Teori Akuntansi Keuangan dalam Usaha Kecil Menengah

Ada banyak teori akuntansi keuangan yang bisa diterapkan dalam kegiatan bisnis dan usaha sehari – hari. Buat para pelaku usaha, memahami konsep dan ide dasar dari teori akuntansi keuangan itu memang sangat krusial.

Banyak yang mengira kalau teori akuntansi keuangan hanya berlaku pada usaha atau bisnis besar saja. Padahal, para pelaku usaha kecil atau UMKM juga perlu memahami berbagai teori akuntansi keuangan. Biar jelas, inilah ulasan tentang teori akuntansi keuangan dan penerapannya.

Memahami Teori Akuntansi Keuangan

Mungkin banyak yang belum memahami seperti apa teori akuntansi keuangan. Bahkan banyak pebisnis kecil yang tak peduli sama sekali. Padahal, akuntansi keuangan itu sangat penting dan krusial dalam menghidupkan bisnis maupun usaha.

Banyak pengusaha kecil yang tak terlalu mementingkan proses perhitungan keuangan dengan sistem akuntansi karena dinilai berlebihan. Padahal, pemahaman teori akuntansi keuangan itu bisa berguna dalam mengembangkan usaha kecil menengah.

Berbagai kebijakan atau tindakan bisa diambil dari hasil perhitungan akuntansi keuangan. Maka dari itu, para pengusaha dan pegiat UMKM disarankan untuk melakukan perhitungan keuangan secara baik memakai teori akuntansi yang tepat.

Buat pebisnis dan pengusaha kecil, akuntansi memang jadi hal yang penting. Jangan sampai meremehkan sistem pencatatan keuangan. Sukses tidaknya bisnis UMK yang dirintis itu amat dipengaruhi oleh catatan keuangan yang baik. Inilah pentingnya paham teori akuntansi.

Contoh Teori Akuntansi Keuangan

Ada beberapa contoh teori akuntansi keuangan sederhana yang bisa dipahami dengan mudah. Sejumlah teori akuntansi keuangan ini bisa menjadi alat untuk mengatur keluar masuknya keuangan pada sebuah kegiatan binsis. Berikut ini beberapa contoh teori akuntansi keuangan.

1. Teori Sintatik

Salah teori akuntansi keuangan yang sering digunakan adalah teori sintatik. Pada teori sintatik ini, pelaporan data dan informasi keuangan harus dijelaskan secara rinci. Harus ada penalaran yang jelas tentang kenapa data atau informasi bisa disajakan melalui cara yang bersangkutan.

Contoh mudah dari teori sintatik ini adalah melihat korelasi antara permintaan dan harga. Teori menjelaskan bahwa apabila permintaan suatu barang meningkat, maka harga dari barang tersebut otomatis akan naik. Teori macam ini sering diterapkan dalam pencatatan akuntansi.

2. Teori Semantik

Berikutnya ada teori semantik yang jelaskan masalah tanda atau simbol yang dipakai dalam penyajian kegiatan perusahan di laporan keuangan. Pada teori semantik ini juga dijelaskan kenapa aktivitas dan kegiatan perusahaan bisa disimbolkan dengan cara – cara tertentu.

Biasanya, teori semantik ini bisa dipakai untuk melihat potensi penjualan dalam beberapa tahun ke depan. Misalnya, perusahaan melakukan prediksi terhadap penjualan barang di tahun 2023 berdasarkan data historis penjualan dalam 3 tahun terakhir.

3. Teori Pragmatic

Selanjutnya ada teori pragmatic yang membahas tentang apa pengaruh dari sebuah informasi terhadap perubahan perilaku entitas atau individu dalam laporan keuangan. Pada teori ini, titik beratnya adalah penilaian mengenai reaksi pihak yang dituju dalam pelaporan keuangan tertentu.

Penekanan utama dari teori pragmatic ini adalah perilaku. Reaksi dari dampak laporan akuntansi merupakan hal utama yang dinilai akan muncul pada teori satu ini. Sehingga, teori pragmatic ini juga sangat penting perannya dalam kegiatan pelaporan keuangan.

Pentingnya Memahami Teori Akuntansi Keuangan buat UMKM

Pemahaman tentang prinsip dan teori akuntansi keuangan itu juga penting buat UMKM. Banyak yang mengira kalau akuntansi hanya untuk bisnis besar. Padahal UMKM juga perlu menerapkan sistem akuntansi keuangan. Ini dia manfaat dari memahami teori akuntansi keuangan buat UMKM.

1. Merapikan Pembukuan

Buat UMKM, pemahaman tentang teori akuntansi keuangan adalah untuk rapikan pembukuan. Dalam usaha atau bisnis, pembukuan adalah sesuatu yang penting. Semua aktivitas bisnis atau usaha sebaiknya dicatat dalam buku besar secara cermat.

Pembukuan memang jadi elemen penting dalam sebuah usaha. Banyak yang mengira kalau UMKM tak perlu melakukan pembukuan secara rinci. Padahal, pembukuan yang tepat dengan teori akuntasi bakal membuat UMKM bisa berkembang lebih pesat dan terlihat professional.

2. Melihat Perkembangan Usaha dalam Bentuk Data

Teori akuntansi keuangan juga bisa digunakan untuk melihat sejauh mana perkembangan usaha dan bisnis yang dilakukan. Semuanya didasarkan pada data yang muncul pada hasil perhitungan berdasar teori akuntansi. Ini adalah sesuatu yang penting bagi pegiat UMKM yang ingin usahanya maju.

Sajian data ini memang bisa dilihat untuk melihat apakah usaha yang dijalankan berjalan sesuai dengan keinginan. Perkembangan usaha akan bisa dilihat dari laporan keuangan yang dibuat melalui penerapan teori akuntansi yang tepat. Ini adalah manfaat besar bagi para pelaku dan pegiat UMKM.

3. Pengaturan Keluar Masuknya Uang

Ketika paham dengan teori akuntansi dasar, pegiat UMKM bisa melakukan pengaturan terhadap keluar masuknya uang. Pemasukan dan pengeluaran bisa diatur dengan rinci ketika menerapkan teori akuntansi dasar yang paling tepat.

Mengatur keluar masuknya uang memang harus diperhatikan. Meski bisnisnya kecil, namun dalam sisi pengaturan keuangan harus diperhatikan secara baik. Jangan sampai tak mempersiapkan proses keluar masuknya uang dalam bisnis tiap hari.

4. Evaluasi Kinerja dari Sebuah UMKM

UMKM juga bisa memanfaatkan teori akuntansi sebagai bahan evaluasi. Laporan keuangan yang dihasilkan dari sebuah teori akuntansi bisa dijadikan sebagai bahan penilaian apakah usaha yang dijalankan itu maju atau tidak. Dalam dunia bisnis, evaluasi adalah hal yang sangat krusial.

Kinerja dari UMKM memang perlu mendapatkan atensi. Dalam beberapa bulan sekali memang harus dilakukan evaluasi. Dengan evaluasi yang tepat, perkembangan sebuah UMKM bisa berjalan dengan lebih baik lagi. Intinya, evaluasi memang jadi hal yang wajib dilakukan pegiat UMKM.

5. Sebagai Bahan Menarik Investor

UMKM tentu membutuhkan sumber pendanaan dari investor. Agar bisa mendapatkan sumber dana, perlu adanya presentasi. Dalam presentasi itu bisa disertakan laporan keuangan. Laporan hasil akuntansi ini bisa diandalkan untuk menarik para investor.

Maka dari itu, pegiat bisnis yang levelnya masih UMKM perlu memahami teori akuntansi dasar. Jika paham mengenai hal tersebut, dana dari para investor bisa mengalir dengan deras. Ini adalah manfaat yang bisa didapatkan jika memahami teori akuntansi.

Kesimpulan

Jangan menganggap bahwa teori akuntansi keuangan hanya berlaku pada usaha makro saja. Pada usaha dan bisnis mikro, penerapan akuntansi keuangan itu juga bisa dilakukan. Jadi, sangat penting untuk memahami konsep dasar dari akuntansi keuangan.

Para pegiat bisnis UMKM memang perlu melakukan perhitungan dengan sangat cermat. Kalau menerapkan teknik perhitungan akuntansi yang sesuai, pebisnis dan pengusaha UMKM akan bisa memajukan usahanya. Sudah banyak yang membuktikan betapa pentingnya pencatatan keuangan.

Jika ingin bisnis UMKM maju dan berkembang, pengetahuan tentang teori akuntangi memang krusial. Sehingga, terapkanlah proses pencatatan keuangan dengan sangat baik. Ini adalah proses yang penting sekali untuk dipahami para pebisnis dan pegiat UMKM.

Artikel Menarik Lainnya: