Sejarah Perkembangan Drama Dari Zaman Ke Zaman

Sejarah Perkembangan Drama dari Zaman ke Zaman

Sejarah Perkembangan Drama dari Zaman ke Zaman

Kata drama mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Selain mengetahui mengenai Drama, tentu banyak dari kamu yang ingin mengetahui sejarah perkembangan drama itu sendiri.

Sejarah perkembangan drama dapat kamu lihat perkembangannya melalui artikel ini, mulai dari perkembangan dari berbagai zaman hingga masuk ke Indonesia.

Sejarah Perkembangan Drama

Sejarah awal perkembangan drama dimulai dari zaman ke zaman, kamu dapat simak sejarah perkembangan drama di bawah ini

1. Zaman Yunani

Perkembangan drama pada awal mula terbentuk pada zaman Yunani, pertunjukan drama ini pertama kali di selenggarakan di Yunani sekitar 2.300 tahun yang lalu. Jenis drama Yunani ini tergolong ke dalam drama klasik.

Seorang ahli teater yaitu Jakob Soermardjo menyatakan bahwa panggung yang di bangun pada zaman Yunani berbentuk setengah lingkaran dan tanpa atap. Tempat duduk penonton berbentuk melengkung dan berundak-undak atau sering disebut dengan amfiteater.

Cerita yang dibawakan pada zaman Yunani ini umumnya berbentuk cerita yang menggambarkan perjuangan manusia dalam menyembah dewa-dewanya. Durasi yang dibutuhkan untuk melakukan drama ini terhitung panjang dan membutuhkan waktu 1 jam. Drama dari Yunani ini memiliki ciri khas tersendiri, yaitu terdapat selingan paduan suara di antara plotnya.

Setelah munculnya drama jenis tragedi, muncullah jenis drama komedi yang di dalamnya berisi sindiran-sindiran terhadap drama tragedi dan sengaja dibuat lucu. Inilah yang menjadikan cikal- bakal dari lahirnya drama komedi.

2. Zaman Romawi

Perkembangan drama yang dilakukan pada zaman Romawi merupakan hasil dari adaptasi drama pada zaman Yunani. Jenis drama yang ditampilkan masih tergolong klasik. Hampir semua cerita yang ditampilkan serta bentuk panggung yang di buat sama persis seperti zaman Yunani.

Hal ini bisa terjadi dikarenakan adanya peralihan kesenian dari Yunani ke Romawi setelah 200 SM. Perkembangan drama Romawi menjadi pengaruh penting terhadap zaman Renaissance.

Menurut catatan Brockett (1964), pertunjukan drama Romawi di gelar pada tahun 240 SM di kota Roma. Cerita yang ditampilkan tidak jauh berbeda dengan pertunjukan pada zaman Yunani, itu dikarenakan yang mengenalkan pertunjukan tersebut adalah seorang seniman Yunani Livius Andronicus.

Pada awal pertunjukan cerita yang dibawakan masih sama dengan zaman Yunani, yaitu cerita mengenai manusia yang melakukan aktivitas pemujaan terhadap dewa mereka. Namun seiring berkembangnya zaman, cerita tersebut mulai beradaptasi menjadi cerita tentang perjuangan manusia untuk mencari kekuasaan.

3. Zaman Abad Pertengahan

Perkembangan drama pada zaman abad pertengahan sekitar tahun 1400-1500 di Eropa banyak terpengaruh oleh Gereja Katolik. Yang di mana nyanyian dalam pementasan digantikan oleh Koor Gereja atau para rahib. Drama ini sering diselenggarakan ketika akan merayakan hari besar umat Kristen.

Pada suatu waktu panggung drama dipindahkan ke lapangan bahkan jalanan, itu dikarenakan pihak gereja sudah tak mengizinkan pementasan drama di dalamnya. Dalam pementasan drama ini, para aktor akan berkeliling kota dengan bermain di atas kereta yang di giring.

Cerita yang ditampilkan pun menjadi lebih berbeda, karena nuansa yang diambil bercerita tentang pengetahuan, kemiskinan atau kebijakan. Drama abad pertengahan ini memiliki ciri lain, yaitu sebagai berikut.

  • Pertunjukan dilakukan di atas kereta atau sering disebut pageant atau pentas kereta.
  • Dekor yang di gunakan bersifat sederhana dan simbolis.
  • Tidak ada nama pengarang.
  • Bahasa yang digunakan adalah bahasa sehari-hari.
  • Ada pemungutan biaya pada pementasan yang diselenggarakan di tempat umum.

4. Zaman Italia

Perkembangan Drama di Italia berkembang pada abad ke -17. Jenis drama yang digunakan pada zaman ini adalah tragedi, komedi, dan pastoral (drama yang berkisah tentang percintaan dewa dan para penggembala desa.

Di zaman Italia, drama berkembang di istana dan akademi. Pada masa ini pementasan mengadopsi naskah dari drama Yunani dan Romawi.

5. Zaman Elizabeth I

Perkembangan drama pada masa ini dimulai pada tahun 1558-1603 di Inggris. Drama bisa berkembang dikarenakan dukungan dari ratu Elizabeth I dan memprakarsai pendirian teater-teater.Pada masa ini, drama dipentaskan di gedung-gedung teater seperti Globe Teater.

6. Zaman Prancis

Perkembangan drama pada masa ini di mulai pada abad ke-17 di Spanyol dan Prancis. Perkembangan drama di Spanyol yaitu drama keagamaan, sedangkan perkembangan drama di Prancis yaitu drama sekuler. Pada zaman ini, drama bertema tentang sosial dan budaya pikir kaum terpelajar.

7. Zaman Jerman

Perkembangan drama pada masa ini di mulai pada abad ke-19 antara tahun 1800-1850. Awal mula pergerakan drama dikenal di Jerman yaitu melalui gerakan teater romantik yang di gelar di Jerman.

8. Zaman Modern

Perkembangan drama modern terlahir pada penghujung abad ke-19 dan bersifat realisme atau sebuah aliran drama yang menampilkan lakon kehidupan secara nyata.

Pada awal abad ke-20 banyak gaya baru yang terlahir seperti ekspresi dan keindahan. Perkembangan drama zaman modern banyak dipengaruhi oleh teknologi dan perang.

9. Zaman Indonesia

Perkembangan drama di Indonesia di mulai pada zaman Hindu, ini dijelaskan oleh Kasim Achmad dalam bukunya “Mengenal Teater Tradisional di Indonesia”. jenis drama yang ditampilkan hampir mirip dengan zaman Yunani dan Romawi, yaitu meliputi drama tragedi, komedi, kerakyatan dan surealis

Perkembangan drama di Indonesia berkembang sesuai dengan bermacam-macam suku dan wilayah di Indonesia dan mempunyai ciri khas sendiri.

FAQ | Pertanyaan Tentang (sejarah perkembangan drama)

Kapan Awal Mula Dikenal Drama di Dunia?

Perkembangan drama pada awal mula terbentuk pada zaman Yunani, pertunjukan drama ini pertama kali di selenggarakan di Yunani sekitar 2.300 tahun yang lalu.

Kapan Awal Mula Perkembangan Drama Di Indonesia?

Perkembangan drama di Indonesia di mulai pada zaman Hindu, ini dijelaskan oleh Kasim Achmad dalam bukunya “Mengenal Teater Tradisional di Indonesia”.

Seorang mahasiswa, nyambi freelance content writer. Suka dengan dunia teknologi dan gaming. Terimakasih sudah mau membaca tulisan sederhana saya di blog ini.

Artikel Menarik Lainnya: