Contoh dan Faktor yang Menentukan Keanekaragaman Hayati Tingkat Genetik

Sudahkah kamu tahu terkait apa saja faktor yang menentukan keanekaragaman hayati tingkat genetik? Jika belum, yuk simak penjelasan dan pembahasan pada kesempatan kali ini.

Kamu akan tahu terkait dengan pengertian keanekaragaman hayati, tingkatnya, atau bahkan manfaat dari keanekaragaman hayati itu sendiri.

Apa Sih Keanekaragaman Hayati Itu?

Ternyata, keanekaragaman hayati ini menjadi istilah yang sering digunakan untuk keanekaragaman sumber daya alam. Mulai dari jumlahnya, atau bahkan frekuensinya, hingga spesies, ekosistem dan tentu saja gen pada suatu tempat.

Pada dasarnya, keanekaragaman ini akan menggambarkan terkait dengan keadaan dari beragamnya suatu benda. Terjadi akibat adanya perbedaan dalam satu hal, bentuk, ukuran, tekstur dan bahkan jumlah.

Sedangkan untuk hayati sendiri, memiliki arti sesuatu yang hidup. Jadi dapat disimpulkan, bahwa keanekaragaman adalah keanekaragaman atau keberagaman makhluk hidup yang dapat terjadi karena adanya perbedaan. Mulai dari ukuran, tekstur, bahkan hingga sifatnya.

Indonesia dengan keanekaragaman yang dimilikinya, mulai dari flora hingga faunanya. Sering dikenal juga dengan biodiversitas. Yakni suatu tingkat yang ada dalam bumi dan hal ini menjadi ukuran atau patokan untuk menentukan keadaan dari sehat atau tidaknya bumi.

Keanekaragaman hayati dilingkungan pada suatu ekosistem darat, memiliki jumlah yang lebih tinggi daripada biodiversitas lingkungan di kutub. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya pengaruh iklim, bahkan cuaca. Karena biodiversitas adalah fungsi dari iklim.

Terjadinya perubahan disebuah lingkungan, bisa berdampak buruk bagi spesial. Hal tersebut sangat memungkinkan terjadinya kepunahan masal suatu spesies. Suatu catatan sejarah menunjukkan, bahwa ternyata telah terjadi lima kepunahan masal selama kehidupan berlangsung pada bumi.

Tingkat Keanekaragaman Hayati yang Harus Kamu Ketahui

Seperti dijelaskan tahu, bahwa dalam keanekaragaman hayati banyak cabang ilmu yang bisa dipelajari. Termasuk dengan tingkat keanekaragamannnya itu sendiri. Mulai dari tingkat gen, spesies hingga ekosistem.

Nah, sebelum tahu bagaimana persisnya faktor yang menentukan keanekaragaman hayati tingkat genetik. Kiranya kamu harus tahu terkait dengan ulasan tingkat gennya, spesies hingga ekosistemnya.

1. Tingkat Gen

Keanekaragaman tingkat ini dapat disebabkan oleh variasi gen atau bahkan struktur dalam suatu spesies makhluk hidup. Gen sendiri jadi faktor pembawa sifat atas keturunan yang dapat dijumpai pada kromosom.

Setiap susunan gen akan memberikan perbedaan, baik itu dari fisiologi hingga anatominya. Jika susunannya berbeda, maka penampakannya akan otomatis berbeda juga. Baik itu pada sifat, atau bahkan keseluruhannya.

Tingkat keanekaragaman gen ini cukup gampang dikenali, seperti dengan cici variasinya, nama ilmiahnya, atau bahkan perbedaan morfologi yang tidak terlalu mencolok. Pada umumnya keanekaragaman tingkat gen ini biasa disebut dengan varietas.

2. Tingkat Spesies

Kamu dapat menemukan keanekaragaman tingkat spesies pada hewan juga ditumbuhan. Misalnya saja dengan buah-buahan dari keluarga jeruk. Mulai dari jeruk nipis, jeruk manis, atau bahkan jeruk bali.

Sedangkan untuk jenis pisang, ada jenis pisang buah, hingga pisang serat. Ada lagi dari tumbuhan jenis padi-padian. Spesiesnya mulai dari padi, jagung, bahkan alang-alang. Kunyit bahkan jahe.

Dari keanekaragaman hayati tingkat spesies tersebut, kamu sendiri sudah bisa menyimpulkan persamaannya bagian mana bukan?

Nah, untuk spesies pada hewan. Kamu dapat melihat kucing leopard, kucing rumahan, atau bahkan kucing hutan. Sapi berpunuk, hingga sapi potong dan sapi perah hingga sapi di Indonesia.

Tidak hanya itu saja, keanekaragaman hayati tingkat spesies hewan juga dapat kamu lihat dari sapi dan kerbau. Kemudian dari serigala hingga rubah.

3. Tingkat Ekosistem

Nah, tingkat ekosistem ini keanekaragaman dapat terjadi atas adanya perbedaan letak geografis. Menyebabkan perbedaan iklim, kemudian berpengaruh pada perbedaan suhu udara, curah hujan, atau bahkan seperti apa intensitas matahari.

Hingga durasi matahari menyinari letak geografis tersebut. Nah, dengan sekian banyaknya perbedaan tersebut, flora dan fauna dari akan menempati suatu daerah yang berbeda.

Misalnya saja dengan letak wilayah di puncak gunung, rata-rata tumbuhan yang hidup didominasi dengan lumut. Sedangkan hewan yang dijumpai rata-rata memiliki bulu tebal. Misalnya saja beruang kutub.

Sedangkan untuk gurun misalnya, ia akan ditumbuhi oleh tumbuhan xerofit seperti kaktus. Sedangkan untuk faunanya, daerah gurun akan ditempati oleh reptil atau bahkan mamalia kecil.

Lantas, Bagaimana dan Apa Saja Faktor yang Menentukan Keanekaragaman Hayati Tingkat Genetik?

Seperti disebutkan pada ulasan sebelumnya, bahwa gen merupakan faktor penurun bagi keanekaragaman hayati yang memberikan bentuk. Atau bahkan ukuran tertentu pada organisme. Dengan hal tersebut, maka terjadi perbedaan tingkat gen.

Keanekaragaman pada tingkat gen ini hanya dipengaruhi oleh penurunan sifat induk kepada anaknya. Terjadi atas adanya persilangan gen yang dialami oleh induk betina dan juga jantan.

Nanti akan menghasilkan keturunan berbeda, bergantung dari fenotip juga genotipnya bagaimana. Dengan hal tersebut, di dalam keanekaragaman hayati tingkat ini tidak bisa diteliti secara fisik. Namun secara genetis.

Untuk lebih jelasnya lagi, faktor yang menentukan keanekaragaman hayati tingkat genetik ini memiliki sifat relatif konstan. Atau bahkan memiliki sifat stabil atas pengaruhnya terhadap morfologi atau fenotipe organisme.

Materi genetik ini pada umumnya berada di dalam kromosom atau DNA yang berada pada setiap organisme. Lalu gen akan diekspresikan menjadi penampakan fenotip. Misalnya saja karakteristik, kehidupan, atau bahkan sifat semua makhluk hidup.

Kamu sendiri dapat melihat faktor yang menentukan keanekaragaman hayati tingkat genetik dari fisiologinya, anatominya, atau bahkan morfologinya. Contoh sederhananya, adalah DNA pada manusia dan primata. Keduanya mirip, namun terdapat perbedaan yang membuatnya harus dipisahkan.

Contoh Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen Pada Tumbuhan dan Hewan

1. Pada Tumbuhan

  • Padi atau Oryza Sativa, dibandingkan dengan beberapa varietas lainnya. Seperti Padi rojolele, padi ciherang atau bahkan dibandingkan dengan padi ciliwung.
  • Buah mangga atau Mangifera Indica. Dengan beberapa varietas lain, seperti adanya mangga arumanis, manalagi, mangga golek bahkan mangga gedong.
  • Durian atau Durio Zibethinus dengan beberapa varietas durian lain. Seperti durian bawor, durian petruk, bahkan durian monthong yang  kamu jumpai dibanyak super market.
  • Pisang atau Musa Pradisiaca, terdapat beberapa jenis lain. Seperti pisang kepok, pulo, pisang raja, atau bahkan pisang talas.

2. Pada Hewan

  • Anjing atau Canis Familiaris dengan ras anjing golden retriexe, bulldog, german shepherd atau beberapa jenis anjing lainnya.
  • Kucing atau Felis Catus, dengan beberapa ras kucing lain. Seperti Anggora, kucing sphinx, peak nose, kucing persia, bahkan kucing himalaya hingga ras kucing british short hair.
  • Sapi atau Bos Taurus, dengan ras sapi bali, sapi fries holland hingga ras sapi madura.

Dalam keanekaragaman hayati tingkat gen ini, peningkatannya dapat terjadi melalui persilangan. Atau dilakukan dengan proses hibridasi antar organisme atau spesies tertentu dengan sifat yang berbeda. Serta pembudidayaan hewan dan tumbuhan liar oleh manusia, atau domestikasi.

Lebih singkatnya lagi dan agar lebih mudah lagi dipahami, gen ini jika dilihat dari manusia atau homo sapiens. Dapat dilihat dari jenis rambut, bagaimana kulitnya, matanya, atau bahkan bentuk tubuh lainnya. Dan perbedaan tersebut disebabkan oleh adanya pengaruh gen.

Nah, itulah beberapa tingkatan dari keanekaragaman hayati hingga apa saja yang menjadi faktor yang menentukan keanekaragaman hayati tingkat genetik. Sangat jelas bukan?

Artikel Menarik Lainnya: