Contoh Jurnal Umum Perusahaan Dagang dan Jenis-Jenisnya

Bagi kamu yang sedang mencari contoh jurnal umum perusahaan dagang kamu bisa simak artikel ini sampai selesai akan dijelaskan pengertian, fungsi hingga contoh jurnal umum tersebut secara lengkap. Yuk, simak artikel ini sampai selesai ya!

Jurnal Umum Perusahaan Dagang Itu Apa?

Jadi, sebelum membahas contoh jurnal umum perusahaan dagang alangkah baiknya kamu ketahui dulu apa itu jurnal umum perusahaan dagang.

Jurnal umum adalah tempat atau media untuk mencatat seluruh transaksi keuangan perusahaan di periode tertentu keuangan perusahaan di periode tertentu secara sistematis.

Sedangkan perusahaan dagang adalah industri yang berkegiatan di sektor pokok bidang usahanya adalah membeli barang dari penyuplai kemudian dijual lagi ke konsumen. Tetapi pihak penjual tidak perlu memperbarui bentuk barang yang akan ditawarkan.

Fungsi Jurnal Umum Perusahaan dagang

Nah, jurnal umum perusahaan dagang ini juga memiliki fungsi dan berikut beberapa fungsi dari jurnal umum perusahaan dagang, diantaranya adalah:

1. Fungsi Historis

Yaitu jurnal adalah aktivitas mencatat seluruh transaksi keuangan secara berurutan dan kronologis.

2. Fungsi Mencatat

Dan selanjutnya fungsi jurnal adalah pencatatan lengkap, rinci, dimana seluruh transaksi dengan sumbernya harus dicatat tanpa terkecuali.

3. Fungsi Analisis

Kemudian fungsi jurnal adalah fungsi analis terhadap transaksi untuk menentukan akun harus debet atau kredit.

4. Fungsi Instruktif

Jurnal adalah perintah untuk memposting buku besar baik yang debet atau kredit sesuai dengan analisis jurnal.

5. Fungsi Informatif

Yaitu jurnal yang memberikan keterangan aktivitas perusahaan dengan jelas. Singkatnya, fungsi jurnal umum perusahaan dagang adalah untuk mengidentifikasi seluruh transaksi keuangan yang telah terjadi.

Jenis-Jenis Jurnal Umum Perusahaan Dagang

Selain memiliki fungsi jurnal umum perusahaan dagang yaitu ada jenis-jenis jurnal umum perusahaan dagang dan berikut penjelasan lengkapnya adalah:

1. Jurnal Umum Periodik

Jurnal umum periodik adalah jurnal yang dipakai oleh perusahaan yang menjual barang dengan harga relatif murah namun sering terjadi. Dalam jurnal umum periodik, perpindahan barang baik yang masuk atau keluar tidak di catat.

Namun, pencatatan transaksi menggunakan metode ini menyebabkan persediaan barang tidak dapat diketahui setiap saat karena pencatatan dilakukan secara berkala di periode akhir.

2. Jurnal Umum Perpetual

Jenis jurnal umum perusahaan dagang yang kedua adalah jurnal umum perpetual, yaitu jurnal yang digunakan perusahaan untuk menjual barang dengan harga mahal. Namun jarang jarang terjadi.

Pencatatan keuangan degan metode jurnal umum dibandingkan metode periodik karena dilakuakn secara terus menerus di setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan.

Contoh Jurnal Umum Perusahaan Dagang

Nah, berikut contoh jurnal umum perusahaan dagang dari PT. Karya Usaha Maju memiliki transaksi sebagai berikut di bawah ini.

  • Tanggal 3 Maret 2022 membeli barang dagangan seharga Rp.2.000.000 dengan syarat pembelian 2/15, n/30
  • Tanggal 10 Maret 2022, menjual barang kepada PT Sanjaya dengan harga Rp.5.000.000 dengan syarat pembayaran 2/1, n/30
  • Tanggal 12 Maret 2022, menjual barang dagangan secara tunai seharga Rp.300.000,-
  • Tanggal 15 Maret 2022, membayar sewa gedung Rp.1.000.000,-
  • Taggal 17 Maret 2022, menerima retur barang karena adanya kerusakan yang dijual tanggal 10 Maret sebesar Rp.200.000,-
  • Tanggal 20 Maret 2022, menerima kas dari penjualan kepada PT Sanjaya untuk pembayaran faktur tanggal 10 Maret setelah dikurangi potongan tunai
  • Tanggal 21 Maret 2022, membayar beban angkut barang untuk senilai Rp.50.000,p
  • Tanggal 22 Maret 2022, menjual barang secara kredit kepada PT. Sinta sebesar Rp.800.000,- dengan syarat pembayaran 3/15, n/30
  • Tanggal 25 Maret 2022, membayar beban iklan Rp.200.000,-
  • Tanggal 30 Maret 2022, menerima kas dari PT. Sinta setelah dikurangi potongan tunai
PT. Karya Usaha Maju Jurnal Umum Per Maret 2022
TanggalKeteranganDebitKredit
3 MaretPembelian2.000.000 
 Utang Dagang 2.000.000
10Piutang dagang500.000 
 Penjualan 500.000
 kas300.000 
 Penjualan 300.000
15Beban Sewa1.000.000 
 Kas 1000.000
17Retur penjualan dan potongan harga200.000 
 Piutang dagang 200.000
20Kas280.000 
 Potongan penjualan20.000 
 Piutang dagang 300.000
21Beban angkut penjualan50.000 
 Kas 50.000
22Piutang dagang800.000 
 Penjualan 800.000
25Beban iklan200.000 
 Kas 200.000
31Kas780.000 
 Ptongan penjualan20.000 
 Piutang dagang 800.000
 Total6.150.0006.150.000

Tahapan Cara Membuat Jurnal Umum Perusahaan Dagang

Setelah mengetahui contoh jurnal umum perusahaan dagang berikut kami juga jelaskan yaitu, diantaranya adalah:

1. Pahami Persamaan Akuntansi

Pertama untuk membuat jurnal umum dengan benar kamu harus memahami persamaan dasar akuntansi.

Persamaan dasar akuntansi yakni:

Aset = Utang + Modal

Yang kemudian diperluas menjadi:

Aset = Utang + Modal + (Pendapatan – beban)

Dan pemahaman persamaan dasar akuntansi yang dimaksud juga berkaitan dengan kelompok-kelompok akun yang masuk di dalamnya.

Misalnya piutang usaha masuknya kelompok aset, persediaan juga masuk ke dalam aset dan lain sebagainya.

Untuk membuat jurnal umum ada lima akun yang perlu kamu tahu posisi saldo normalnya yaitu aset (harta/aktiva), utang (kewajiban), modal, pendapatan, beban.

2. Kumpulkan Bukti Transaksi

Jika langkah pertama berupa pengetahuan maka langakh selanjutnya merupakan langsung dalam praktik. Dan untuk dapat menuliskan transaksi pada jurnal kamu harus memiliki bukti transaksi.

Dan bukti transaksi merupakan dasar yang sangat penting untuk pencatatan sebuah transaksi keuangan pada sebuah jurnal, karena tanpa adanya bukti transaksi tidak dapat di catat pada jurnal. Contohnya bukti transaksi berupa nota, faktur, kuitansi, dan invoice dan lain sebagainya.

3. Identifikasi Transaksi

Langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi transaksi dan tidak semua transaksi yang boleh di catat yakni transaksi yang mengakibatkan perubahan posisi keuangan dan dapat dinilai dengan satuan moneter.

Oleh karena itu, kamu harus mengidentifikasi transaksi sebelum melakukan pencatatan sehingga hasil pencatatan nantinya benar. Lalu tentukan pengaruh terhadap posisi keuangan.

3. Pencatatan Jurnal Umum

Dan yang terakhir kamu melakukan pencatatan ke dalam jurnal proses pencatatan atau pembukuan transaksi ke dalam jurnal disebut dengan penjurnalan.

Maksudnya setiap transaksi yang dicatat akan berdampak pada dua posisi keuangan debit da kredit dalam jumlah yang sama. pencatatannya seperti:

  • Tanggal
  • Kode pembantu
  • Uraian
  • No akun
  • Nama akun
  • Debet
  • No akun
  • Nama akun
  • Kredit

Selanjutnya adalah membuat autofilter, kriteria, fungsi dan penyesuaian terhadap kebutuhan jurnal dan fungsinya.

Manfaat Jurnal Umum Perusahaan Dagang

Berikut manfaat jurnal umum perusahaan dagang diantaranya adalah:

  • Mengetahui akan timbul pertambahan atau pengurangan suatu perkiraan
  • Mengetahui jumlah yang akan dicatat di satu atau lebih perkiraan
  • Mengetahui jumlah yang di debet atau kredit bahwa mesti seimbang
  • Dibuat tanda (referensi) supaya dapat diketahui suatu jumlah telah di posting ke perkiraan yang tepat di buku besar perkiraannya
  • Dibuat referensi supaya suatu jumlah telah dilakukan posting ke perkiraa yang tepat

Akhir Kata

Demikian contoh jurnal umum perusahaan dagang yang perlu kamu ketahui dan beberapa tahapan cara membuatnya semoga artikel ini bermanfaat!

Artikel Menarik Lainnya: