Cerita Sejarah Pemerintahan Raja-Raja Timor

Cerita Sejarah Pemerintahan Raja-Raja Timor

Gambar dibuat dengan Canva Pro

Cerita sejarah pemerintahan raja-raja Timor salah satunya adalah Amanatun. Dimana Kerajaan Amanatun ini berdiri di Timor bagian Barat hingga tahun 1962. Sebelum membentuk kerajaan, wilayahnya telah disebut dalam sumber-sumber sejarah di Eropa.

Kerajaan Amanatun ini terkenal karena kayu cendananya yang sangat menarik perhatian para pedagang-perdagangan Eropa. Dan pada masa itu daerah Amanatun termasuk salah satu pelabuhan yang sangat penting. Yuk, simak begini kisahnya!

Cerita Sejarah Pemerintahan Raja-Raja Timor

Nah, biar lebih lengkap kamu bisa simak kisah di bawah mulai dari dari mulai berdiri kerajaan Amanatun hingga, hingga perkembangan dan beberapa raja yang telah memerintah atau berkuasa di Amanatun, berikut cerita sejarah pemerintahan raja-raja Timor, yaitu:

Sejarah Awal Mula Berdiri

Cerita sejarah pemerintahan raja-raja Timor di Amanatun ini bermula pada penguasa yang bernama Banu Naek. Dan menurut legenda setempat nenek moyang penguasa Amanatun bernama Banu Naek, yang datang dari laut dengan saudaranya.

Dan saudaranya itu bernama Liuari dan Sonbai. Dimana Liurai memilih untuk menetap di Belu bagian selatan dan Sonbai di Timor bagian barat. Merekalah yang kemudian menurunkan para raja di daerah tersebut.

Sedangkan Banu Naek tetap tinggal dan menjadi penguasa di Nokas dan Nitibani dekat pesisir selatan. Karena tubuh dan harta bendanya berwarna emas (natun), maka kerajaannya kemudian dinamai Amanatu.

Dan untuk menjalankan pemerintahannya. Batu Nek dibantu oleh suku-suku Bana, Nokas Liunokas, Kobi, Benu, Tahun, Nenabu, dan Misa. Dan untuk melindungi diri serangan musuh, istana kerajaannya didirikan di daerah pedalaman Nunkolo yang sulit dijangkau.

Sementara pemerintahannya dijalankan oleh Uis Pah, yang tinggal di Menu, di pesisir dekat pelabuhan. Sehingga jadilah kerajaan Amanatun ini dan terus berkembang di beberapa tahun berikutnya.

Adakah Hubungan Amanatun dengan Portugis?

Nah, di dalam cerita sejarah pemerintah raja-raja Timor yaitu Amanatun kita perlu cari tahu juga apa ada hubungan antara Amanatun dengan portugis? Nah, ternyata ada loh.

Sejak awal abad ke-16 wilayah Amanatun yang masih dikenal sebagai Batumean telah menjalin hubungan dagang dengan Portugis. Pedagang di Solor dan Larantuka pada 1613.

Pedagang Portugis bahkan membangun pos perdagangan di Solor dan Larantuka tersebut, Kemudian Portugis mendapatkan memiliki pesaing, yakni VOC dan kerajaan Gowa.

Setelah kerajaan Gowa menghancurkan Batumen pada 1641, penguasa Batumean meminta bantuan kepada Potugis. Dan bangsa Portugis menyanggupinya. Asalkan seluruh keluarga kerajaan bersedia dibaptis oleh misionaris Dominikan.

Kemudian, nama Batumean menghilang pada akhir abad ke-17 dan daerahnya kemudian dikenal sebagai Amanatu. Dan sumber daya kayu cendana tampaknya telah berkurang pada periode ini.

Sehingga daerah tersebut dibiarkan begitu saja. namun, setelah Portugis pada masa itu Amanatun juga mengalami masa penjajahan Belanda.

Masa Penjajahan Belanda

Setelah kekalahan Portugis di Kupang pada tahun 1749, sebagian besar Timor Barat jatuh ke tangan Belanda. Namun, karena jaraknya yang cukup jauh dari Kupang, akhirnya wilayah ini tidak begitu diaawasi oleh Belanda dengan ketat.

Dan barulah pada tahun awal abad ke-20 Belanda benar-benar menaruh perhatiannya di Timor Barat hingga sering terjadi pertempuran dengan penduduk lokal.

Dan pada tahun 1915 Raja Muti Banu Naek diasingkan oleh Belanda ke Ende karena menolak untuk tunduk terhadap Belanda. Dan setelah itu tiga penerus berikutnya memerintah sebagai zelbestuurders (raja persemakmuran) Belanda.

Masa Kemerdekaan

Atas kehendak dari Raja Lodoweyk Lourens Don Louis Banunaek yang mana ini merupakan raja terakhir kerajaan Amanatun maka Oinlasi kemudian pada tahun 1951 di pilih dan ditetapkan menjadi ibu kota dan pusat pemerintahan.

Swapraja Amanatun dengan pertimbangan aksesibilitas dengan kota SoE. Kota Oinlasi 46 km letaknya dari kota SoE dan hingga kini menjadi Kecamatan Amanatun Selatan.

Memasuki masa kemerdekaan Indonesia maka Raja Lodoweyk Lourens Don Loius Banuneak kemudian menjadi kepala Daerah Swapraja sedangkan rajanya sudah wafat maka diangkat Wakil Kepala Daerah Swapraja dari keturunan bangsawan tetapi dia buka raja.

Lodoweyk Lourens Don Louis Banuneak bersama dengan raja-raja di Nusa Tenggara Timur lainnya tergabung di dalam dewan raja-raja ikut berperan penting dalam pembentukan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dimana sebelumnya wilayah ini termasuk Provinsi Sunda Kecil hal ini terlihat dengan keluarnya keputusan Presiden no.202/ 1956 bahwa Nusa Tenggara dalam PP RIS No 21/1950 Lembaran Negara RIS 1950 oleh UU No 1 tahun 1957.

Undang-Undang No 64/1958 Nusa Tenggara menjadi tiga daerah Swatantra tingkat i kemudian UU no 69 tahun 1958 maka terbentuklah daerah Swantantra  tingkat II di Nusa Tenggara Timur dengan 12 Kabupaten.

Raja-Raja Timor yang Pernah Memerintah di Amanatun

Di cerita sejarah pemerintahan raja Amanatun ada beberapa raja yang tengah berkuasa di Kerajaan Amanatun dan berikut beberapa nama-nama raja tersebut, diantaranya adalah:

  • Raja Tnai Pah Banunaek
  • Raja Tsu Pah Banunaek
  • Nopu Banunaek
  • Raja Bnao Banunaek 1
  • Raja Nifu Banunaek
  • Raja Kili Banunaek
  • Bnao Banunaek II
  • Nono Luan Banunaek
  • Raja Bab’i Banunaek
  • Raja Bnao Banunaek (Raja Bnaon Nukolo) 1766
  • Raja Kusat Muti Muti Banunaek 1 1832
  • Pedro daro Batumean (1942)
  • Joao dari Batumean (1645)
  • Don Loius Nai Konof (1751-1766)
  • Don Joan Bennao (1766
  • Nai Taman (1832)
  • Loit Banu Naek (1899)
  • Muti Banu Naek (1899-1915)
  • Kusa Banu Naek (1916-1919
  • Raja Abraham Zacharias Banunaek/ Kolo Banunaek
  • Raja Lodoweyk Lourens Don Louis Banunaek/ Raja Laka Banunek
  • Lodewyk Lourens Don Louis Banu Naek (1946-1962)

Nah, itulah beberapa raja-raja Timor yang telah berkuasa pada pemerintahan Amanatun dari awal pemerintahan hingga raja terakhir yang memerintah di kerajaan Amanatun.

Penghapusan Swapraja

Istilah Swapraja ini dimulai sejak berlakukan Konstitusi Republik Indonesia Serikat 1949, sedangkan dalam pasal 18 UUD 1945 kerajaan-kerajaan ini ditulis dengan Zelbestuur Landchappen.

Daerah-daerah ini mempunyai susunan asli dan oleh karenanya dianggap mempunyai susunan asli dan oleh karenanya dianggap sebagai daerah yang bersifat istimewa.

Swapraja adalah daerah pemerintahan asli yang kedudukannya berdasarkan atas hukum asli. Oleh karena iru, kedudukan Swapraja dalam pemerintahan Hindia Belanda tidak sama dengan daerah jajahan atau daerah otonom.

Swapraja memiliki perjanjian jelas dengan pemerintahan pusat berkatan dengan batas-batas kewenangan dan kewajiban dan karena itu Swapraja diberi status Zelbestuurende Lanscapen dalam tata negara pemerintahan Hindia Belanda.

Dan kekuasaan raja-raja di seluruh wilayah Indonesia DIHAPUS berdasarkan keluarnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1965 tentang penghapusan Swapraja di seluruh wilayah Indonesia.

Namun, hal itu tidak membuat semangat kerajaan-kerajaan yang ada di nusantarar melemah bahkan mereka tetap menjadi raja di kalangan rakyatnya.

Kesimpulan

Demikian penjelasan mengenai cerita sejarah pemerintahan Raja-Raja Timor yaitu kerajaan Amanatun mulai dari saat penjajahan hingga ke masa kemerdekaan kami jelaskan pula beberapa raja yang telah memerintah di kerajaan tersebut.

Suka membaca novel dan dunia literasi. Menuangkan ke dalam tulisan agar banyak orang yang tahu apa yang aku baca hari ini.

Artikel Menarik Lainnya: