Resensi Novel Alster Lake Karya Auryn Vientani [Lengkap]

Resensi Novel Alster Lake Karya Auryn Vientani

Resensi novel Alster Lake lengkap mulai dari identitas novel, unsur intrinsik, unsur ekstrinsik, kelebihan dan kekurangannya.

Memahami resensi novel Alster Lake secara lengkap dapat memberikan pemahaman detail mengenai isi cerita menarik yang cocok untuk mengisi waktu luangmu.

Resensi Novel Alster Lake Karya Auryn Vientani

Berikut ini resensi Alster Lake karya Auryn Vientani secara lengkap untuk kamu ketahui.

1. Identitas Novel Alster Lake Karya Auryn Vientani

Judul NovelAlster Lake
PenulisAuryn Vientani
Jumlah halaman320 Halaman
Ukuran buku13×19
PenerbitBukune
KategoriNovel
Tahun Terbit2022

2. Sinopsis Novel Alster Lake Karya Auryn Vientani

Sinopsis Alster Lake menceritakan seorang tokoh bernama Dean Bjorn yang masih berstatus mahasiswa dengan jurusan Sastra Jerman,

Tidak hanya berstatus sebagai mahasiswa, tokoh Dean Bjorn merupakan seorang penulis buku berjudul Alster Lake. Tetapi, tokoh pria ini juga begitu kesepian, ia sangat merindukan sosok ayah yang sudah tiada.

Terdapat tokoh Alea Khiar yang masih bestatus mahasiswa, ia sangat mengagumi buku berjudul Alster Lake karya Dean Bjorn. Alea sangat tertarik dengan negara Jerman. Hal tersebut juga membuatnya ingin berkunjung ke Jerman.

Kisah cerita dimulai saat buku novel berjudul Alster Lake yang tertinggal di perpustakaan. Tetapi, hal tersebut justru mendatangkan keuntungan untuk tokoh Alea.

Buku milik Alea ditemukan oleh si penulisnya yaitu Dean Bjorn. Pada akhirnya, Alea dan Dean Bjorn bertemu untuk mengembalikan buku tersebut.

Pertemuan di antara kedua tokohnya menjadi awal tercipta hubungan mereka.

Semakin hari, hubungan mereka semakin akrab, bahkan terdapat kesamaan diantara keduanya yang membuat perbincangan mereka semakin mengalir dengan mudah.

Kedua tokoh tersebut sama-sama mempunyai ketertarikan dengan negera Jerman. Tokoh Alea seringkali mengutarakan keinginannya untuk pergi ke Jerman pada Dean Bjorn.

Tidak hanya itu, Alea juga selalu mengatakan pada Dean Bjorn bahwa ia begitu mengagumi karakter tokoh bernama George yang menjadi pemeran utama buku Alster Lake.

Hingga tiba disuatu waktu tokoh Dean Bjorn harus pergi ke negara Jerman yang merupakan tempat kelahirannya. Ia pulang kampung untuk merayakan ulang tahun dan mengunjungi makam ayahnya.

Awalnya, Dean Bjorn berencana untuk pergi ke Jerman sendirian, tetapi dia berubah pikiran. Ia berpikiran untuk mengajak pergi Alea ke Jerman.

Tentu saja, hal tersebut membuat Dean Bjorn dan Alea semakin dekat, tidak canggung seperti di awal pertemuan mereka.

Seiring berjalannya waktu, mereka akhirnya memiliki rasa lain atau mereka saling jatuh cinta.

Kemudian, tokoh Dean Bjorn menyatakan rasa cintanya kepada Alea lewat sepucuk surat cinta. Hal tersebut disampaikan oleh Dean Bjorn kepada Alea saat sedang berada di tepi Alster Lake.

Tentu saja, tokoh Alea tidak menolak cinta Dean Bjorn. Sejak awal, Alea memang sudah jatuh cinta dengan karakter fiksi yang diciptakan Dean Bjorn.

Suatu waktu, tiba saatnya tokoh Dean Bjorn mengajukan beasiswa ke kampus University of Hamburg. Sejak saat itu, hubungan Alea dan Dean Bjorn mulai banyak konflik.

Konflik muncul juga dikarenakan Alea sibuk dengan tugas kuliahnya, sedangkan Dean Bjorn sibuk dengan urusan beasiswanya.

Kesibukan diantara mereka membuat komunikasi mereka berkurang. Bahkan saat pengumuman beasiswa, Alea tidak dapat dihubungi. Ternyata, Dean Bjorn tidak lulus beasiswa. Ia merasa sangat sedih karena gagal meneruskan jejak ayahnya.

Dari kejadian itu, Dean Bjorn mulai menghilang tidak menghubungi Alea selama dua minggu. Hingga suatu waktu, ia menghadiri wisuda Alea. Pertemuan tersebut justru malah membuat keduanya untuk memutuskan hubungan percintaannya.

Setelah wisuda, Alea baru mengetahui bahwa Dean Bjorn tidak lolos beasiswa. Kemudian, Alea menyusul Dean ke bandara sebelum pergi ke Jerman. Tetapi, keduanya tidak bertemu.

Dalam waktu dua tahun, Alea dipertemukan kembali dengan Dean Bjorn di Hamburg. Keduanya memulai hubungan asmara lagi . Hingga akhirnya, Dean menulis Alster Lake 2 yang berbeda dengan Alster Lake pertama.

3. Kelebihan Novel Alster Lake Karya Auryn Vientani

Kelebihan dari Novel Alster Lake terlihar dari kemampuan pengarang dalam menggambarkan keadaan, lingkungan, dan kesan negara Jerman secara detail.

Penyampaian ceritanya berhasil membuat pembaca dapat memvisiualisasikan negara Jerman dengan imajinasi pembaca secara jelas sehingga seperti merasa diajak jalan-jalan di Jerman.

Pengarang juga dapat membangun karakter tokoh dalam novel secara menarik dan jelas. Adegan dalam cerita novel disampaikan dengan sangat jelas dengan bahasa ringan sehingga membuat pembaca mudah memahaminya.

Cerita novel yang dituliskan oleh Auryn Vientania sangat realistis dengan kehidupan kenyataan. Mengkisahkan lika-liku percintaan seperti yang terjadi di dunia nyata.

Terdapat pula kosakata yang berbahasa Jerman yang diselipkan pada setiap babnya sehingga dapat menambah wawasan pembacanya.

Kelebihan novel Alster Lake terlihat dari sampul bukunya yang mempunyai desain estetrik dan menarik. Terlihat gambaran ilustrasi dengan nuansa seni kuno yang sederhana tetapi memvisualisasikan cerita Alster Lake.

4. Kekurangan Novel Alster Lake Karya Auryn Vientani

Kekurangan yang ditemukan dalam novel Alster Lake terlihat dari alur ceritanya yang lambat sehingga membuat pembaca merasa bosan membaca ceritanya.

Dialog yang muncul diantara Dean Bjorn dan Alea terkesan repetif, bahkan kesannya kaku sehingga kisah romantis diantara keduanya terkesan lebih hambar.

5. Unsur Intrinsik Novel Alster Lake Karya Auryn Vientani

Berikut ini beberapa unsur intrinsik novel Alster Lake karya Auryn Vientani yang harus kamu tahu:

5.1. Tema

Tema dalam novel Alster Lake yaitu lika-liku dalam percintaan.

5.2. Tokoh

Tokoh utama dalam novel Alster Lake adalah Dean Bjorn dan Alea. Terdapat pula tokoh pendukung seperti orangtua Alea dan orangtua Dean Bjorn.

5.3. Alur

Alur dalam novel menggunakan alur maju dan mundur. Terdapat satu bagian cerita yang menggambarkan kisah masa lalu.

5.4. Sudut Pandang

Sudut pandang yang digunakan yaitu orang ketiga menggunakan nama tokoh.

5.5. Latar Tempat

Latar tempat terjadi di ruang perpustakaan, di kampus, di Jerman, di tepi Danau Alster, di Jerman.

5.6. Latar Waktu

Latar waktu pada novel terjadi di waktu pagi hari, siang hari, dan malam hari.

5.7. Diksi

Diksi yang digunakan oleh penulis dalam menyampaikan cerita menggunakan diksi yang bergaya santai dengan bahasa sehari-hari. Oleh karena itu, bahasa dalam novel ringan sehingga mudah dipahami.

5.8. Amanat

Komunikasi adalah hal yang sangat penting dalam sebuah hubungan sehingga dalam kondisi apapun kita harus tetap berkomunikasi dengan pasangan agar tidak terjadi salah paham.

6. Unsur Ekstrinsik Novel Alster Lake Karya Auryn Vientani

Selain memahami unsur intrinsik, berikut ini juga terdapat ulasan unsur ekstrinsik novel Alster Lake.

5.1. Biografi Pengarang

Dilihat dari biografi pengarang yang usianya masih remaja, ia mampu menggambarkan kisah cinta remaja di jaman sekarang. Oleh karena itu, ceritanya sangat mengalir.

5.2. Psikologi

Psikologi pengarang yang mempunyai pemikiran santai dan tenang mampu menggambarkan tokoh-tokoh dalam novel dengan karakter yang berbeda-beda dengan jelas.

5.3. Nilai Sosial

Nilai sosial yang terdapat dalam novel Alster Lake yaitu untuk bersikap terbuka dengan orang – orang agar tidak menimbulkan penilaian buruk kepada orang lain atas pemikiran sendiri.

5.4. Nilai Pendidikan

Untuk menggapai cita-cita yang tinggi memang tidak mudah, saat kita gagal sebaiknya tidak menyerah. Hidup terus berjalan sehingga harus tetap semangat.

5.5. Nilai Moral

Berbuat baik kepada orang lain memang tidak selalu diingat, tetapi kita tetap harus berusaha menjadi orang baik.

Selain itu, nilai moral yang terdapat dalam novel yaitu untuk selalu menghormati dan menyayangi kedua orang tua.

7. Pesan Moral Novel Alster Lake Karya Auryn Vientani

Pesan moral yang disampaikan dalam resensi novel Alster Lake yaitu agar pembaca memahami bahwa hubungan percintaan itu tidak selalu baik-baik saja.

Saat kamu dan pasangan sudah ditakdirkan bersama maka akan dipertemukan kembali.

Selain itu, pesan moral yang disampaikan oleh penulis yaitu tidak boleh mengambil keputusan saat sedang emosi karena tidak dapat mengambil keputusan dengan jernih.

Seorang guru Bahasa Indonesia yang kebetulan suka membaca novel dan mencurahkannya ke dalam tulisan.

Info Menarik Lain untuk Kamu: