Cerita Horor Perjalanan Malam Bandung, Garut, Magelang

Cerita Horor Perjalanan Malam Bandung, Garut, Magelang

Cerita Horor Perjalanan Malam

Cerita Horor perjalanan malam akan menjadi kisah yang selalu asyik untuk di ceritakan kembali. Perjalanan malam identik dengan kegelapan dan menaruh rasa cemas akan penampakan makhluk astral.

Karena malam merupakan waktu mereka untuk muncul dan berkeliaran. Namun, sebagai mahkluk beriman kita meyakini bahwa manusia adalah makhluk yang sempurna.

Takut wajar asal jangan berlebih dan menjadikan hal-hal yang tidak di inginkan akibat tidak bisa mengendalikan perasaan takut.

Kumpulan Cerita Horor Perjalanan Menyeramkan

Berikut kumpulan cerita horor perjalanan malam yang menyeramkan, akan kamu temui di artikel ini selengkapnya. Simak yuk!

1. Cerita Horor Perjalanan Malam Pulang Kuliah di Bandung

Hari ini pukul menunjukan 17.30 akibat dosen killer akhirnya aku telat pulang ke rumah. Seharusnya kami pulang jam tiga sore hanya saja ada salah satu dosen yang memajukan jadwal.

Dan terpaksa aku harus pulang malam. Di tengah perjalanan aku melewati sebuah pemakaman umum. Dan tiba-tiba aku merasa ada angin yang menerpa bagian punggungku.

Membuat bulu kudukku merinding karena perjalanan mulai gerimis aku berniat ingin membeli kopi dan rokok di sebuah warung di dekat pertigaan jalan menuju rumah. Dan berhentilah aku disana.

Setelah aku memesan segelas kopi dan duduk di bangku warung si ibu itu bertanya kepadaku.

“Dek, kenapa itu teman perempuannya tidak di bawa ke sini. Kasian sendirian”
“Temen yang mana bu? Aku sendirian dari tadi”
“Tadi yang di bonceng”

Langsung dong ngelirik motor. Tapi tak ada pun tapi si ibu warung tetap bilang ada perempuan pake baju putih rambut panjang katanya. Ih kok jadi merinding ya pikirku. Saat pulang aku lirik-lirik spion dan ternyata memang ada.

2. Cerita Horor Perjalanan Bandung ke Magelang Mudik

Suatu hari kami berniat untuk mudik ke kota Magelang bersama keluarga. Dan kami menyewa seorang supir agar tidak kelelahan saat berkendara.

Aku bernama Ahmad (disamarkan) dan kami berangkat ke Magelang bersama stri dan dua anakku. Juga Pak Burhan supir taxi yang kami sewa.

Saat di tengah perjalanan kami pernah beristirahat di sebuah warung karena kami pikir perjalanan masih jauh jadi kami membeli beberapa cemilan untuk bisa dimakan di dalam mobil.

Tak lupa juga minuman, Pak Burhan sempat bercerita mengenai pengalamannya dulu pergi ke Magelang yang di teror oleh mahluk tak kasat mata yang mengganggu perjalanan hingga membuat mobil Pak Burhan hampir kecelakaaan.

Jalan menuju Magelang memang memiliki belokan yang cukup tajam sehingga jika tidak hati-hati akan rawan terjadi kecelakaan. Dan di tengah perjalanan anak bungsuku Rival selalu menyebutkan ada burung hitam yang mengikuti.

Aku pikir itu hanya ocehan anak lelakiku saja. dan Rival bilang ada bibi di belakang melayang. Aku heran bibi apa maksudnya. Dan setelah kami lihat tidak apa-apa disana.

Tapi Pak Burhan bergelagat aneh sekali dan keringat membasahi dahinya.

“Pak, Sepertinya kita di ikuti sesuatu”.
“Sesuatu apa?” tanyaku

Bapak lihat aja di spion. Dan benar saja mahluk putih melayang itu mengikuti mobil kami. Dan aku mulai menyuruh istri dan anak-anakku di jok kedua untuk terus berdo’a apapun yang bisa.

Dan akhirnya gangguan itu mulai hilang. Aku dan Pak Burhan yang duduk di jok depan begitu ketakutan karena melihat sangat jelas penampakan dari mereka. Dan keningku berkeringat banyak.

3. Pengalaman Horor Perjalanan Malam ke Garut Selatan

Aku dan kawanku akan berkunjung ke Santolo ke rumah orang tuaku. Ya, Santolo berada di Garut Selatan. Aku bernama Iwan (disamarkan) kami ingin pergi ke pantai. Namun karena kami harus bekerja terlebih dahulu hari itu.

Jadi terpaksa kami memutuskan pulang kerja yang sekitar pukul 15.00 kami langsung meluncur ke Santolo melalui jalur Pangalengan.

Iwan bersama temannya melanjutkan dan sampailah mereka di sebuah tempat yang cukup horor. Yaitu Gunung Gelap. Menurut rumor jika kamu ingin melewati jalan tersebut hindarilah melewati jalan tersebut ketika sudah malam.

Namun, karena sudah kepalang tanggung mereka tak bisa menghentikan perjalanan itu. Sehingga harus terus berjalan.

Dan benar saja saat melintasi jalan tersebut mereka mendengar wanita menangis. Mereka takut namun tetap berupaya setenang mungkin.

Motor mereka tetap beriringan dan Iwan memimpin di bagian paling depan. Dan tiba-tiba saja motor temannya menyalip dari belakang. Iwan pun tak menghiraukan tapi temannya itu menyalip lagi.

Lah yang tadi siapa? Itukan barusan motor Si Dede?

Iya, sudah ah fokus aja jangan lupa baca do’a kita sedang diikuti makhluk Gunung Gelap ucap Iwan kepada teman satu joknya .

Dan mereka pun terus tancap gas tanpa banyak berbincang lagi saking takutnya.

4. Cerita Seram Perjalanan Malam di Mobil Menuju

Suatu ketika saya mau pergi ke Padaherang lewat Cidaun terus ke Ranca Buaya Terus ke Cipatujah. Saya ingin mengirim barang menggunakan truk pengangkut. Karena saya ngantuk dan rokok saya habis jadi saya berhenti di sini.

Penunggu warung sangatlah ramah namun, saya melihat keanehan dari penunggu warung yang wajahnya pucat dan apa aku melihat kepala menggelinding di dekat kakiku. Astagfirullah tempat ini.

“Ini kopinya Pak” kata pemilik warung. Dan menguarlah bau amis tapi entah darimana sumbernya. Aku mencoba menghirup aroma kopi dan malah semakin menyengat.

Aku semakin yakin ini warung tidak beres dan aku mau mencoba berdiri dan ingin melangkah ke mobil tapi serasa kakiku di tindih puluhan kilo. Kakiku tak bergerak sedikit pun.

Dari belakang ada truk lain dan turunlah supirnya. “Ari akang nanaonan? Ngajanteng didieu? Wawanianan ieu teh tempat santer kang. Minggon payun teh aya warung anu kalindes penghunina maraot kabeh.

(“Kang lagi apa? Berdiri di sini? Berani sekali, ini adalah tempat angker. minggu lalu ada sebuah warung yang terlindas truk dan penghuninya meninggal di tempat.”).

5. Cerita Perjalanan Mistis Bertemu Mushola Gaib

Aku Mariska kali ini aku dan Yanti akan berkunjung ke rumah nenekku yang ada di Garut. Entah di daerah mana kami mendengar adzan magrib kami sering lewat hanya tak tahu namanya.

Dan kami menemukan sebuah mushola agak menjorok ke dalam tapi masih terlihat tulisannya Mushola Nuriman. Dan kami pun ikut sholat disana. yang aneh kami tak melihat warga lain di mesjid itu.

Kami tak ambil pusing mungkin mereka punya mesjid jami jadi mushola ini tidak terpakai. Ketika sudah selesai aku dan Yanti melanjutkan perjalanan dan 10 300 M mungkin jaraknya kami berhenti lagi untuk meminum kopi.

Kami memesan kopi dan teh manis sebagai pengahngat badan. Karena perjalanan masih jauh. Dan tak sadar kami sudah berhenti satu jaman di sana dan akhirnya suara adzan isya terdengar.

Ada bapak-bapak yang membawa sarung melewati kami. Aku iseng bertanya
“Pak, mau sholat di mushola Nuriman ya?”

“Nuriman yang mana neng? Mesjid di sini Cuma satu yaitu mesjid At-Takwa di persimpangan jalan sana.”

“Loh ada kok pak mushola yang warna hijau muda itu loh”
Si Bapak dan Si Ibu saling melirik

“Neng mushola itu mah sudah di robohkan karena sudah tua di tahun 2015 lalu.”
“Masa sih, tadi kami sholat disana kok”

Si bapak dan Ibu geleng-geleng dan khawatir.

Suka membaca novel dan dunia literasi. Menuangkan ke dalam tulisan agar banyak orang yang tahu apa yang aku baca hari ini.

Artikel Menarik Lainnya: