Mengenal Ornamen Musik dan 9 Variasinya

Sebelum membuat sebuah lagu, kamu harus mengenal Ornamen musik. Ornamen musik merupakan pelengkap untuk menambah keindahan sebuah lagu. Karya yang diciptakan jadi memiliki nuansa senang, sedih, sendu, dll.

Mari mengenal Ornamen musik lebih lanjut, contoh-contoh Ornamen dalam sebuah komposisi musik, dan berbagai unsur lainnya.

Mengenal Ornamen Musik Secara Umum

Sebelum memahami segala hal yang berkaitan dengan Ornamen, sebaiknya kamu mengenal dulu definisinya. Ornamen merupakan kata yang diambil dari bahasa latin yakni “ornare” artinya menghiasi.

Sementara itu, dalam bahasa Inggris “ornament” artinya perhiasan. Secara umum, Ornamen dalam musik dikenal sebagai hiasan nada pada melodi dan sebuah karya.

Mengenal Ornamen Musik dan Jenisnya

Kalau mau mau menciptakan lagu, pastikan kenali dulu ornamennya. Apa saja jenis Ornamen dalam karya lagu?

1. Acciaccatura

Mengenal Ornamen Musik dan 9 Variasinya

Sumber https://tambahpinter.com/mengenal-ornamen-musik/#Appoggiatura

Ornamen ini adalah not kecil yang biasanya terlihat sebelum ketukan. Salah satunya dikenal dengan istilah acciaccatura sebuah not yang diberi tanda garis miring. Tanda tersebut terlihat dalam rangkaian melodi.

Kalau kamu melihat not kecil yang terlihat seperti di coret itu artinya Ornamen acciaccatura. Not kecil ini dinilai 1/32, ketika dimainkan akan mengeluarkan efek suara yang berbunyi bersamaan karena posisinya dekat dengan not utama.

2. Appoggiatura

Mengenal Ornamen Musik dan 9 Variasinya

Sumber https://tambahpinter.com/mengenal-ornamen-musik/#Appoggiatura

Sebenarnya bentuk dari appoggiatura sama saja dengan Acciaccatura, namun Appoggiatura tidak ditulis dengan garis miring atau seperti mencoret not. Bentuk not ini menggunakan 1/8.

Selain itu appoggiatura dimainkan ketika ketukan jatuh, alhasil letak not pokok jadi bergeser. Prinsip Ornamen musik appoggiatura merupakan not dasar. Biasanya, not ini dimainkan dengan beberapa cara.

  • Appoggiatura biasanya dimainkan setengah dari not pokok. Kalau not yang ada setelah Ornamen nilainya 1/8, maka dimainkan jadi not 1/16 karena adanya Appoggiatura
  • Apabila memberi appoggiatura pada not pokok, maka not bertitik akan dimainkan jadi 2/3 dari nilai not pokok.  Misalnya, Appoggiatura terletak pada not 1/4 maka ketika dimainkan jadi not 1/8 karena not yang diberi titik akan bertambah setengah

3. Mordent

Mordent memiliki 3 nada hiasan berupa nada pokok, nada atas, dan nada pokok. Biasanya, teknik tersebut digunakan untuk Ornamen musik diatonis barat. Penggunaannya disesuaikan dengan tempo pada partitur.

Akan tetapi, pada musik keroncong, biasanya cara memainkannya tidak mengikuti tempo. Ada 2 jenis Ornamen mordent yakni upper mordent dan lower mordent. Keduanya memiliki perbedaan, berikut ini penjelasannya.

3.1. Upper Mordent

Upper mordent dikenal sebagai nada dasar, nada atas, atau tanda kembali ke nada dasar. Untuk memainkannya harus dengan cara cepat mengikuti tempo lagu yang sedang dinyanyikan.

3.2. Lower Mordent

Sementara itu, kalau lower mordent kebalikan dari upper mordent. Lower mordent ini adalah nada pokok, namun posisinya di bawah dan tetap harus kembali ke nada pokok.

Cara memainkannya pun sama dengan upper mordent yakni cepat mengikuti tempo musik yang sedang dimainkan.

4. Trill

Terdapat kesamaan antara trill dan mordent, akan tetapi trill lebih panjang ketika dimainkan. Not yang digunakan pada Ornamen trill merupakan not pokok atau not nada atas.

Di dalam musik klasik, trill selalu dimulai dari not atas kemudian ke not pokok. Sementara itu, pada musik modern biasanya dimulai dari not pokok yang ditandai dengan trill.

Tanda trill ini biasanya ditulis kecil di bagian atas not tandanya huruf (tr) berukuran kecil.

5. Turn

Terdapat 4 jenis nada pada Ornamen turn yaitu nada dasar (pokok), nada pokok, nada atas, serta nada bawah. Berikut ini beberapa jenis turn secara umum.

  • Turn diletakkan di bagian atas not berarti dimainkan secara langsung pada not pokok
  • Tanda turn yang diletakkan setelah not artinya memainkan bot pokok dulu setelah itu baru memainkan turn

6. Glissando

Glissando merupakan tanda harus pindah dari nada 1 ke nada yang lain. Biasanya, Glissando akan ditandai dengan gelombang sebagai penghubung kedua nada.

Kamu akan menemukan penggunaan Ornamen Glissando pada alat musik sasando, piano, harpa, serta gitar.

7. Vibrato

Secara umum, fungsi Ornamen musik vibrato untuk memberi ekspresi pada sebuah karya. Kalau ada vibrato artinya terjadi perubahan getaran suara yang teratur. Penggunaanya ditandai dengan jumlah dan kecepatan variasi getaran.

8. Arpeggio

Ornamen musik arpeggio adalah urutan nada dari yang tertinggi hingga terendah maupun sebaliknya. Arpeggio dapat kamu temukan saat bermain gitar atau piano.

Untuk melatihnya bisa dimulai dengan memilih nada lalu mainkan secara berurutan. Kamu harus konsisten untuk memahami penggunaan Ornamen arpeggio.

9. Tremolo

Tremolo merupakan Ornamen musik klasik, tremolo merupakan getaran vokal yang rapat seperti nyanyian seriosa.

Cara Menerapkan Ornamen Musik pada Instrumen Biola

Setelah mengenal Ornamen musik secara umum dan beragam variasinya, sekarang coba terapkan Ornamen ini pada permainan biola. Biola merupakan alat musik paling penting dalam sebuah orkestra.

Biasanya, permainan instrumen biola menggunakan teknik Ornamen tremolo, trill, serta vibrato. Berikut ini cara-cara menerapkan Ornamen pada permainan biola.

1. Vibrato Saat Bermain Biola

Teknik ini digunakan ketika pemain biola memainkan nada cepat guna meningkatkan warna pada nada yang sedang dimainkan. Jari-jari pemain biola membungkuk di sekitar senar agar nada yang dihasilkan lebih enak di dengar.

2. Trill pada Permainan Biola

Selain menggunakan Ornamen Vibrato, pemain biola sering menerapkan Trill untuk mengalihkan jari pada 2 nada yang posisinya berdekatan. Setelah menerapkan Trill, melodi dari permainan biola semakin indah.

3. Penggunaan Tremolo pada Permainan Biola

Terakhir, pemain biola akan menggunakan tremolo ketika bermain nada yang cepat secara bergiliran.

Cara Menggunakan Ornamen Musik pada Permainan Piano

Ornamen musik sangat penting dalam permainan instrumen musik seperti piano. Hal ini sangat populer dalam musik populer dan klasik, bisanya Ornamen yang digunakan terdiri dari arpeggio, glissando, serta trill.

1. Trill pada Permainan Piano

Trill digunakan ketika pemain piano menciptakan 2 nada berdekatan dengan tempo yang cepat. Hal ini ditandai dengan jari-jari yang bergetar saat menekan tuts piano.

2. Glissando dalam Permainan Piano

Glissando biasanya dilakukan saat pemain piano menggerakkan jari dengan cepat pada setiap deret kunci piano. Dengan Ornamen musik ini, suara yang dihasilkan dari glissando ini jadi semakin indah serta halus.

3. Arpeggio dalam Permainan Piano

Berikutnya, penerapan Ornamen musik arpeggio yang bisa menghasilkan melodi indah setelah memainkan nada dengan cepat serta berurutan. Kalau sudah melakukan Ornamentasi, musik yang dihasilkan jadi terdengar menarik.

Akhir Kata

Dengan mengenal Ornamen musik, kamu bisa lebih mudah menerapkannya pada saat bermain instrumen musik. Ada banyak hal yang harus dipahami dalam memainkan alat atau membuat lagu.

Selain 9 Ornamen musik yang telah disebutkan, masih banyak jenis lainnya karena penggunaannya berbeda-beda mengikuti nada dan instrumen yang dimainkan. Ornamen musik dapat memperlihatkan kreativitas komposer atau musisi dalam bermusik.

Artikel Menarik Lainnya: