Resensi Film Moana, Putri Kepala Suku Pemberani

Resensi Film Moana, Putri Kepala Suku Pemberani

Resensi Film Moana, Putri Kepala Suku Pemberani

Bagi kamu pencinta film Disney, pembahasan terkait dengan resensi film Moana pasti dibutuhkan. Agar semangat menonton lebih banyak dan tentu agar lebih tahu alur ceritanya bagaimana.

Disutradarai langsung oleh Ron Clements dan John Musker, film satu ini berlatar di Pasifik Selatan yang terkenal dengan viewnya sangat memukau.

Resensi Film Moana, Sinopsis Hingga Unsur Intrinsiknya

Identitas Film Moana

Sutradara                            : Ron Clements dan John Musker

Produser                              : Osnat Shurer

Penulis                                 : Ron Clements, John Musker, Pamela Ribon, Taika Waititi

Pemeran                             : Dwayne Johnspn, Auli’i Cravalho, Philipa Soo

Perusahaan Produksi      : Walt Disney Animation Studios dan Walt Disney Pictures

Distributor                          : Motion Pictures serta Walt Disney Studios

Tanggal Rilis                        : 23 November 2016 di Amerika dan 25 November 2016 di Indonesia

Bahasa                                  : Inggris

Negara                                 : Amerika Serikat

Anggaran                             : 150 Juta USD

Pendapatan Kotor           : lebih dari 600 Juta USD

Sinopsis Film Moana

Film Moana sendiri merupakan film animasi Disney yang dirilis tahun 2016, mengisahkan seorang gadis Polinesia muda yang bernama Moana. Memulai petualangannya dengan berani untuk menyelamatkan rakyat.

Moana adalah seorang putri dari seorang kepala suku setempat, namun ia memiliki mimpi untuk menjelajahi dunia di luar terumbu karang tempat dimana ia tinggal.

Sebagai seorang anak dari kepala suku, Moana pun berusaha untuk melanjutkan kuasa serta tahta sang ayah. Walaupun bersama dengan hal tersebut Moana merasa gundah.

Walaupun tumbuh dan besar di kepulauan yang dikelilingi oleh alam luas serta indah. Orang tuanya melarang untuk mendekati laut, bahkan sekadar bermain di tepi pantai pun tidak diizinkan. Alasannya karena laut dianggap membahayakan bagi suku Motunui.

Tidak hanya Moana sebagai anak dari kepala suku, namun nelayan di sana pun dibatasi untuk menjaring ikannya. Hanya cukup di laguna saja, yang lebih tenang serta dangkal.

Walaupun demikian, Moana memiliki keinginan lain. Karena baginya laut sangat begitu ramah dan tidak perlu ada rasa takut untuk mengarunginya.

Sampai pada tiba masa dimana sumber kehidupan dari pulau mengalami kerusakan dan terdapat masalah serius. Ikan sudah tidak bisa dijaring, bahkan pohon kelapa pun banyak yang mati.

Sebagai seorang pemimpin pengganti dari sang Ayah, Moana pun mengambil keputusan agar para nelayan menjaring ikan jauh ke tengah laut. Melewati batu karang yang disinyalir banyak ikan hidup di sana.

Namun keinginan tersebut tidak diizinkan oleh sang ayah, Moana merasa bingung dan terus mencari jalan keluar. Sangat nenek tahu keinginan serta mimpi dari Moana tersebut. Hingga pada akhirnya memberikan dukungan.

Moana memutuskan untuk nekat dan memberanikan diri sendiri, membuktikan bahaya seperti apa yang sebenarnya sang ayah takutkan.

Moana pun diam-diam berlayar, membawa babi peliharaannya bernama Pua. Namun di tengah perjalanan ia diterjang badai besar, membuat perahunya menjadi terbalik. Kemudian Moana memutuskan untuk berbalik dan kembali lagi.

Selang beberapa waktu, Moana pun kembali mencoba dengan mendapatkan dukungan lebih banyak. Hingga pada akhirnya Moana bertemu dengan Maui, sebagai manusia setengah dewa yang tangguh.

Secara tanpa sengaja Moana ditarik oleh kekuatan laut dan bersama Maui ia berlayar. Mengalami banyak tantangan, seperti harus menghadapi monster besar hingga petualangan berjuang mengalahkan diri mereka sendiri.

Unsur Intrinsik Film Moana

1. Tema

Dalam resensi film Moana ini, ternyata temanya petualangan seorang anak untuk bisa menyelamatkan rakyat dalam sukunya agar kehidupannya lebih tertata.

2. Tokoh dan Penokohan

  • Moana, memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Kemudian periang, cerdas, berani
  • Maui, kuat, tegas berani
  • Ayah Moana, tegas, penyayang serta bijaksana
  • Grama Tala (Nenek Moana), memiliki jiwa petualang serta sangat pemberani

3. Alur

Campuran

4. Latar

Sebuah desa di suatu lautan dan pulau.

5. Gaya Bahasa

Personifikasi

6. Amanat

Dibutuhkan usaha keras untuk meraih sebuah mimpi dan keberhasilan, kejahatan dibalas dengan kebaikan bukan dibalas kejahatan juga.

Unsur Ekstrinsik

1. Nilai Sosial

Perempuan adalah makhluk kuat, perempuan hanya perlu berani untuk bisa menggenggam dunia. Moana sendiri merupakan seorang gadis kecil berusia 16 tahun yang memiliki keberanian sangat kuat. Bahkan keinginannya mampu mengubah rasa takut menjadi rasa berani.

2. Nilai Moral

Terkadang ada waktu dimana berjuang hanya untuk cinta, begitulah yang dilakukan Moana. Ia mencintai keluarganya dan desanya, bahkan ia pun rela untuk mengarungi samudera. Mencari Maui untuk mengembalikan jantung dari The Fiti.

Kelebihan Film

Banyak nilai-nilai dan pesan yang disampaikan, seperti jika kamu ada dalam keraguan maka harus mengikuti kata hatimu. Menampilkan tayangan bahwa tidak perlu merasa gengsi saat meminta maaf dan memberi maaf.

Pesan Moral Film Moana

Akhir dari pembahasan resensi film Moana ini ternyata pesan moral yang disampaikan sangatlah banyak. Kamu harus merasa bahwa hidup itu memerlukan humor, kemudian sebuah keberhasilan ternyata butuh usaha yang tidak pernah padam. Hingga pada akhirnya mimpi bisa jadi kenyataan seperti apa yang dilakukan oleh Moana dengan memperjuangkan kehidupan sukunya.

Seorang guru Bahasa Indonesia yang kebetulan suka membaca novel dan mencurahkannya ke dalam tulisan.

Artikel Menarik Lainnya: