3 Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Sesuai Struktur

Fenomena alam yang terjadi dapat disusun menjadi teks eksplanasi. Untuk mengenalnya, pahami contoh teks eksplanasi fenomena alam seperti banjir dan tsunami beserta strukturnya. Sebelum itu pahami apa yang dimaksud teks eksplanasi serta contoh-contohnya.

Mengenal Teks Eksplanasi Secara Umum dan Menurut Ahli

Teks eksplanasi merupakan tulisan yang menjelaskan hubungan sebab akibat tentang suatu peristiwa baik itu budaya, sosial, maupun alam. Tak hanya berfungsi sebagai bahan bacaan saja, tapi menjadi pelajaran untuk pembaca supaya tahu penyebab suatu kejadian.

Pengertian teks eksplanasi Pardiyono “Teks eksplanasi merupakan teks yang berusaha menggambarkan proses terbentuknya suatu fenomena alam. Tak hanya berupa fenomena alam, tetapi juga fenomena sosial.”

Ciri-Ciri Teks Eksplanasi Fenomena Alam, Sosial, maupun Budaya

Untuk mengenal teks eksplanasi, kenali ciri-cirinya berikut ini:

1. Faktual

Teks yang memaparkan peristiwa alam, sosial, maupun budaya ini bersifat faktual sebab mengandung data serta pengetahuan sehingga bukan teks fiktif.

2. Informatif

Teks ini memaparkan informasi yang didukung penelitian ilmiah serta teori guna menambah wawasan dan pandangan para pembaca.

3. Bukan Teks Persuasif

Tulisan eksplanasi sifatnya menjelaskan fakta karena bukan teks persuasif. Teks ini adalah penjelasan mengenai sebab akibat dari suatu fenomena.

Struktur Teks Eksplanasi

Selain memiliki ciri-ciri umum, tulisan eksplanasi juga disusun sesuai struktur berikut ini struktur lengkapnya:

1. Judul

Sama saja dengan tulisan faktual lainnya yang mana wajib mencantumkan judul. Gunakan bahasa yang singkat, jelas, padat, serta berkaitan dengan seluruh tulisan.

2. Penyataan Umum

Di bagian pernyataan umum, kamu harus memasukkan informasi tentang fenomena. Selain itu, kamu juga harus menjelaskan kenapa peristiwa tersebut terjadi saat ini, kemarin, minggu lalu, atau di masa depan.

3. Menjelaskan Sebab hingga Akibat

Struktur yang ketiga menjelaskan informasi sebab atau akibat yang lebih rinci. Pada bagian ini, kamu harus menjelaskan proses terjadinya peristiwa, tahapan fenomena, serta efek fenomena yang terjadi.

4. Interpretasi

Pada interpretasi, kamu harus menjelaskan sudut pandang berdasarkan data maupun fenomena yang terjadi.

Contoh Teks Eksplanasi Alam Beserta Strukturnya

Dalam teks eksplanasi fenomena alam sekurang-kurangnya memuat 3 struktur. Strukturnya terdiri dari identifikasi fenomena atau pernyataan umum, urutan sebab dan akibat, serta ulasan atau interpretasi. Inilah contoh teks eksplanasi fenomena alam banjir, tsunami, serta longsor.

1. Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Banjir

Contoh teks eksplanasi fenomena alam yang pertama tentang banjir, berikut ini contoh lengkapnya:

Judul: Peristiwa Alam Banjir dan Penyebabnya

Banjir adalah salah satu peristiwa alam yang biasanya terjadi ketika curah hujan sedang tinggi dan aliran air merendam sebagian daratan. Hal ini disebabkan oleh volume air di sungai atau danau yang meningkat sehingga merendam pemukiman warga.

Selain itu, ketika minim resapan air seperti di daerah Jakarta, maka banjir pasti terjadi saat musim hujan berlangsung.

Ketika banjir berlangsung, hal ini dapat menyebabkan kerusakan sarana publik seperti toko, rumah warga, pertokoan, sekolah, dll. Warga yang ingin menghindari fenomena alam tahunan ini dapat memilih pindah dari lokasi yang jauh dari sungai atau lokasi yang minim resapan air.

Sejumlah negara sudah mempersiapkan solusi untuk mengendalikan masalah fenomena alam ini seperti membuat bendungan, weir, waduk, dll. Solusi tersebut digunakan untuk menghindari air sungai yang meluap sehingga tidak akan terjadi banjir yang merendam daratan warga.

2. Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Tsunami

Berikut merupakan contoh teks eksplanasi fenomena alam tentang tsunami.

Judul: Mengenal Tsunami, Penyebab, dan Proses Terjadinya Peristiwa Tersebut

Secara etimologi Tsunami artinya “ombak besar di Pelabuhan”. Tsunami merupakan gelombang air yang sangat besar karena terjadi gangguan seperti gempa bumi di dasar laut. Ketika terjadi gempa bumi di dasar laut, maka akan membentuk gelombang air yang menyebar ke pantai dan daratan.

Umumnya, besaran gelombang air ini antara 600-900km/jam. Di awal terjadinya gelombang, ukuran amplitudonya hanya 30-60 cm. Tapi ukuran amplitude bisa meningkat setelah mendekati pantai.

Peningkatan volume air ini bisa menjadi 15-30 meter disertai kecepatan arus 90km/jam. Selain menyebabkan banjir, tsunami juga bisa menelan korban jiwa serta kerusakan wilayah sekitar pantai.

Dengan kekuatan gempa bumi 7.0 skala richter dapat menyebabkan kerusakan di laut maupun daratan. Selain disebabkan oleh gempa bumi, tsunami juga disebabkan oleh letusan gunung serta longsor.

Risiko terjadinya fenomena alam tsunami kini dapat diprediksi oleh sistem peringatan dini. Jika sudah ada risiko terjadi tsunami, pihak terkait akan memberikan informasi agar warga di evakuasi.

Selain itu, risiko kerusakan sarana dan prasarana dapat diatasi dengan membangun tempat yang tahan guncangan dan air dari bahan beton. Diwajibkan ada penyuluhan kepada warga supaya dapat melakukan antisipasi jika bencana ini datang.

3. Contoh Teks Eksplanasi Alam Singkat

Selanjutnya ada contoh teks eksplanasi alam singkat tentang peristiwa alam longsor.

Judul: Penyebab Fenomena Alam Longsor dan Cara Mengatasinya

Longsor merupakan peristiwa alam yang terjadi karena ada pergerakan pada tanah sehingga menyebabkan tanah dan bebatuan berjatuhan. Peristiwa geologi ini disebabkan oleh 2 hal yakni faktor pendorong serta faktor pemicu.

Faktor pendorong merupakan hal yang berpengaruh pada material sedangkan faktor pemicu menyebabkan terjadinya gerakan material tersebut.

Peristiwa longsor paling sering terjadi pada lereng yang curam dan terjadi hujan lebat yang meningkatkan risiko terjadinya peristiwa tersebut. Hal ini dapat dicegah dengan cara menanam pohon dan jangan menebang pohon di sekitar lereng.

Akhir Kata

Di dalam contoh teks eksplanasi fenomena alam harus memuat informasi pernyataan umum, hubungan sebab-akibat, serta pandangan penulis. Hal ini berlaku ketika menulis teks pemaparan fenomena sosial maupun budaya.

Artikel Menarik Lainnya: