Contoh Bilangan Cacah Kurang Dari 10 Beserta Penjelasannya

Contoh Bilangan Cacah Kurang Dari 10 Beserta Penjelasannya

Gambar dibuat dengan Canva Pro

Contoh bilangan cacah kurang dari 10 merupakan pembelajaran matematika di bangku sekolah hingga kuliah jurusan matematika. Dan bilangan cacah adalah himpunan bilangan bukan negatif atau himpunan bilangan asli ditambah nol.

Pada pembahasan artikel media Mustakim kali ini akan membahas mengenai materi bilangan cacah yang kurang dari 10. Dan untuk kamu yang mencari referensi mengenai bilangan cacah bisa kamu pelajari pada artikel ini.

Mengenal Bilangan Cacar

Sebelum masuk pada pembahasan mengena contoh bilangan cacah maka sebelumnya kamu harus ketahui mengenai pengertian bilangan cacah.

Dikutip dari halaman cnnindonesia.com dan mengambil kutipan nya dari Buku kumpulan matematika SMP karya Sri Lestari, bilangan cacah adalah himpunan bilangan yang dimulai dari angka 0 sampai bilangan yang tak terhingga. Dan bilangan tersebut adalah bilangan positif bukan bilangan Negatif.

Mana bilangan cacah tersebut yaitu; {0,1,2,3,4,5 dst…). Yang harus kamu perhatikan yaitu;

  • Bilangan cacah merupakan bilangan positif bukan Negatif
  • Bilangan cacah adalah bilangan yang dimulai dari bilangan nol
  • Lambang bilangan caca biasanya diberi notasi C atau W
  • Bilangan caca biasanya menggunakan kurung kurawal ({})

Operasi Bilangan Cacah

Setelah kamu mengetahui gambaran mengenai bilangan cacah, maka langkah selanjutnya pembahasan mengenai operasi pada bilangan cacah. yang dimana pembahasan ini diambil dari kutipan artikel detik.com dengan menyatakan;

Bilangan caca dapat di hitung dengan beberapa operasi hitung. Dan berikut ini beberapa operasi bilangan cacah;

1. Penjumlahan

Prinsip dari bilangan caca untuk operasi penjumlahan dapat digambarkan seperti;

  • Bilangan cacah bersifat tertutup terhadap operasi penjumlahan, artinya jika suatu bilangan caca dijumlahkan dengan bilangan cacah yang lain maka hasilnya bilangan cacah, tidak menjadi bilangan Negatif.
  • Memiliki identitas penjumlahan nol, yakni jika suatu bilangan cacah dioperasikan dengan bilangan nol, maka hasilnya adalah bilangan cacah itu sendiri seperti 6 + 0 = 6
  • Bilangan caca bersifat komulatif pada penjumlahan. seperti berlaku pada contoh “c+d = d+c” 5+4=4+5
  • Bilangan cacah bersifat asosiatif pada operasi penjumlahan untuk sembarang bilangan cacah. Dan aturan ini seperti pada contoh a,b, dan c maka berlaku; a + (b + c) = (a + b) + c keduanya memang terlihat berbeda namun hasil nya akan sama

2. Pengurangan

Tentunya kamu sudah mengenai mengenai pengurangan bukan? benar sekali, pengurangan adalaah pengambilan suatu objek dari kumpulan objek. Maka dalam prinsip bilangan cacah jika a dikurangi dengan b, maka hasilnya c.

jadi a – b = c. Dan dalam operasi perhitungan seperti ini berlaku kebalikan dari penjumlahan karena jika a – b = c maka jika dalam penjumlahannya b + c = a. Untuk itu bilangan cacah pada operasi pengurangan memiliki sifat – sifat sebagai berikut ini;

  • Tidak memenuhi sifat tertutup. Karena tidak semua pengurangan a dan b akan menghasilkan bilangan cacah kembali. Karena hasilnya bisa berupa bilangan negatif
  • Tidak memenuhi sifat pertukaran, artinya a – b tidak akan bisa sama dengan b – a kecuali jika nilainya sama antara a dan b dan akan menghasilkan nilai 0
  • Tidak memiliki sifat identitas, artinya a – 0 tentunya tidak sama dengan 0 – a seperti 1 – 0 tidak sama dengan 0 – 1
  • Tidak memiliki sifat pengelompokan atau komulatif. Jika ada tiga bilangan cacah a, b, c maka a – (b-c) tentu tidak akan sama dengan (a-b) – c.

