Resensi Novel 17 Years of Love Song: Sinopsis & Intrinsik

Resensi novel 17 years of love song karya Orizuka menceritakan kisah kehidupan dan cinta tokoh Nana. Dimana Nana memiliki kondisi fisik yang lumpuh, tetapi ia dipertemukan dengan laki-laki yang begitu mencintainya. Ia adalah Leo.

Tetapi, ternyata keadaan memang membuat jarak Leo dan Nana menjadi terpisah. Lalu, akankah mereka berdua tetap saling mencintai?

Artikel ini merangkum secara detail mengenai resensi novel 17 Years of Love Song yang menarik untuk dibaca. Simak sampai selesai ya.

Identitas Novel

Judul Novel17 years of love song
PenulisOrizuka
Jumlah halaman268 halaman
Ukuran buku13 x 19 cm
PenerbitPuspa Populer
KategoriFiksi
Tahun Terbit2015
Harga novelRp.27.000,-

Novel 17 Years of Love Song karya Orizuka berjumlah 268 halaman. Buku ini diterbitkan oleh Puspa Populer sebagai buku fiksi pada tahun 2015. Harga buku ini yaitu Rp.27.000,-.

Sinopsis Novel 17 Years of Love Song

Novel 17 years of love song karya  Orizuka menceritakan tentang kisah cinta. Dimana, orang akan menyadari arti cinta setelah kehilangan terlebih dahulu.

Kisah cinta ini dialami oleh tokoh Nana, ia masih berusia 14 tahun. Tetapi, ia sudah dapat menerima semua lika-liku dalam kehidupannya dengan sangat baik.

Yati dan Tono adalah orangtua Nana. Mereka menyesal telah menjadi orangtua yang tidak dapat membiayai pengobatan dan operasi Nana.

Dalam jangka waktu dua tahun, Tono berusaha bekerja hampir gila. Ia mengumpulkan uang untuk mengobati Nana agar dapat berjalan lagi seperti biasanya. Hanya itu, keinginan Tono.

Bahkan, Tono pun berpikir untuk menjual ginjalnya agar bisa mendapatkan uang yang banyak. Tetapi,  ternyata ginjal Tono tidak dalam kondisi yang baik sehingga tidak bisa dijual.

Ibu dan Ayah Nana selalu menyatakan bahwa seperti apapun kondisi Nana. Ayah dan Ibu Nana akan menyayanginya sama seperti saat kondisi Nana masih baik-baik saja.

Tetapi ternyata yang ada dipikiran Nana adalah ia tidak ingin membuat orangtuanya susah. Tidak ingin orangtuanya banting tulang bekerja untuk biaya operasi.

Nana hanya berpikir untuk menerima semua keadaan yang harus dilaluinya. Mungkin kejadian yang dialaminya ini memang sebuah teguran dari Tuhan karena ia merasa belum banyak melakukan hal baik.

Jadi meskipun Nana cacat, ia tetap semangat dalam menjalani kehidupan. Bahkan, ia juga banyak melakukan hal-hal yang bermanfaat.

Di sisi lain, terdapat tokoh Leo yang berasal dari keluarga broken home. Hal tersebut membuatnya mempunyai luka yang begitu mendalam di dalam hatinya.

Ketika orangtuanya berpisah, Leo memang tetap memilih untuk tinggal dengan ibunya di desa. Ia meninggalkan kehidupan di kota yang berarti ia meninggalkan salah satu bagian dalam hidupnya yaitu Baseball.

Hal tersebut membuat kehidupan Leo saat ini menjadi lebih tertutup.

Tetapi, sebenarnya seringkali ibunya Leo meminta maaf dan mengizinkan Leo untuk pindah ikut Papanya. Tetapi, selalu ditolak oleh Leo. Ia mengatakan bahwa dirinya sudah siap dengan resiko yang akan dia alami.

Leo dan Nana dipertemukan dengan situasi yang membuat mereka nyaman. Hingga mengenal satu sama lain. Bahkan, mereka berdua memang langsung akrab saat pertama bertemu.

Tetapi, keadaan memang tidak membuat pertemuan mereka menjadi sesuai yang diharapkan.

Leo dan Nana mengharapkan mereka dapat hidup bersama. Bahkan, Leo meyakinkan Nana bahwa ia tidak ingin hidup di masa depan tanpa Nana.

Unsur Intrinsik Novel

Adapun unsur intrinsik novel 17 years of love song karya Orizuka yang menarik untuk diketahui, yaitu:

1. Tema

Tema novel 17 years of love song karya Orizuka membahas tentang kehidupan dan kisah cinta tokoh Nana. Dimana saat kondisi kakinya yang lumpuh, ia dipertemukan dengan pria yang mencintainya dengan tulus.

2. Tokoh

Tokoh-tokoh utama yang diceritakan dalam novel 17 years of love song yaitu Nana, Tono, Yati, dan Leo.

3. Latar Tempat

Latar tempat kejadian yang diceritakan untuk menggambarkan peristiwa dalam novel yaitu berada di rumah Nana, rumah Leo, dan di pedesaan.

4. Latar Waktu

Latar waktu kejadian dalam novel dikisahkan pada waktu pagi hari, siang hari, dan malam hari.

5. Alur

Alur yang digunakan penulis untuk menceritakan isi novel yaitu menggunakan alur maju. Dimana tidak ada bagian yang menceritakan kehidupan di masa lalu.

6. Sudut Pandang

Sudut pandang yang digunakan penulis untuk menggambarkan karakter dalam novel 17 years of love song yaitu sudut pandang orang ketiga.

7. Diksi atau Gaya Bahasa

Ada banyak kata kiasan yang begitu penuh makna dalam novel. Sehingga pembaca seolah dapat merasakan apa yang dialami oleh para tokohnya.

8. Amanat

Amanat dalam novel 17 years of love song yaitu kita memang harus menerima segala keadaan yang terjadi dalam kehidupan. Tetap semangat dan tidak membebankan apa pun yang kita inginkan kepada orang lain.

Unsur Ekstrinsik Novel

Adapun unsur ekstrinsik novel 17 years of love song yang menarik untuk diketahui yaitu:

1. Nilai Religi

Sikap Nana yang berpasrah dan tetap bersyukur dengan keadaan kehidupan yang dia alami. Meskipun, ia lumpuh tetap ia tidak pernah menyalahkan takdir Tuhan.

2. Nilai Sosial

Meskipun, Nana lumpuh tetapi tidak ada sedikitpun Leo keberatan dengan kondisinya. Leo benar-benar menerima Nana dengan apa adanya.

3. Nilai Moral

Meskipun orang lumpuh dipandang rendah, tetapi Nana berhasil menunjukan ia dapat menunjukkan banyak hal.

Kelebihan Novel

Kelebihan novel 17 years of love song yaitu ceritanya yang menarik dari konflik yang dimunculkan dalam cerita. Ada banyak nilai kehidupan yang bisa pembaca temukan dengan membaca novel ini.

Kekurangan Novel

Kekurangan dalam novel 17 years of love song yaitu gambar ilustrasi yang terdapat di halaman cover menjadi kurang menarik.

Pesan Moral Novel 17 Years of Love Song

Pesan moral novel 17 years of love song yaitu kita tidak boleh merendakan orang yang mempunyai kekurangan karena cacat. Karena mereka mungkin justru lebih baik dari diri kita yang sempurna.

Artikel Menarik Lainnya: