Sinopsis Novel Jejak Langkah Karya Pramoedya Ananta Toer

Novel jejak langkah merupakan salah satu novel terbaik karya Pramoedya Ananta Toer. Ceritanya yang menarik menjadi salah satu alasan kenapa buku ini begitu populer. Sinopsis novel jejak langkah di artikel ini akan mengupas semuanya.

Kamu akan tahu latar belakang cerita pada novel ini hingga identitas serta kelebihan dan kekurangan dari novel ini.

Bagi kamu yang ingin membeli buku ini, baca dulu artikel ini sampai selesai sebelum kamu menyesal.

Identitas Novel Novel Jejak Langkah

Judul NovelJejak Langkah
PenulisPramoedya Ananta Toer
PenerbitLentera Dipantara
KategoriNovel
Tahun Terbit1985

Novel jejak langkah adalah salah satu novel terbaik karya Pramoedya Ananta Toer yang menjadi salah satu buku best seller di Indonesia.

Buku ini sudah dikenal jutaan orang di Indonesia bahkan jutaan copy buku ini berhasil didistribusikan ke berbagai kota di Indonesia.

Sinopsis Novel Jejak Langkah Karya Pramoedya Ananta Toer

Novel jejak langkah ini sebagian Tetralogi karya dari seorang novelis yang produktif yaitu Pramoedya Ananta Toer. Bagaimana tidak separuh hidupnya yang dihabiskan di sel tahanan namun tak membuatnya berhenti menulis.

Sehingga tercatat ada 50 lebih karyanya. Novel dengan nuansa zaman kolonialisme yang masih kuat. Pada awal buku ini di ceritakan kebangkitan bangsa-bangsa lain yang ada di Nusantara yang menjadikan pribumi semakin disingkirkan.

Dan pada pertengahan novel mulailah ada kesadaran dari pelajar pribumi yang sudah berfikir secara luas dan mendapatkan pendidikan modern. Seperti RA Kartini yang memperjuangkan pendidikan meski dengan kondisi dirinya yang terikat dengan adat.

Dan pada akhirnya Minke berhasil sebagai kaum pribumi mendirikan organisasi modern dan organisasi tersebut berkembang cukup pesat sehingga memiliki banyak rintangan dan Minke beserta temannya yang lain mencoba melawan halangan tersebut.

Kelebihan Novel Jejak Langkah

Berikut merupakan kelebihan dari novel Jejak Langkah karya dari Pramoedya Ananta Toer, diantaranya adalah:

  1. Novel jejak langkah ini memberikan pengenalan pengetahuan tentang sejarah kepada pembaca beserta dengan begitu meresap sehingga kita sebagai pembaca mampu mengimajinasikannya.
  2. Mengenalkan sebuah sejarah dengan cara pengenalan yang di kemas dengan kisah romantis sehingga menjadi novel sejarah roman.
  3. Penjelasan penggunaan bahasa asing yang terdapat dalam novel tersebut di lengkapi dengan penjelasan yang detail berupa Footnote.

Kekurangan Novel Jejak Langkah

Setiap novel tentunya memiliki kekurangan tidak terlepas dari novel Jejak Langkah karya Pramoedya Ananta Toer ini juga memiliki kekurangan, diantaranya adalah:

  1. Kekurangan pertama yaitu pembahasan latar yang terlalu panjang kadang juga melebar.
  2. Untuk dapat memahami dan mengikuti alur dan susunan yang di gambarkan mencapai halaman yang cukup jauh.
  3. Memerlukan pemahaman bahasa yang cukup ekstra karena novel ini merupakan novel yang sudah cukup lama.

Unsur Intrinsik Novel Jejak Langkah

Berikut merupakan unsur intrinsik dari novel Jejak Langkah Karya Pramoedya Ananta Toer, diantaranya adalah:

1. Tema

Tema dalam novel Jejak Langkah karya Pramoedya Anan Toer ini tentang kehidupan seorang penulis muda yang bernama Minke.

2. Tokoh dan penokohan

  • Minke, Minke sebagai pemeran utama yang memiliki sikap pemberani, pintar, namun tidak disiplin.
  • Partotenejo, Partotenejo ini memiliki sikap yang penakut, baik hati dan selalu ingin tahu.
  • Mei, suka keluar mala dengan kegiatan yang tidak jelas, pemberani dan keras kepala.
  • Nyai Ontosoroh, merupakan wanita simpanan namun baik hati dan membantu Minke ketika Minke mendapatkan masalah.

3. Alur

Alur yang digunakan dalam novel Jejak Langkah karya Pramodya Ananta Toer memiliki alur maju karena setiap adegan sesuai dengan urutannya.

4. Latar Tempat

Latar tempat yang terjadi dalam novel Jejak langkah yaitu di sebuah kota yaitu kota Betawi jakarta di STOVIA.

5. Latar Waktu

Latar waktu yang terjadi dalam novel Jejak Langkah yaitu pagi, siang, sore dan malam hari.

6. Sudut Pandang

Sudut pandang yang digunakan dalam novel Jejak Langkah karya Pramoedya Ananta Toer ini yaitu menggunakan sudut pandang orang pertama sebagai tokoh utama

7. Gaya Bahasa

Gaya bahasa yang terdapat dalam novel Jejak Langkah ini di temukan gaya retoris sebanyak 9 jenis bahasa yaitu diantaranya : Aliterasi, apostrof, elipsis, litotes, pleonasme, pertanyaan retoris, silepsis dan Zeugma, hiperbola, dan paradoks.

8. Amanat

Amanat yang terkandung dalam novel Jejak Langkah karya Pramoedya Ananta Toer ini jangan menyerah atas apapun yang terjadi dalam hidup, dan berusahalah untuk tetap meraih cita-citamu.

Unsur Ekstrinsik Novel Jejak Langkah

Berikut merupakan unsur ekstrinsik yang terdapat dalam novel Jejak Langkah Karya Pramoedya Ananta Toer, diantaranya adalah:

1. Nilai Pendidikan

Nilai pendidikan yang terdapat dalam novel ini mengenai kebijakan pemerintah, strategi mempertahankan, hegemoni kekuasaan dan kebijakan untuk meraih posisi di mata pribumi Hindia.

2. Nilai Nasionalisme

Nilai nasionalisme dalam novel ini yaitu ketika organisasi SDI yang akhirnya mampu mengantarkan pribumi ke titik kemajuan karena cinta tanah air mereka bersatu dan terbentuklah kata nasionalisme.

3. Nilai Sosial

Dari SDI itu pula dapat mengangkat nilai-nilai sosial seperti kebersamaan, persaudaraan, persatuan antar sesama warga dan komunitas lainnya.

4. Nilai Ekonomi

Terbentuknya SDI inilah mampu meningkatkan tarap hidup masyarakat mendorong pemerintah mengubah sistem kebijakan ekonomi politik dari kerja rodi menjadi pajak usaha.

Akhir Kata

Sinopsis novel jejak langkah ini merupakan rangkuman singkat dari isi novel jejak langkah. Semoga bisa menjadi referensi menarik khususnya bagi kamu yang memang sedang butuh informasi lengkap tentang buku ini.

Jangan lupa kami bagikan artikel ini ke media sosial agar banyak orang yang tahu cerita dari novel ini juga.

Artikel Menarik Lainnya: