Cerita Horor Real Story: Santet & Kuntilakan Kebun Bambu

Cerita horor real story selalu mengundang rasa penasaran pembacanya. Ada yang percaya ada juga yang tidak tapi kisah itu selalu membuat penasaran dan ingin membuktikan kebenarannya.

Berikut beberapa cerita real story pengalamanku sendiri. bisa menjadi referensi bacaanmu di waktu senggang. Aku bukan ahli dalam membuat cerita tapi pengalaman pribadi ini ingin aku bagikan pada kalian penikmat horor.

Cerita Horor Real Story Pengalamanku Sendiri

Berikut cerita horor real story pengalamanku sendiri mengenai kisah horor yang cukup menegangkan.

1. Cerita Horor Rumah Kosong Mak Aah

Rumah kosong Mak Aah sempat membuat heboh satu kampung. Karena pengalaman mistis yang dialami bagi pengunjung rumah tersebut. Rumah peninggalan Mak Aah ini di rawat oleh Bude ku.

Rumah dengan banyak ukiran jawa di berbagai penjuru ini memiliki ruangan yang cukup banyak. Pemilik sebenarnya dari rumah ini adalah Pak Rusmawan namun beliau pergi merantau ke Belanda dan akhirnya menetap disana.

Meski begitu rumah itu tidak lah kosong ada Bude Desi dan suaminya yang menjaga rumah tersebut. Rumah ini terbilang sangat mewah di kampung kami karena memiliki dua lantai dan memiliki banyak ruang tidur.

Suatu ketika aku tak sengaja tertidur di sofa ruang tamu. Dan ketika aku ingat aku malah ada di saung-saung belakang rumah. Aku sangat kaget dengan kejadian itu kata Bude itu hal yang biasa terjadi di sini.

Bukan hanya itu tepat jam 12.00 mau siang atau malam akan terdengar suara gamelan dari arah kamar paling pojok di atas. Dan disitulah kamar Mak Aah sewaktu masih hidup.

2. Kuntilanak Pohon Beringin Desa

Di dekat kantor Desa Putri (disamarkan) terdapat sebuah lapangan sepak bola. Dan di sebelah kiri lapang bersisian dengan jalan raya ada pohon beringin besar yang sangat rimbun.

Ada sebuah kepercayaan masyarakat disana bahwa jika melewati pohon beringin tersbeut kamu harus menyalakan klakson , atau kedipan lampu sebagai pertanda kamu meminta izin kepada penunggu di kawasan tersebut.

Masyarakat percaya bahwa penunggu pohon beringin ini memiliki penunggu roh yang sangat kuat pengaruhnya. Tak hanya itu saat aku masih SD di bawah pohon ini aku menemukan sesajen.

Sesajen tersebut seperti kemenyan, uang recehan, dan sepaheun (terdiri dari dauh sirih, apu, jambe dan bako). Bukan hanya itu di sana juga ada bekas parukuyan atau tempat membakar kemenyan.

Kata ibuku disana di jadikan tempat pemujaan makanya jangan ambil makanan atau pun uang dari sana. Karena bisa celaka. Waktu aku SD aku bandel dan pernah ambil koin-koin receh tersebut.

Dan akhirnya aku demam selama seminggu sampai harus di infus di rumah bidan. Karena saking parahnya aku ngigau katanya mau di bawa hantu kuntilanak beringin tersebut.

3. Cerita Horor Gudang Pabrik Plastik

Aku merupakan karyawan baru di kota T dan aku merupakan karyawan supervisor keuangan. Hari itu hari minggu sore dan karyawan lain akan datang senin pagi. Karena aku dari Jakarta akhirnya aku memutuskan untuk datang minggu sore.

Menurut karyawan lain tak ada yang berani menginap di mess pada hari minggu karena semua karyawan pulang. Sku di beri kamar di sebuah rumah yang cukup luas dan lengkap di rumah itu.

Dan aku memilih kamar tengah karena kamar lain telah terkunci. Pak Udin memberikan aku kunci rumah dan gerbang. Dan saat tengah malam ada seseorang yang membuka dan menutup gerbang.

Aku yang sedang beristirahat di kamar tiba-tiba ada seseorang yang mencoba membuka pintu. “Siapa?” kataku. Lalu gerakan pintu berhenti “Iman”. Oh aku karyawan baru pak. “Oh, ya udah istirahat aja dulu. Kata Iman di luar”.

Saat jam enam pagi aku mulai bersiap untuk kerja. Dan akhirnya kerjaan di hari pertama telah selesai. Setelah kami berkumpul di Mes untuk istirahat aku tak sengaja bertanya “Loh, Iman kemana kok tidak kelihatan?”

“Iman, siapa Pak?”
“Pak Iman yang manager keuangan”
“Apa, Pak Imam kan sudah meninggal pak 6 bulan yang lalu.”

4. Pengalaman Seram di Pabrik Sepatu

Hari ini Bang Udin sedang mengantar tahu pesanan warung Mpok Siti. Seperti biasa setiap hari Bang Udin akan mengantar tahu setelah subuh dari rumah menuju warung Mpok Siti dan warung lainnya.

Pada hari jum’at saat subuh Bang Udin libur untuk mengantar tahu. Tapi kali ini ia keluar subuh dikarenakan harus mengambil pesenan istrinya dan mengambil uang dari Mpok Siti yang manggol hari kamis.

Tapi di dekat pohon beringin Bang Udin di berhentikan oleh seorang wanita yang tengah hamil besar. Hendak menumpang motor Bang Udin dan ingin diantarkan ke sebuah tempat.

Tanpa banyak berpikir Bang Udin pun mempersilahkan si wanita menaiki jok motornya. Tapi sang wanita mengarahkan motor untuk berhenti di samping bekas pabrik sepatu.

Membuat Bang Udin teringat insiden 3 tahun yang lalu dimana ada wanita bunuh diri di sini dan kondisi wanita tersebut sedang hamil tujuh bulan. Dan setelah wanita itu turun Bang Udi melihat kakinya melayang.

Bang Udin langsung tancap gas dan benar-benar ketakutan. Sang wanita mulai menyeringai dengan senyum yang sangat mengerikan.

5. Pengalaman Jadi Saksi Kesurupan Masal 1 Pabrik

Tangannya mulai mencakar wajah dan badannya sendiri lalu teriak-teriak dengan histeris.

Itulah pertama kali Wati kesurupan lalu setelah teriak-teriak Wati pingsan setelah saya mencoba menyangga tubuh Wati agar tak membentur tembok.

Tiba-tiba di ujung lainnya terjadi hal yang sama. Yaitu Siren yang duduk di paling pojok dekat pintu keluar. Ia mengalamai kejang-kejang dan juga meracau tak jelas lalu teriak-teriak hingga akhirnya pingsan.

Tak lama setelah itu di belakang aku Risma mengalami hal yang sama dan yang lainnya juga terus berlanjut hingga 12 orang yang kesurupan aku mulai keteteran untuk membangunkan agar mereka tersadar.

Ternyata kesurupan tersebut di akibatkan mereka instens menatap mata orang yang kesurupan hingga. Kesurupan itu berpindah dari satu tubuh ke tubuh yang lain. hanya aku di ruangan itu yang sibuk menyadarkan mereka.

Lalu setelah itu bermunculan dari ruangan lain ikut membantuku menangani mereka. Ada banyak wanita yang kesurupan karena ini merupakan pabrik garmen khusus wanita.

Mendengar hal itu ruangan yang berisi laki-laki pun pada keluar dan sibuk mengangkat ke ambulan untuk di bawa ke ruah sakit. Beberapa tim medis juga ikut mengangkut mereka.

Jumlah total yang kesurupan mencapai 17-20 orang. Mereka tersadar setelah di rawat di rumah sakit. Dan menurut kesaksian mereka serasa tidak sadar entah dimana. Dan apa yang terjadi terhadap mereka.

Lalu atasan menyuruh kami untuk libur pada hari itu juga. Dan si bos mencoba menghubungi orang pintar dan meminta bantuan agar kejadian ini tidak terulang lagi. Kejadian ini begitu mencekam dan tak akan ku lupakan.

Artikel Menarik Lainnya: