Contoh Cerita Rakyat dari Sumatera Barat

Bagi kamu yang sedang mencari contoh cerita dari Sumatera Barat kamu bisa banget baca artikel ini sampai selesai karena kami telah sediakan beberapa contoh cerita dari Sumatera Barat yang cukup populer dan terkenal.

Contoh Cerita Rakyat dari Sumatera Barat

Contoh Cerita Rakyat dari Sumatera Barat

Berikut beberapa contoh cerita rakyat dari Sumatera Barat yang bisa menjadi rekomendasi yaitu:

1. Lebai Malang

Contoh cerita rakyat Sumatera Barat pertama yaitu Lebai Malang. Ini mengisahkan seorang laki-laki bernama Lebai. Suatu hari ia di undang untuk kenduri di hulu sungai dan waktu yang sama ia mendapat undangan di hilir.

Lebai bahagia dapat dua undangan kenduri sekaligus bingung untuk menghadiri keduanya. Dan ia membayangkan daging kerbau yang lezat di kedua tempat tersebut. Ia mencoba mendatangi ke hulu terlebih dahulu.

Namun, ia berpikir bahwa di hilir pasakan kerbaunya pasti lebih nikmat sehingga di tenagh perjalanan ia berbelok arah menuju hilir tapi sayang pengunjung sudah mau pulang karena hidangan sudah habis.

Ia cepat belok arah ke hulu tapi sayang di sana juga acar sudah selesai, dan Lebai pun sangat kecewa dan tidak mendapat apa-apa padahal ia sangat lapar yang tak terkira.

Nah, dari kisah Lebai Malang ini memberi pelajaran untuk menjadi orang janganlah serakah menginginkan semua kesenangan.

Andai Lebai memilih salah satu mungkin saat ini ia sudah kenyang dan pulang dengan bahagia karena keserakahannya maka ia tidak mendapatkan keduanya dan membuat perutnya merasa kelaparan oh kasian sekali.

2. Cerita Malin Kundang

Contoh cerita rakyat dari Sumatera Barat yang cukup terkenal tentunya juga ada kisah mengenai Malin Kundang. Dimana dulu di keluarga yang sangat miskin, membuat Malin Kundang ingin merantau.

Ia berpikir jika berhasil dalam perantauannya, maka ibunya tak perlu lagi berkeliling kampung untuk berjualan kue. Malin Kundang kemudian meminta izin ibunya untuk merantau.

Meskipun awalnya ibunya merasa tidak tenang namun akhirnya Mande Rubayah mengijinkan anak kesayangannya tersebut untuk pergi merantau. Ia khawatir anaknya akan hilang di perantauan dan tidak kemabli seperti dulu ayahnya.

Namun, akhirnya ia pulang dengan segala kekayaannya namun tak mengakui ibunya dan akhirnya di kutuk menjadi batu oleh ibunya.

2. Terbentuknya Danau Singkarak

Dikisahkan Indra serang anak yang rajin dan penurut yang tinggal bersama orang tuanya yang miskin ia memiliki nafsu makan yang besar dan pada saat itu desa sedang paceklik. Selain ubi-ubian dari hutan tidak ada makanan lainnya.

Dan Indra pun terus membantu orang tunya untuk mencari makan. Dan suatu ketik ayahnya pulang dan mendapat ikan dan cukup untuk mereka bertiga makan dan ibunya masak ikan menjadi pangek.

Namun, Indra ak kunjung pulang sehingga mereka makan tanpa Indra dan hal ini membuat Indra sedih karena tidak di sisakan sedikit makanan untuknya padahal ia lapar dan ia pun pergi bersama Taduang ayam peliharaannya.

Dan mereka langsung terbang dan membawa Indra dan batu yang didudukinya dan semakin tinggi terbang  dan batu itu jatuh ke tanah membentur bukit di tepi laut dan membentuk Danau Singkarak.

4. Kerajaan Pagaruyung

Sejak kematian Raja Majapahit yang bernama Raden Wijaya Adityawarma berselisih dengan Mahapatih Gajah Mada, situasi menyebabkan Adityawarman di usir dari istana. Dan ia pergi ke tempat ibunya, Putri Kerajaan Melayu Marmasyaraya dan diangkat menjadi Raja di sana.

Karena takut diserang, dia memindahkan pusat pemerintahan ke Siguntur. Ternyata Siguntur tidak aman, Adityawarman memindahkan lagi pusat kerajaan ke Minangkabau di kaki gunung yang tanahnya subur dan mengandung emas.

Namun, istana itu diganggu oleh binatang buas, menanam pohon bambu berduri membutuhkan waktu lama sehingga dibuat pagar dari pohon uyung demi mencegah gangguan binatang buas. Dan istana itu pun dikenal sebagai istana Pagarruyung.

5. Nagari Minangkabau

Dulu ada kerajaan Pagaruyung yang ingin menguasai Majapahit sehingga memikirkan strategi caranya. Dan kami ingin mengajak mengadu kerbau daripada berperang jika kerbau kami kalah dan kami akan tunduk kata Raja Pagaruyung.

Ketika hari pertandingan tiba, utusan Majapahit mencari seekor kerbau besar namun Raja Pagaruyung menyiapkan kerbau masih menyusu dengan dipasang besi runcing di mulutnya dan membuat kerbau besar kalah karena tergigit kerbau masih menyusu.

Dan banyak yang bersorak “Manang Kabau… Manang Kabau” dan dari sini menjadi Minangkabau yang artinya kerbaunya menang. Dan untuk mengenangnya kehebatannya kerbau yang telah membebaskan Pagaruyung di bangun sebuah rumah dengan atap mirip tanduk kerbau.

6. Kepulauan Mentawai

Contoh cerita rakyat Sumatera Barat ada hutan Mentawai seorang warga dan membuat tanda lingkaran berharap buah yang jatuh ke dalam lingkaran menjadi miliknya. Tak lama kemudian tetanggannya yakni Yuta membuat lingkaran lebih besar dari lingkaran Taku.

Namun, Yuta serakah hingga ia menukar buahnya dengan buah yang lebih besar. Selain buah Sipeu ternyata Yuta jua mencurangi keluarga Taku dalam banyak hal. Demi menghindari pertengkaran, Taku dan keluarganya pindah ke sebuah pulau baru bernama Tuapejat.

Dan sampai kini merupakan ibu kota kabupaten kepualauan Mentawai.

7. Legenda Siamang Putih

Contoh cerita rakyat dari Sumbar selanjutnya yaitu ada legenda Siamang Putih. Dimana cerita ini mengisahkan Putri Julian yang merupakan seorang putri cantik jelita yang kecantikannya tersiar hingga ke berbagai negeri.

Ia adalah seorang putri juragan kapal bernama Nahkoda Baginda di Kampung Alai di Pesisir utara Pantai Tiku, Sumatera Barat.

Kakek Putri Julian adalah tuanku Raja Keci yang memerintah di kerajaan Pagaruyung. Meskipun berparas cantik rupawan, namun hingga kini belum ada pemuda yang berani meminang Putri Julian itu.

8. Nagari Koto Nan Ampek

Pada suatu hari, yang mulia nan arif bijaksana ingin mengadakan sayembara untuk mencari lima ekor kerbau besar, kerbau-kerbau itu akan digunakan sebagai jamuan makan di pernikahan putrinya.

Mendengar perintah raja. Maka berangkatlah satu rombongan yang dipimpin Sekartaji. Meski tidak mudah, mereka tidak menyerah sampai menemukan seekor kerbau besar.

“Koto nan gadang (ini yang besar) teriak salah satu anggota tiba-tiba. Tempat itu diberi nama yaitu Koto Nan Ampek untuk mengenang perjuangan mereka dalam mencari kerbau.

Dan setelah lama mencari akhirnya kelima kerbau pun diperoleh. Tempat ditemukannya kerbau kelima dinamakan sebagai “Koto Nan Gadang” Raja pun menghadiahkan setiap anggota dengan tanah seluas satu hektar.

Sementara itu, Sekartaji selaku ketua ombongan mendapat tanah seluas dua hektar.

Akhir Kata

Demikian contoh cerita rakyat Sumatera Barat mulai dari kisah si Lebai malang, si Malin Kundang, terbentuknya danau singkarak dan lainnya semoga apa yang kami sampaikan dapat bermanfaat ya!

Artikel Menarik Lainnya: