Teks Cerita Sejarah Hari Ibu Beserta Ciri-Ciri dan Penjelasannya

Gambar dibuat dengan Canva Pro

Tanggal 22 Desember di Indonesia telah diperingati hari ibu dan tentunya hal ini mendorong anak bangsa untuk memahami teks cerita sejarah hari ibu tersebut.

Di artikel ini akan dijelaskan secara lengkap apa itu teks cerita sejarah, jenisnya hingga teks cerita sejarah hari ibu. Bagi kamu yang penasaran bisa simak artikel ini sampai selesai!

Apa Teks Cerita Sejarah Sama dengan Cerita lainnya?

Berbicara mengenai hari ibu tentunya sudah tidak asing lagi di dengar bahkan masyarakat masa kini baik dewasa atau pun anak-anak mengabadikan moment ini sebagai hari spesial mereka kepada ibunda tercinta.

Namun, ternyata hari ibu ini ada sejarahnya loh. Lantas apa ada bedanya teks cerita sejarah dengan cerita lainnya?

Tentunya ada dong. Teks cerita sejarah sendiri merupakan cerita sejarah dapat dijelaskan sebagai suatu jenis teks yang berisi penjelasan atau narasi mengenai peristiwa dan fakta yang terjadi di masa lalu.

Dan teks cerita sejarah ini sering digunakan untuk mengungkapkan asal usul atau latar belakang suatu peristiwa atau benda, yang memberikan nilai historis. Meskipun dalam konteks teks cerita sejarah ini pada dasarnya termasuk dalam kategori karya sastra prosa yang bersifat khayali.

Namun, penyusunan dan menulis teks cerita sejarah, penting untuk mencakup fakta-fakta dari peristiwa sejarah yang sebenarnya. Dan perlu kamu ketahui juga bahwa tidak semua peristiwa masa lalu dapat dianggap sebagai peristiwa sejarah.

Hal ini disebabkan oleh kriteria tertentu yang harus dipenuhi agar suatu peristiwa dapat dianggap nilai sejarah. Sedangkan cerita lainnya tentunya hanya sebuah cerita biasa yang bersifat khayalan atau kisah nyata yang dituangkan sesuai imajinasi penulisnya.

Ciri-Ciri Teks Cerita Sejarah

Nah, agar tidak bingung dan lebih memahami teks cerita sejarah kamu bisa memahami lewat ciri-cirinya di bawah ini. berikut beberapa ciri-ciri dari teks cerita sejarah, diantaranya adalah:

  • Judul dalam teks cerita sejarah lebih secara eksplisit
  • Selanjutnya bagian orientasi dalam teks cerita sejarah mencakup pengantar, tujuan dan pendahuluan
  • Komplikasi dalam teks cerita sejarah memiliki sifat yang bertahap
  • Di bagian resolusi dalam teks cerita sejarah berisi kesimpulan
  • Dan teks cerita sejarah tidak memiliki bagian koda

Teks Cerita Sejarah Hari Ibu

Nah, setelah kamu memahami apa ciri-ciri dari teks cerita sejarah mari kita bahan teks cerita sejarah hari ibu dan ini merupakan fokus utama pembahasan kita kali ini.

Hari ibu ini diprakarsai para perempuan pejuang pergerakan kemerdekaan pada tanggal 22-25 Desember 1928 yang diselenggarakan Kongres Perempuan Indonesia yang pertama kali di adakan di Yogyakarta.

Dan salah satu keputusannya adalah yaitu dibentuknya satu organisasi federal yang mandiri dengan nama Perikatan Perkoempoelan Perempoean Indonesia (PPPI).

Kemudian melalui PPPI tersebutlah terjalin kesatuan semangat juang kaum perempuan untuk secara bersama-sama kaum laki-laki berjuang meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia.

Untuk menjadi bangsa yang merdeka, dan berjuang bersama-sama kaum perempuan untuk meningkatkan harkat dan martabat perempuan Indonesia menjadi perempuan yang maju.

Kemudian pada tahun 1929 Perikatan Pekoempoelan Perempuan Indonesia (PPPI) berganti nama menjadi Perikatan Perkoempoelan Istri Indonesia (PPII). Dan pada tahun 1935 diadakan kongres Perempuan Indonesia 1953 diadakan Kongres Perempuan Indonesia II di Jakarta.

Dan Kongres tersebut disamping berhasil membentuk Badan Kongres Perempuan Indonesia, juga menetapkan fungsi utama Perempuan Indonesia, juga menetapkan fungsi utama Perempuan Indonesia sebagai Ibu bangsa.

Yang berkewajiban menumbuhkan dan mendidik generasi baru yang lebih menyadari dari lebih tebal rasa kebangsaannya.

Kemudian di tahun 1983 Kongres Perempuan Indonesia III di Bandung menyatakan bahwa tanggal 22 Desember sebagai hari ibu.

Selanjutnya, dikukuhkan oleh Pemerintah dengan keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur.

Tertanggal 16 Desember 1959 yang menetapkan bahwa hari ibu tanggal 22 Desember merupakan hari nasional dan bukan hari libur. Tahun 1946 Badan ini menjadi Kongres Wanita Indonesia disingkat KOWANI.

Yang sampai saat ini terus berkiprah sesuai aspirasi dan tuntutan zaman. Peristiwa besar yang terjadi pada tanggal 22 Desember tersebut kemudian dijadikan tonggak sejarah bagi Kesatuan Pergerakan Perempuan Indonesia.

Hari ibu oleh bangsa Indonesia diperingati tidak hanya untuk menghargai jasa-jasa perempuan sebagai seorang ibu, tetapi juga jasa perempuan secara menyeluruh, baik sebagai warga negara, warga masyarakat dan sebagai abdi Tuhan yang Maha Esa.

Dan sebagai pejuang dalam merebut, menegakkan dan mengisi kemerdekaan dengan pembangunan nasional. Peringatan Hari Ibu dimaksudkan untuk senantiasa mengingatkan seluruh rakyat Indonesia terutama generasi muda.

Akan makna Hari Ibu sebagai hari kebangkitan dan persatuan serta kesatuan perjuangan kaum perempuan yang tidak terpisahkan dari kebangkitan perjuangan bangsa.

Untuk itu perlu diwarisi api semangat juang guna senantiasa mempertebal tekad untuk melanjutkan terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Demikian teks cerita sejarah hari ibu secara singkat ini mengingatkan kita bahwa hari ibu ini diperingati untuk menghargai jasa-jasa perempuan seluruh Indonesia termasuk ibu kalian semua yang telah berjuang membesarkan putra putri dengan penuh cinta dan kasih sayang.

Lambang Bunga Melati di Hari Ibu Menggambarkan Apa?

Nah, setelah memahami teks cerita sejarah hari ibu secara singkat kita ketahui bahwa hari ibu ini identik dengan lambang setangkai bunga melati dengan kuntumnya. Dimana lambang ini menggambarkan sesuatu tentang ibu.

Dan berikut arti dari lambang bunga melati di hari ibu yaitu menggambarkan:

  • Kasih sayang kodrat antara ibu dan anak
  • Kekuatan, kesucian antara ibu dan pengorbanan anak
  • Kesadaran wanita untuk menggalang kesatuan dan persatuan, keihklasan bakti dalam pembangunan bangsa dan negara

Dan semboyan pada lambang hari ibu Merdeka Melaksanakan Dharma mengandung arti bahwa tercapainya persamaan kedudukan, hak, kewajiban dan kesempatan antara kaum perempuan dan kaum laki-laki.

Dan Semboyan ini merupakan kemitraan sejajaran yang perlu diwujudkan dalam kehidupan baik dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara demi keutuhan, kemajuan dan kedamaian bangsa Indonesia.

Kenapa Harus Memperingati Hari Ibu?

Kenapa kita harus memperingati hari ibu? Selain menunjukan rasa sayang dan penghargaan atas jasa-jasanya tentunya ada segudang alasan kita perlu memperingati hari ibu.

Salah satunya memperingati hari ibu ini merupakan upaya bangsa Indonesia untuk mengenang dan menghargai perjuangan perempuan Indonesia dalam merebut dan mengisi kemerdekaan.

Dengan memperingati hari ibu kita harus memiliki jiwa bela negara sebagai pilar utama yang menjadikan kita tangguh dan cerdas dalam menghadapi situasi.

Dengan tujuan memperingati hari ibu adalah untuk mendorong semua pemangku kepentingan dan masyarakat luas untuk memberikan perhatian dan pengakuan akan pentingnya eksistensi.

Kesimpulan

Demikian teks cerita sejarah hari ibu ini diperkrasai oleh Perikatan Perkoempoelan Istri Indonesia (PPII) pada tahun 1928 dan hingga kini ditetapkan 22 Desember sebagai hari ibu yang harus diperingati untuk menghargai jasa semua para ibu di seluruh Indonesia.

Suka membaca novel dan dunia literasi. Menuangkan ke dalam tulisan agar banyak orang yang tahu apa yang aku baca hari ini.

Artikel Menarik Lainnya: