Resensi Novel 5 Elang: Sinopsis, Intrinsik & Pesan Moral

Resensi Film 5 Elang, Film Pramuka Keren dan Mendidik

Resensi Film 5 Elang, Film Pramuka Keren dan Mendidik

Film ini mengisahkan petualangan 5 Elang anak-anak pramuka yang berjuang mendapatkan mendali Bintang Utara. Banyak pesan moral dan juga sangat cocok untuk dijadikan film keluarga di saat liburan nanti.

Penasaran dengan isi film ini kamu bisa baca dulu resensi film 5 Elang pada artikel ini. akan di bahas beberapa hal penting dalam film ini.

Mulai dari identitas novel, sinopsis novel, latar film , kelebihan, kekurangan hingga pesan moral yang terkandung dalam film tersebut simak yuk!

Identitas Film

Judul Film5 Elang
Penulis NaskahSalman Aristo
SutradaraRudi Soejarwo
Durasi film88 Menit
Kategori FilmPetualangan
Pemain FilmBastian Bintang (Aldi), Iqbal Diafakhri (Rusdi), Teuku Rizky (Anton), Monica Sayangbati (Sindai), Christoffer Nelwan (Baron) dan masih banyak lagi lainnya.
Tahun Produksi2011
Perusahaan ProduksiSBO Film

Resensi Film 5 Elang ini merupakan sebuah film keluarga yang syarat akan pesan moral dan cocok di tonton oleh anak-anak dan remaja. Film ini mulai di rilis pada tanggal 25 Agustus Tahun 2011.

Film ini di sutradarai oleh Rudi Soejarwo dan di produksi oleh SBO Film. Gilm ini juga di bintangi oleh artis kerena Indonesia yaitu Bastian Bintang, Iqbal Diafakhri, Teuku Rizky, Monica Sayangbati dan Christoffer Nelwan.

Film ini bukan hanya film keluarga melainkan sebuah kado ulang tahun dalam rangka memperingati 50 tahun (tahun emas) Gerakan Pramuka yang diperingati pada 14 Agustus 2011 silam.

Film 5 Elang ini sekaligus berusaha menanamkan nilai-nilai positif dari kegiatan yang berkisah tentang petualangan yang bekerja sama dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Ketua Kwarnas.

Sinopsis Film 5 Elang

Film ini menceritakan petualangan anak-anak SD mengikuti pramuka yang berjuang mendapatkan mendali Bintang Utara.

Baron, seorang maniak mobil RC menaruh target menang tim balapan di Jakarta. Latihan bersama geng-nya pun menajdi kesehariannya di luar aktivitas sekolah.

Tapi Baron harus meletakkan  harapan ketika orang tuanya pindah ke Balikpapan. Kalimantan Timur. Daerah baru dan juga teman baru, Baron kesulitan adaptasi dia berharap bisa kembali lagi ke Jakarta saat liburan tiba.

Kekesalannya bertambah ketika tiba-tiba namanya di sebut menjadi salah satu anggota tim pramuka yang mewakili sekolahnya untuk ikut perkemahan.

Rusdi, pramuka super yang kelewat optimis dan kerap kali membuat Baron jengkel, berhasil meyakinkan orang tua Baron untuk memaksanya ikut.

Bersama dengan anggota lain. Anton si ahli api yang gembul, dan Aldi si kerdil yang tempramental, mereka memulai petualangan barunya di perkemahan.

Mereka juga bertemu dengan Sindai, gadis perkasa yang banyak membantu Baron dan kawan-kawan ketika menjelajahi hutan lebat dalam salah satu games perkemahan.

Di peraturan markas bintang tipa regu harus nemui lapan titik petunjuk, satu buah santara dan satu markas besar, tapi kalau kita bisa ke pos santara maka akan lebih cepat sampai ke markas. Cara tahunya pos santara bagaimana?

Rupanya Baron punya misi lain dalam mengikuti perkemahan. Lokasi perkemahan Bengkarai yang berdekatan dengan pameran mobil RC membuatnya berpindah hati di tengah kontes permainan terakhir.

Dan tim mereka pecah, baron memutuskan keluar dari permainan mengejar Bintang Utara. Ia memperhitungkan tindakan dengan seksama.

Sangat pandai di bidang matematika dan hal-hal mekanis lainnya, ia sangat mengutamakan logika dan sebagai anak kota besar ruang personalnya sangat sempit.

Itu sebabnya ketika pindah ke kota kecil, dia merasa tidak nyaman karena harus lebih membuka diri pada lingkungan yang baru dan juga pada alam.

Ketidaknyamanannya itu ia terlihat seperti anak yang pemarah. Namun kemudian ia mengalami petualangan menarik yang menjadi titik balik dalam hidupnya.

Rusdi kebalikan dari Baron. Pramuka adalah pegangan utama hidupnya. Ia lucu, selalu melihat semua hal dari sisi positif dan percaya kebaikan yang ada dalam diri setiap orang, meskipun di luarnya orang itu terlihat buruk.

Latar Film 5 Elang

Dalam resensi film 5 elang terdapat latar di dalamnya. Dan berikut ini merupakan latar dari film 5 Elang baik latar waktu maupun latar tempat. Berikut penjelasannya:

1. Latar Waktu

Latar waktu yang digunakan dalam fil ini yaitu sekitar pada tahun 2011 dan latar waktu lainnya yaitu ada pagi hari, siang hari dan juga malam hari.

2. Latar Tempat

Latar tempat yang digunakan dalam film 5 Elang ini yaitu berlatar di Kalimantan Timur di sebuah hutan trofis di kawasan hutan bukit Bengkarai.

Kelebihan Novel

Berikut merupakan beberapa kelebihan dari film 5 Elang, diantaranya adalah:

  • Akting para tokoh sangat baik sekali dan bisa menjadi sesuai karakternya atau mendalami perannya
  • Alurnya juga enak diikuti
  • Membangkitkan jiwa kepramukaan para remaja Indonesia
  • Memperingati hari HUT Gerakan Pramuka yang ke 50 tahun

Kekurangan Novel

Selain kelebihan tentunya film ini juga memiliki kekurangan, dan kekurangan tersebut diantaranya adalah:

  • Ada beberapa cacat logika menurut saya seperti jarak peta dan jarak nyata
  • Sikap arogan mereka saat memukuli para penjahat hingga mmebakar itu serasa tidak manusiawi sekali bagi anak pramuka, seakan-akan mereka penajahat yang sangat kejam

Pesan Moral Film 5 Elang

Dengan resensi film 5 elang ini kita dapat mengambil pesan moral bahwa kerja sama sebuah tim sangat di butuhkan dalam pramuka.

Selain itu di pramuka juga dikenalkan untuk cinta alam dan sesama mahkluk hidup.

Di film ini diceritakan bahwa 5 Elang berhasil menangkap penjahat yang suka mencuri satwa liar dan pembalakan hutan sehingga dasa darma pramuka mulai bisa terwujudkan dengan perilaku dan sikap.

Suka membaca novel dan dunia literasi. Menuangkan ke dalam tulisan agar banyak orang yang tahu apa yang aku baca hari ini.

Artikel Menarik Lainnya: