Contoh Teks Cerita Sejarah Candi Borobudur & Prambanan

Contoh teks cerita sejarah Candi Borobudur dan Prambanan akan kamu temukan secara lengkap di artikel ini.

Bukan hanya contoh teks cerita sejarahnya saja kamu juga akan mengetahui kaidah kebahasaan dari teks cerita sejarah keduanya.

Teks cerita sejarah itu sendiri merupakan teks yang berdasarkan fakta yang sesungguhnya. Penulis menyajikan dengan hati-hati dengan menggunakan bahasa yang baku dan di tuntut menyajikan fakta sebagaimana adanya.

Penulis bisa mendeskripsikan Candi Borobudur atau Prambanan mulai dari luas, ukuran, bentuk sejarah terjadinya, letak dan struktur dari candi itu sendiri seperti apa bisa di jelaskan secara rinci dan sesuai fakta tentunya.

Contoh Teks Cerita Sejarah Candi Borobudur dan Kaidah Kebahasaan

Nah, berikut ini merupakan contoh teks cerita sejarah Candi Borobudur serta akan dijelaskan lengkap dengan kaidah kebahasaannya. Diantaranya adalah:

1. Teks Cerita Sejarah Candi Borobudur

Teks cerita sejarah borobudur merupakan teks cerita sejarah yang di ceritakan sesuai dengan faktas yang sesungguhnya dari candi Borobudur tersebut. Berikut contohnya:

Candi Borobudur merupakan salah satu bangunan megah yang berlokasi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Candi Borobudur menjadi salah satu peninggalan menakjubkan agama Budha yang ada di dunia.

Bangunan Candi Borobudur di perkirakan di bangun pada tahun 824 M, lebih tepatnya pada masa Raja Samaratungga dari wangsa Syailendra.

Candi Borobudur menjadi monumen Budha yang memiliki 504 patung Budha, 72 Stupa terawang dan 1 stupa induk.

Di dalam Candi Borobudur terdapat arsitektur Gupta yang merepresentasikan kentalnya gaya arsitektur India.

UNESCO sudah memberi pengakuan keberadaan Candi Borobudur ini sebagai salah satu monumen Budha terbesar yang ada di Indonesia dan dunia, serta mendapatkan pujian atas kemegahannya.

Diperkirakan pembangunan Candi Borobudur ini membutuhkan waktu sekitar 75 tahun di bawah komando arsitek bernama Gunadarma.

Jumlah batuan vulkanik yang digunakan untuk membangun Cabdi ini diperkirakan mencapai 60 ribu meter kubik.

Dan batu-batu tersebut dari sungai Elo dan Progo yang lokasinya berada 2 KM di sebelah timur lokasi candi. Ketika proses pembangunan, masih belum di kenal sistem metrik.

Pada saat itu, satuan panjang yang digunakan dalam proses pembangunan Candi yaitu menggunakan Tala. Dan cara menghitungnya adalah dengan merentangkan ibu jari dan jari tengah.

Dari sebuah tulisan yang tertulis di prasasti Karangtengah dan Kahulunan, sejarawan bernama J.G de Casparis memprediksi bahwa sosok pendiri dari Candi Borobudur adalah Samaratungga.

Samaratungga merupakan Raja Mataram Kuno yang berasal dari dinasti Syeilendra.

Dan pembangunan candi tersebut baru selesai pada masa pemerintahan Ratu Pramudawardhani yang mana adalah putri dari Raja Samaratungga.

2. Kebahasaan Teks Cerita Sejarah Candi Borobudur

Berikut merupakan kebahasaan teks cerita sejarah Candi Borobudur diantaranya adalah:

  • Kalimat Tindakan

Dari teks sejarah tersebut bahwa adanya kalimat tindakan dari yang menggambarkan suatu peristiwa yang telah terjadi.

  • Konjungsi Kausalitas

Dalam teks cerita sejarah Candi Borobudur juga adanya Konjungsi Kausalitas yaitu kata yang menghubungkan sebuah kata yang mempresentasikan sebab dan akibat dari suatu peristiwa.

  • Bersifat Faktual

Melihat dari cerita teks sejarah Candi Borobudur diatas bahwa teks cerita merupakan teks faktual karena memaparkan cerita yang telah terjadi di masa lalu dengan bukti yang nyata.

Selain itu peristiwa bersifat gradual serta ada kepastian pada akhir cerita. Dan di ceritakan sesuai fakta yang terjadi.

  • Menggunakan Kalimat Bermakna Lampau

Kaidah kebahasaan yang pertama dari teks cerita sejarah adalah menggunakan kalimat bermakna lampau. Kalimat yang bermakna lampau di tandai dengan kata-kata yang menyatakan bahwa kalimat tersebut sudah selesai.

  • Menggunakan Kata Yang Menyatakan Urutan Waktu

Kalimat tersebut menggunakan konjungsi kronologis atau temporal. Terlihat pada penggunaan kata seperti: sejak saat itu, setelah itu, mula-mula, kemudian.

Contoh Teks Cerita Sejarah Candi Prambanan dan Kaidah Kebahasaan

Selanjutnya ini merupakan contoh teks cerita sejarah Candi Prambanan, diantaranya adalah:

1. Teks Cerita Sejarah Candi Prambanan

Candi Prambanan merupakan sebuah bangunan candi Hindu yang terbesar yang di miliki oleh negara Indonesia.

Candi Prambanan memiliki bangunan yang cukup kokoh dan sangat megah. Di dalam Candi Perambanan juga menyimpan sebuah sejarah yang sangat penting. Candi Perambanan ini juga diperkirakan mulai di bangun pada tahun 850 Masehi.

Tokoh yang mencangkan untuk membangun Candi Perambanan adalah rakyat Pikatan yang berasal dari Dinastu Sanjaya.

Pembangunan Candi kemudian dilanjutkan oleh Balitung Maha Sambu pada masa kerajaan Medang Mataram.

Tujuan utama pembangunan Candi Prambanan tersebut tak lain adalah untuk memberi sebuah penghormatan kepada tiga dewa utama yang dikenal dengan nama Trimurti.

Tiga Dewa utama bagi umat Hindu tersebut yakni Dewa Brahmana (Sang Pencipta), Dewa Siwa (Sang Pemusnah), Dewa Wisnu (Sang Pemelihara).

Nama asli dari tempat Candi Prambanan adalah Siwagrha yang berasal dari bahasa Sansekerta yang memiliki makna “Rumah Siwa”.

Hal tersebut dikarenakan pada Garbagghira yankni ruang utama candi ini. Bersemayam arca Siwa Mahadewa yang memiliki tinggi hingga tiga meter.

Bukan hanya itu saja. bangunan Candi Prambanan juga menjadi gugusan atas resminya Dinasti Sanjaya sebagai pemerintahan yang baru pada masa itu.

Cerita sejarah mengenai Candi Perambanan ini tertuang dalam prasasti Siwagrha, yang mana di dalamnya berisi tentang peristiwa peperangan yang terjadi antara Bapaputradewa dari Dinasti Syaelendra dan Rakai Pikatan dari Dinasti Sanjaya.

Perang tersebut dimenangkan oleh Raki Pikatan sehingga kemudian Rakai Pikatan berhak memimpin pemerintah selanjutnya di tanah tersebut.

Candi Prambanan juga pernah mengalami beberapa kali kerusakan yang diakibatkan oleh bencana alam seperti gunung meletus, dan gempa bumi.

Selain itu, saat itu Dinasti Sanjaya juga telah memindahkan kekuasaan mereka menuju Jawa Timur.

Meski sempat rusak dan terbengkalai lama, namun kemudian Candi Prambanan diperbaiki kembali dan mulai populer setelah C.A Lons dari Belanda mengunjungi lokasi candi tersebut.

2. Kebahasaan Teks Cerita Sejarah Candi Prambanan

Berikut merupakan kebahasaan teks cerita Sejarah Candi Prambanan, yaitu adalah:

  • Bersifat Faktual

Melihat dari cerita teks sejarah Candi Borobudur diatas bahwa teks cerita merupakan teks faktual karena memaparkan cerita yang telah terjadi di masa lalu dengan bukti yang nyata.

Selain itu peristiwa bersifat gradual serta ada kepastian pada akhir cerita. Dan di ceritakan sesuai fakta yang terjadi.

  • Menggunakan Kalimat Bermakna Lampau

Kaidah kebahasaan yang pertama dari teks cerita sejarah adalah menggunakan kalimat bermakna lampau. Kalimat yang bermakna lampau di tandai dengan kata-kata yang menyatakan bahwa kalimat tersebut sudah selesai.

  • Menggunakan Kata Yang Menyatakan Urutan Waktu

Kalimat tersebut menggunakan konjungsi kronologis atau temporal. Terlihat pada penggunaan kata seperti: sejak saat itu, setelah itu, mula-mula, kemudian.

Nah, itu dia contoh teks cerita sejarah Candi Borobudur dan Candi Prambanan beserta kebahasaan teks cerita sejarah diantara keduanya. Jangan lupa bagikan artikel ini ke media sosial kesayanganmu ya. Semoga bermanfaat.

Apakah Seabank Aman & Terdaftar di OJK

Apakah Seabank Aman & Terdaftar di OJK? Ini Penjelasannya

Mungkin beberapa dari kamu pernah … [Versi Lengkap]
Bagaimana Perhitungan Bunga Seabank

Bagaimana Perhitungan Bunga Seabank? Ternyata Ini Caranya!

Banyak pengguna aplikasi bank digital … [Versi Lengkap]