3. Perkalian

Yang terakhir mengenai operasi perkalian pada bilangan cacah. Bilangan cacah pada operasi perkalian memiliki sifat yang mirip dengan operasi penjumlahan yaitu;

  • Bersifat tertutup, yaitu hasil perkalian bilangan cacah adalah bilangan cacah juga
  • Ada unsur identitas pada perkalian, artinya semua bilangan cacah yang dikalikan dengan nol maka akan menghasilkan 0 juga atau bilangan cacah kembali. Seperti pada contoh 7 x 0 = 0
  • Bilangan cacah pada operasi perkalian bersifat komunikatif seperti jika x dikali y tentunya sama dengan y X x
  • Terakhir bilangan cacah pada operasi perkalian memiliki sifat asosiatif. Seperti pada contoh (s x p) x f = s x (p x f)

Contoh Bilangan Cacah Kurang Dari 10

Nah, pembahasan kali ini kita masuk pada pembahasan inti yaitu mengenai contoh bilangan cacah yang kurang dari 10. artinya bilangan yang memang dari nilai 0 hingga 9 dan tidak dalam bentuk bilangan yang negatif.

Jika kita memperhatikan penjelasan di atas maka tentunya kita akan dapat menyimpulkan mengenai bilangan cacah. Namun jika kamu masih merasa bingung maka berikut ini beberapa soal sederhana mengenai contoh bilang cacah yang kurang dari 10.

1. Pertama jika ada pertanyaan, Sebutkan bilangan cacah yang > 5 ? maka tentunya jawabannya yaitu bilangan cacah setelah 5 jadi jawabannya W = {6, 7, 8, 9}.

2. Contoh ke 2 yaitu sebutkan bilangan cacah yang < 8 ? maka jawabannya tentunya bilangan yang sebelum angka 8. jadi hasilnya yaitu W = {0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7}.

3. Contoh yang ke tiga yaitu bilangan cacah dari kelipatan namun masih kurang dari sepuluh. Dan contohnya; Sebutkan bilangan cacah dari kelipatan 2. artinya angka 2 tersebut di kalikan. Hasilnya yaitu W = {2, 4, 6, 8}.

Perbedaan Bilangan Cacah dan Bilangan Lainnya

Setelah kamu mengetahui penjelasan sederhana yang telah kamu bahas mengenai beberapa contoh bilangan cacah yang kurang dari sepuluh maka tentunya kamu akan bisa membedakan jenis – jenis bilangan lainnya.

Untuk itu berikut ini beberapa jenis – jenis bilangan yang selalu muncul di dalam pembahasan matematika seperti; Bilangan Asli, Bilangan Cacah, Bilangan Bulat, Bilangan Bulat Negatif, Bilangan genap, Bilangan Ganjil dan bilangan Prima.

Dan mengenai perbedaan nya dapat kamu pelajari dibawah ini;

1. Bilangan Asli

Bilangan Asli adalah bilangan yang berawal dari angka 1. Artinya bilangan asli adalah bilangan semua bilangan positif yang dimulai dari angka 1 dan seterusnya.

2. Bilangan Cacah

Bilangan Caca adalah bilangan yang terdiri atas angka 0 dan bilangan sali. yaitu angka 0, 1, 2, 3, dan seterusnya

3. Bilangan Bulat Negatif

Bilangan bulat Negatif adalah bilangan bulat yang bernilai kurang dari 0. Bilangan bulat negatif diawali dengan tanda “-” diikuti angka. Bilangan bulat negatif seperti -1, -2, -3, -4, -5 dst.

4. Bilangan Bulat

Bilangan Bulat salah bilangan yang terdiri atas bilangan bulat negatif dan cacah. Contoh bilangan nya 1, 2, 3, 4, 5, dst… sedangkan bilangan bulat negatif yaitu -1, -4, -5 dst.

5. Bilangan Genap

Bilangan genap adalah bilangan asli yang habis dibagi 2. Bilangan tersebut yaitu 2, 4, 6, 8, 10, dst..

6. Bilangan Ganjil

Bilangan ganjil adalah bilangan bilangan asli yang tidak habis dibagi 2. Contoh bilangan ganjil yaitu 1, 3, 4, 5, 7, 9, 11 dst..

7. Bilangan Prima

Bilangan prima adalah bilangan yang hanya memiliki dua faktor. Kedua faktor tersebut adalah salah satunya bisa dibagi dengan angka itu sendiri. Jenis bilangan prima seperti, 2, 3, 5, 7, 11, 13, dst…

Kesimpulan

Dari pembahasan diatas maka penjelasan ini dapat disimpulkan bahwa;

  • Bilangan cacah adalah bilangan positif yang di mulai dari angka nol
  • Operasi bilangan cacah dapat dibagi menjadi; Penjumlahan, Pengurangan, dan Perkalian
  • Jenis bilangan selain bilangan cacah diantaranya; Bilangan asli, bilangan bulat Negatif, Bilangan Bulat, Bilangan Bulat, Bilangan Genap, Bilangan Ganjil, dan bilangan Prima

Seorang guru di pelosok Garut yang punya hobi menulis dan coba menuangkannya ke dalam blog. Terimakasih sudah membaca artikel dan tulisan sederhana saya di sini.

Artikel Menarik Lainnya: