutuhan anggaran pembiayaan terkait dengan reward acara dan piala, yaitu:

  • Kebutuhan piala sesuai jenis lomba
  • Kebutuhan hadiah lainnya berupa uang ataupun lain-lain
  • Kemasan piala atau reward lain, dan
  • Lainnya

5. Panggung, Tempat Acara atau Gedung

Selain beberapa hal di atas, anggaran biaya dalam proposal juga berisi panggung dan tempat acara. Jika kamu melaksanakannya di gedung, maka kamu juga harus masukkan ke kebutuhan gedung.

Kebutuhan gedung ini harus dirinci dengan kebutuhan peralatan lainnya yang ada di gedung tersebut. Adapun bagian-bagian kebutuhan tempat dan panggung, yaitu:

  • Sewa panggung
  • Sewa tempat
  • Kursi untuk peserta
  • Kursi untuk panitia
  • Kursi untuk tamu undangan
  • Dekorasi panggung, dan
  • Lain-lain

6. Hal-Hal Lain (Tak Terduga)

Dibagian terakhir, kamu juga perlu mencantumkan anggaran dana darurat dan tak terduga. Karena biasanya akan ada biaya-biaya yang tidak tertulis yang kadang dibutuhkan.

Hal semacam itu juga perlu kamu cantumkan ke dalam proposal. Pembaca juga pasti paham dengan hal tersebut. Beberapa hal yang tercover oleh dana tak terduga ini di antaranya untuk:

  • Antisipasi kecelakaan/insiden tertentu
  • Anggaran kekurangan biaya, dan
  • Biaya tak terduga lainnya

Contoh Rincian Anggaran Biaya Dalam Proposal

Untuk mempermudah kamu memahami rincian anggaran biaya dalam proposal, berikut saya tuliskan contohnya.

1. Contoh Rincian Biaya Proposal 1

Kebutuhan Biaya:

  • Biaya Administrasi : Rp2.000.000
  • Pembuatan Spanduk (4 buah) : Rp2.000.000
  • Pembuatan Stand Pameran : Rp6.000.000
  • Konsumsi Peserta Edu Fair : Rp6.000.000 (30 x 20 x Rp50.000 x 2 hari)    
  • Konsumsi Panitia Edu Fair : Rp4.400.000 Orang x 2 hari x Rp100.000)    
  • Konsumsi Pembimbing Akademik : Rp3.400.000 (34 orang x 2 hari x Rp50.000)    
  • Sewa panggung dan tenda : Rp12.000.000
  • Dokumentasi Foto dan Film : Rp2.000.000 P
  • embicara Seminar Pendidikan : Rp12.000.000 4 orang pakar
  • Perguruan Tinggi x Rp3.000.000    
  • Biaya keamanan dan kebersihan : Rp2.000.000
  • Humas dan Publikasi : Rp11.000.000

2. Contoh Rincian Biaya Proposal 2

Kebutuhan Biaya:

  • Biaya Administrasi : Rp1.500.000
  • Pembuatan Banner Acara (1 buah) : Rp2.500.000
  • Konsumsi Peserta : Rp6.000.000 (30 x 20 x Rp50.000 x 2 hari)    
  • Konsumsi Panitia : Rp4.400.000 Orang x 2 hari x Rp. 100.000)  
  • Konsumsi Pembimbing : Rp3.400.000 (34 orang x 2 hari x Rp. 50.000)    
  • Sewa panggung dan tenda : Rp15.000.000
  • Dokumentasi Foto dan Film : Rp2.000.000 P
  • Pembicara Khusus : Rp18.000.000 4 orang pakar
  • Sound Sistem : Rp18.000.000  
  • Biaya keamanan dan kebersihan : Rp2.000.000
  • Humas dan Publikasi : Rp11.000.000

Akhir Kata

Anggaran biaya dalam proposal berisi rincian biaya dan kebutuhan dana terkait dengan acara. Penulisan rincian biaya ini harus dijelaskan secara rinci.

Jangan sampai ada keterangan yang ngambang. Contoh di atas hanya versi sederhana. Bagusnya dibuatkan rinciannya lagi dari data di atas dengan menggunakan tabel.

Hanya seorang Blogger enthusiasm dan penikmat kopi saja. Suka berbagi pengetahuan kecil & bercita-cita jadi pengusaha media.

Artikel Menarik Lainnya: