Contoh Cerita Rakyat Sulawesi Selatan

Contoh Cerita Rakyat Sulawesi Selatan

Gambar dibuat dengan Canva Pro (Premium)

Bagi kamu yang sedang mencari contoh cerita rakyat Sulawesi Selatan kamu bisa baca artikel ini sampai selesai kami akan jelaskan beberapa contoh cerita secara lengkap di artikel ini, yuk simak sampai akhir.

Contoh Cerita Rakyat Sulawesi Selatan

Contoh Cerita Rakyat Sulawesi Selatan

Berikut kurang lebih 10 contoh cerita rakyat Sulawesi Selatan beserta pesan moral yang terkandung di dalamnya.

1. La Upe dan Ibu Tiri

Contoh cerita rakyat yang pertama ada La Upe dan Ibu Tiri mengisahkan anak yang disiksa ibu sambungnya. La Upe di tinggal wafat oleh ibu kandungnya dan ayahnya menikahi wanita bernama I Rugi yang selalu menyiksa dan memarahinya.

Dan suatu hari La Upe menyelematkan satu ikan ajaib yang memberinya mantera dan bisa mewujudkan apa yang dia kehendaki. Dan terbukti saat pulang I Rugi mulai memarahi La Upe lagi karena tak membawa apa-apa.

Kemudian ia menghendaki I Rugi rekat dengan pintu dan ternyata matera itu terbukti dan ketika ayahnya pulang diceritakanlah apa yang terjadi lalu sang ayah menasehatinya dan membuat mereka menjadi rukun dan meminta La Upe untuk memaafkan ibuny.

2. Putri Tandamplik

Cerita ini mengisahkan Putri Tandampalik yang merupakan Putri dari Datu Luwu. Dan datang sebuah lamaran dari Raja Bone namun menurut adat tidak boleh menerima pinangan dari suku luar.

Namun, agar tidak terjadi peerangan dan ternyata lamaran itu di terima namun membuat Putri mengalami penyakit kulit yang berbau dan membuatnya di asingkan. Dan suatu ketika di tempat pengasingan.

Putri menemukan seekor kerbau putih yang terus menjilati tubuhnya dan membuatnya sembuh. Dana da pangeran yang sedang berburu dan melihat putri yang cantik jelita dan sang pangeran ingin melamarnya.

Namun, putri belum menerimanya ia hanya memberikan sebuah keris yang ingin ia berikan kepada ayahnya dan akhirnya ia di setujui untu menikah.

3. Contoh Cerita Rakyat Sulawesi Selatan Saweridaging dan We Tenriabeng

Kisah ini menceritakan Sawerigading yang jatuh cinta ke saudaranya sendiri We Tenriabeng dan mereka berdua kembar dari pasangan Batara Lattu dan istrinya. Namun, untuk mencegah mereka saling jatuh cinta.

Mereka di besarkan secara terpisah. Namun, mereka tidab-tiab kembali bertemu dan saling jatuh cinta namun di tentang orang tuanya. dan We Tenrianbeng akhirnya menawarkan solusi kepada kakanya untuk menikahi sepupunya.

We Cudai yang memiliki kemiripan wajahnya dengan nya. Dan akhirnya mereka bertemu dan ia mulai terpikat karena kemiripan tersebut dan akhirnya mereka menikah dan lahirlah La Galigo.

Pesan moralnya adalah jangan menentang orang tua dan jangan pernah menyerah dengan keadaan.

4. Kisah La Tongko-Tongko

Contoh cerita rakyat sulawesi Selatan selanjutnya da La Tongko-Tongko yang mengisahkan seorang anakn yang sangat bodoh yang bernama La Tongko- Tongko. Dan suatu hari ia mengatakan kepada ibunyaa ingin menikah.

Dan ia pun di suruh berjalan-jalan untuk mendekati perempuan namun perempuan tersebut tidak merespon. Dan La Tongko-Tongko menanyakan apa ia mau menikah dengannya karena tidak ada jawaban ia pun membawa gadis itu tanda setuju.

Kemudian setelah itu, ibunya heran kenapa di rumah ada mayat. Dan ceritakanlah bahwa itu mayat dan diketahui dari baunya. Kemudian ia menguburnya. Dan saat mereka makan malam ibunya tidak sengaja kentut dan berbau busuk.

Dan La Tongko-Tongko sigap menguburkan ibunya karena baunya padahal hanay kentut. Kemudian setelah itu ia menemukan bau lain dari pantatnya dan ia mengubur tubuhnya dan menyisakan kepalannya.

5. Legenda Si Penakluk Rajawali

Contoh cerita rakyat dari Sulawesu Selatan selanjutnya si penakluk Rajawali. Ceritanya berawal ada seorang raja yang harus mengorbankan satu putri kesayanganya kepada Rajawali Raksasa.

Hingga ia mengadakan sayembara pemenangnya akan dinikahkan dengan putrinya yang cantik itu. Sang putri terlihat pasrah dan datanglah seorang pemuda yang menyelamatkannya dan anehnya sang pemuda tidak menerima imbalan tersebut dan melanjutkan perjalanan.

Dan sang putri memberikan selendang untuk hadiah dan sang raja pun kagum kepadanya akhirnya sang raja menikahkan sang putri dengan pemuda tersbeut. Pesan moralnya adalah saat menolong kamu harus ikhlas dan jangan mengharap imbalan.

6. Nenek Pakande

Contoh cerita rakyat selanjutnya ada nenek pakande diceritakan dulu ada pernah ada suatu desa yang tentram namun datang soerang nenek siluman pemakan bayi. Dan seringkali bayi disana hilang tiba-tiba.

Dan para warga berebcana untuk mengusir nenek tersebut di pimpin oleh La Beddu dan ia menakuti nenek dengan raksasa besar. Setelah di susun dengan matang penjebakan nenek itu berhasil.

Dan nenek itu pergi dari desa tersebut namun ia berpesan akan mengawasinya dari jauh. Dan hal inilah yang menyebabkan anak-anak tidak boleh keluar rumah di waktu magrib.

Dan pesan moralnya adalah bahwa kebaikan akan menang pada akhirnya dan yang jahat mendapat hukumannya.

8. La Dana dan Kerbaunya

Cerita rakyat ini mengisahkan tentang seorang anak petani dari Toraja yang terkenal akan kecerdikannya bernama La Dana dan selalu memperdaya orag lain. dan suatu hari La Dana di undang untuk menghadiri pesta kematian.

Dan sudah tradisi jika tamu akan diberi bagian kaki daging kerbau dan temannya mendapat sebagian kerbau lainnya kecuali kaki. Dan ceritanya kerbau itu masih hidup dan La Dana mengakali temannya.

Bahwa akan mengurus kerbau itu agar gemuk dan bertambah ukurannya. Dan hal ini membuat temannya merelakan bagiannya tersebut.

Pesan moral dalam cerita ini kita memang harus menggunakan akal dan pikiran tapi jangan membodohi dan merugikan orang lain.

9. Laurang Manusia Udang

Cerita ini mengisahkan Laurang yang lahir dengan kondisi seperti udang hal ini dikarena ibunya ingin punya anak meskipun anaknya miri udang. Dan saat kecil Laurang sering diceritakan ibunya da raja yang memiliki putri 7.

Dan Laurang meminta satu untuknya dengan malu orangtuanya mengajukannya namun dari ke enam putri tersebut menolak dan hanya satu yang menerima dan Laurang pun bahagia. Dan mereka akhirnya menikah.

Dan hal ini membuat 6 putri cemburu dan berniat jahat kepada istri Laurang. Namun Laurang mengetahuinya dan memberikan suatu kepada istrinya untuk berjaga. Dan saat istrinya di celakai ia bisa selamat dan melaporkan kejadian itu ke istana dan 6 putri itu jadi pelayan istana.

Pesan moral yang terkandung adalah janagn iri dengan orang lain dan dan tidak menghakimi penampilan fisik seseorang.

Akhir Kata

Demikianlah beberapa kisah cerita rakyat Sulawesi Selatan yang bisa kamu jadikan contoh rakyat Sulawesi Selatan yang cukup rekomended dan banyak beredar di kalangan masyarakat luas semoga apa yang kami sampaikan dapat bermanfaat ya!

Suka membaca novel dan dunia literasi. Menuangkan ke dalam tulisan agar banyak orang yang tahu apa yang aku baca hari ini.

Artikel Menarik Lainnya: