10 Contoh Obat Bebas Terbatas P1-P6 yang Ada Di Apotek

Terdapat 3 golongan obat, salah satunya obat bebas terbatas. Apa saja contoh obat bebas terbatas di tersedia di apotek? Obat bebas terbatas ditandai dengan logo biru dengan tepi hitam.

Logo ini biasanya ditemukan pada kemasan obat, artinya bisa digunakan tanpa resep tapi tetap memperhatikan tanda peringatannya. Kenali contoh obat bebas terbatas serta mengenal peringatan di setiap obat berlogo biru.

Daftar Peringatan Pada Obat Bebas Terbatas

Sejumlah obat bebas terbatas tetap mempunyai peringatan penggunaan yang harus diperhatikan. Berikut ini daftar peringatan obat bebas terbatas golongan P No 1 hingga P No 6.

1. P.No.1 Awas! Obat Keras. Bacalah Aturan Pemakaiannya

Peringatan P.No.1 biasanya ditemukan dalam berbagai jenis obat serta vitamin. Kalau kamu merasa sakit dan ingin menggunakan obat tanpa resep bisa menggunakan obat berlogo biru dengan tanda peringatan P.No.1.

Terdapat sejumlah obat untuk meredakan sakit ketika sedang menstruasi, sakit kepala, menurunkan demam, serta sakit gigi contohnya Parazon. Obat-obat ini sangat banyak di Indonesia mulai dari Paramex, Fatigon, Xepavit, Ultraflu, Antimo, dll.

2. P.No.2 Awas! Obat Keras. Hanya untuk Kumur. Jangan Ditelan

Ada sejumlah obat yang memiliki peringatan obat keras dan tidak boleh ditelan salah satunya Betadine Moutwash and Gargle. Obat tersebut hanya untuk kumur, mengatasi berbagai masalah seperti gusi bengkak, sakit tenggorokan, bau mulut, dan masih banyak lagi.

Tak hanya Betadine Mouthwash and Gargle saja, ada juga obat kumur berlogo biru lainnya seperti Hexadol Obat Kumur Tanpa Alkohol.

3. P.No.3 Awas! Obat Keras. Hanya untuk Bagian Luar Badan

Obat bebas terbatas dengan nomor P.No.3 adalah obat keras yang biasa diperuntukkan bagian luar badan seperti salep atau obat tetes mata. Sejumlah merek salep berlogo biru seperti Fungiderm, Neo Ultrasiline, hingga Minoscrub.

4. P.No.4 Awas! Obat Keras. Hanya untuk Dibakar

Salah satu obat keras dengan nomor peringatan P.No.4 adalah obat yang biasanya digunakan untuk meredakan asma. Salah satu contoh obat dengan nomor P.No.4 antara lain Sigaret Astma.

5. P.No.5 Awas! Obat Keras. Tidak Boleh Ditelan

Salah satu obat bebas terbatas dengan nomor peringatan P.No.5 adalah obat untuk meredakan luka gatal hingga koreng. Jenis obat tersebut hanya untuk bagian luar sehingga tidak boleh ditelan.

6. P.No.6 Awas! Obat Keras. Obat Wasir Jangan Ditelan

Obat golongan P.No.6 biasanya ditemukan pada obat wasir, obat untuk meredakan dan menyembuhkan wasir sehingga tidak boleh ditelan.

Contoh Obat Bebas Terbatas Peringatan 1 Sampai 6

Setelah mengenal jenis-jenis peringatan pada obat berlogo biru, berikutnya kenali 10 contoh obat bebas terbatas. Meski dapat dibeli tanpa resep, tapi jangan digunakan terus menerus dan harus digunakan sesuai ketentuan. 

1. Combantrin

Combantrin merupakan salah satu contoh obat bebas terbatas dengan tanda logo warna biru dengan tepi hitam. Obat ini berguna untuk mengatasi cacingan serta infeksi akibat cacing pada anak-anak hingga orang dewasa.

Untuk menggunakan Combantrin harus sesuai anjuran pada kemasan sesuai dengan usia yang meminumnya. Selain itu, obat ini juga memiliki kontraindikasi sehingga perlu diperhatikan lagi. Combantrin juga tidak boleh diminum oleh ibu hamil dan anak dengan usia di bawah 2 tahun.

2. Mixagrip

Meski terjual bebas di warung, ternyata penggunaan Mixagrip harus hati-hati. Untuk menggunakannya harus sesuai usia serta diminum setelah makan. Mixagrip mengandung 500 mg  Paracetamol, 10 mg Phenylephrine HCL, serta Chlorpheniramin Maleate 2 mg.

3.  CTM

CTM adalah contoh obat bebas terbatas generik, fungsinya untuk menyembuhkan alergi. Obat CTM alias Chlorpheniramine bisa meredakan alergi akibat gigitan serangga, bulu binatang, hingga makanan.

4. Decolgen

Decolgen juga mengandung Chlorpheniramine dan paracetamol biasanya digunakan untuk meredakan demam, flu, sakit kepala, dll. Meski termasuk ke dalam contoh obat bebas terbatas, penggunaan-nya tidak boleh berlebihan.

5. Betadine

Sesuai penjelasan sebelumnya, Betadine merupakan obat luar kalau pun menggunakan betadine kumur tetap tidak boleh ditelan. Betadine ini sifatnya untuk antiseptik dan menghindari terjadinya infeksi.

6. Kalpanax

Kalpanax juga salah satu obat luar yang tidak boleh ditelan atau diminum. Salep Kalpanax termasuk ke dalam contoh obat bebas terbatas dengan kode P.No.3. Umumnya, Kalpanax digunakan untuk mengobati penyakit pada kulit akibat jamur.

7. Sulfanilamide Sterile Powder

Contoh obat bebas terbatas lainnya adalah adalah sulfanilamide sterile powder yang dikenal sebagai obat koreng. Obat ini hanya untuk kulit tidak boleh diminum. Dengan adanya peringatan tersebut, kamu bisa berhati-hati dalam menggunakan obat.

8. Thephylline

Thephylline juga salah satu obat terbatas yang gunanya sebagai obat batuk, sesak napas, dan gejala lainnya.

9. Tremenza

Berikutnya adalah obat Tremenza yang mana sebagai salah satu obat untuk meringankan gejala dan menyembuhkan flu. Dengan label biru tanda obat bebas terbatas, penggunaan Tremenza akan disesuaikan dengan kebutuhan.

10. Bisolvon

Obat batuk sirup Bisolvon juga termasuk ke dalam obat bebas terbatas. Fungsi dari obat tersebut untuk mengecerkan dahak dan melegakan saluran pernapasan. Untuk menggunakan obat Bisolvon, pastikan cek dulu aturan pakai serta dosis yang tertera pada kemasan.

Berbagai obat bebas terbatas merupakan solusi meredakan sakit ringan tanpa pergi ke dokter dan bisa beli obat tanpa resep dokter.

Akhir Kata

Logo warna pada kemasan obat merupakan pembeda antara obat bebas, obat bebas terbatas, dan obat keras. Contoh obat bebas terbatas mudah dikenali salah satunya ditandai logo biru. Obat tersebut biasanya mudah dibeli di warung, minimarket, hingga apotek.

Artikel Menarik Lainnya: