Resensi Novel Rantau 1 Muara: Sinopsis Dan Intrinsiknya

Resensi Novel Rantau 1 Muara: Sinopsis dan Intrinsiknya

Resensi Novel Rantau 1 Muara

Novel rantau 1 muara merupakan skuel dari novel sebelumnya karya Ahmad Fuadi yaitu negeri 5 menara dan Ranah 3 Warna. Novel terakhir ini merupakan puncak dari kisah Alif Fikri yang memiliki mantra ajaib.

Penasaran dengan buku ini? Sebaiknya kamu baca resensi novel Rantau 1 Muara ini terlebih dahulu. Karena akan dibahas identitas, sinopsis, intrinsik juga ekstrinsik di artikel resensi ini.

Pesan moral juga kelebihan dan kekurangannya akan kamu temukan secara lengkap. Simak yuk!

Identitas Novel Rantau 1 Muara

Judul NovelRantau 1 Muara
PenulisAhmad fuadi
Jumlah halaman407 Halaman
Ukuran buku13,5 x 20 cm
PenerbitPT Gramedia Pustaka Utama
KategoriFiksi
Tahun Terbit2013
Harga bukuRp. 75.000

Novel rantau 1 muara ini memiliki ketebalan 407 halaman dengan ukuran buku 13,5×20 cm. Dan kamu bisa beli buku ini hanya dengan harga Rp. 75.000 ribuan saja.

Resensi Novel Rantau 1 Muara

Novel ini menceritakan kelanjutan kisah Alif Fikri yang lulus dengan nilai terbaik dari Universitas Padjadjaran.

Ia yakin akan mudah mendapatkan pekerjaan. Tapi nyatanya tak semudah yang dibayangkan.

Karena saat itu Indonesia sedang krisis moneter sehingga sulit mendapatkan kerja di tambah ia harus membiayai Amak dan adik-adiknya.

Dan akhirnya ia menjadi penulis kolom tetap di Warta Bandung dan memintanya menulis politik luar negeri.

Selanjutnya ia mendapat tawaran di Jakarta sebagai wartawan sehingga mendekatkannya dengan seorang gadis bernama Dinara.

Dari pekerjaan Alif menjadi wartawan ia bisa mewujudkan cita-citanya untuk berkuliah di luar negeri dan dari pekerjaan tersebut.

Akhirnya kesempatan itu terbuka lebar dan berhasil mewujudkan cita dan juga cintanya.

Bagaimana keseruan Alif saat berjuang kuliah di luar negeri dan menggapai cinta kekasih hatinya? Jawabannya pasti ada di novel rantau 1 muara. Di baca yuk!

Unsur Intrinsik Novel Rantau 1 Muara

Dalam sebuah resensi novel rantau 1 muara ini terdapat unsur intrinsik di dalamnya yaitu:

1. Tema

Tema yang diangkat dalam novel ini yaitu tema tentang perjuangan dan cinta.

2. Tokoh dan Penokohan

  • Alif Fikri, merupakan tokoh yang penyabar, pekerja keras, dan juga pantang menyerah.
  • Dinara, ramah dan cerdas
  • Mas Budi/ Mas garuda, nasionalis dan suka menolong.
  • Pasuswarta, peremeh, humoris,
  • Raisa: setia dan penyabar.
  • Randai, suka menyinggung perasaan temanya, sombong dan kompetitif.
  • Mbak Hila, baik dan ramah.
  • Mas Nanda, pekerja keras.
  • Dan masih banyak lagi tokoh lainnya.

3. Alur

Alur yang digunakan dalam novel Rantau 1 Muara ini menggambarkan alur maju. Dimana dari awal cerita hingga akhir diceritakan secara runtut dan teratur.

4. Latar Waktu

Latar waktu yang digunakan dalam novel Rantau 1 Muara ini menggunakan latar waktu pagi, pagi buta, siang hari, sore hari dan malam hari.

5. Latar Tempat

Latar tempat yang digunakan dalam novel Rantau 1 Muara ini yaitu menggunakan latar tempat di Bandung, Jakarta, Washington DC, New York.

6. Sudut Pandang

Sudut pandang yang digunakan dalam novel Rantau 1 Muara ini menggunakan sudut pandang orang pertama sebagai pelaku utama.

7. Gaya Bahasa

Gaya bahasa yang digunakan dalam novel ini menggunakan gaya bahasa yang ringan dan mudah di pahami oleh berbagai kalangan.

8. Amanat

Amanat yang terkandung dalam novel ini yaitu berani bermimpi, hasil tidak akan mengkhianati kerja keras, setiap kesulitan ada kemudahan.

Dan terpenting mantra yang ketiga yaitu “ Man saara darbi washala” siapa yang berjalan di jalannya akan sampai tujuan.

Unsur Ekstrinsik Novel Rantau 1 Muara

Ada pun berikut ini merupakan unsur ekstrinsik dari novel rantau 1 muara diantaranya yaitu:

1. Nilai Sosial

Nilai sosial yang terkandung dalam novel rantau 1 Muara yaitu jiwa sosial tolong menolong yang dilakukan oleh Mas garuda.

Saat di tragedi 11 september 2001 dimana Mas Garuda yang terenggut nyawanya demi menolong orang lain.

Dan kedekatan antara Alif dan Mas Garuda sangat luar biasa hingga Alif menganggapnya sebagai kakaknya sendiri. sehingga kehilangan itu begitu terasa oleh Alif.

2. Nilai Budaya

Banyaknya penggunaan bahasa daerah novel ini mengangkat nilai budaya yaitu seperti bahasa Melayu dan Minang juga bahasa sunda saat ada di Bandung.

3. Nilai Pendidikan

Nilai pendidikan yang terdapat dalam novel Rantau 1 Muara ini yaitu tekad dari Alif untuk terus menuntut ilmu hingga bekerja keras dan medapatkan beasiswa luar negeri dan bercita-cita setinggi mungkin.

Dan kegemaran Alif dalam menuntut ilmu menandakan ia sangat menyukai pendidikan dan terus mencari ilmu.

Kelebihan Novel Rantau 1 Muara

  • Banyak memberikan motivasi dan nasihat yang luar baisa
  • Banyak kutipan penyemangat yang indah seperti
  • Mantra ajaibnya Alif “Man jada wa jada” “Man shabara zhafira” dan Man saara ala darbi washala” bisa dijadikan contoh dan motivasi
  • Bahasa yang ringan dan mudah di pahami

Kekurangan Novel Rantau 1 Muara

Berbicara tentang sebuah karya pasti terdapat kekurangan di dalam karya tersebut. Namun, bisa dikatakan kekurangan di dalam novel Rantau 1 Muara ini sangat minim.

Dan kekurangannya yaitu kurang jelasnya ending membuat banyak pertanyaan dari pembaca.

Pesan Moral Novel Rantau 1 Muara

Terakhir dari resensi novel Rantau 1 Muara yaitu pesan moral yang terkandung di dalamnya yaitu berani bermimpi, hasil tidak akan mengkhianati kerja keras, setiap kesulitan ada kemudahan.

Dan terpenting mantra yang ketiga yaitu “ Man saara darbi washala” siapa yang berjalan di jalannya akan sampai tujuan.

Suka membaca novel dan dunia literasi. Menuangkan ke dalam tulisan agar banyak orang yang tahu apa yang aku baca hari ini.

Artikel Menarik Lainnya: