Resensi Novel Pergi Tere Liye: Sinopsis & Unsur Intrinsik

Resensi Novel Pergi Tere Liye: Sinopsis & Unsur Intrinsik

Resensi Novel Pergi Tere Liye

Resensi Novel Pergi Tere Liye ini menceritakan seluk beluk dari isi novel ini secara lengkap. Kamu akan mengetahui sinopsis, intrinsik, ekstrinsik dan juga kelebihan dan kekurangan dari novel tersebut.

Sehingga kamu dapat mengambil sikap apakah ingin membeli buku ini atau tidak. Dan kamu akan tahu sebarapa bagus buku ini untuk menjadi bacaan harianmu di rumah.

Resensi Novel Pergi Tere Liye Lengkap

Berikut merupakan Resensi novel Pergi karya Tere Liye lengkap, diantaranya adalah:

1. Identitas Novel Pergi Tere Liye

Judul NovelPergi
PenulisTere Liye
Jumlah halaman455 halaman
Ukuran buku13,5x 20,5 cm
PenerbitRepublika Penerbit
Kategorinovel action
Tahun Terbit2018

2. Sinopsis Novel Pergi Tere Liye

Novel ini menceritakan kisah tentang Bujang yang mencari tujuan hidup, ke mana hendak pergi, melalui kenangan demi kenangan masa lalu, pertarungan hidup-mati, untuk memutuskan kemana langkah kaki akan dibawa.

Novel ini merupakan kelanjutan dari sekuel novel Pulang sebelumnya. Dan novel ini masih menceritakan Bujang sebagai Pentolan keluarga Tong. Dan mengisahkan kehidupan Bujang yang telah ditinggal orang-orang terdekatnya.

Seperti Mamak, Tauke Besar dan beberapa guru yang mengajarinya. Bujang bekerja sama dengan kepala tukang pukul keluarga Tong yaitu Togar dan Parwez membawa keluarga Tong menjadi lebih besar dan lebih baik.

Selain itu di novel ini Bujang bertemu dengan Thomas yaitu salah satu tokoh di novel Negeri Para Bedebah dan Negeri di Ujung Tanduk . dan tokoh yang muncul beberapa kepala keluarga dari Shadaw Economy.

Lalu siapa sosok bertopeng misterius yang mampu mengalahkan Bujang? Dan sosok tersebut mengetahui nama asli Bujang.

3. Kelebihan Novel Pergi Tere Liye

Berikut merupakan kelebihan dari novel Pergi karya Tere Liye, diantaranya adalah:

  • Novel ini menginspirasi pembaca untuk merenungkan makna tentang kemana akan pergi sebenarnya.
  • Novel action trhiller ini membuktikan bahwa karya lokal juga tak kalah keren dengan karya dari luar negeri.
  • Novel ini menyajikan aksi tentang perseteruan, perkelahian, dan perlawanan yang di kemas seperti film ala Mission Impossible atau action Hongkong dan itu keren.

4. Kekurangan Novel Pergi Tere Liye

Sama halnya novel-novel pada umumnya bahwa setiap novel memiliki kelebihan dan juga kekurangan. Begitu pulan novel pergi ini memiliki kekurangan diantaranya adalah:

  • Dalam novel pergi ini memiliki kekurangan yaitu banyaknya typo di beberapa bagian halaman.
  • Sempat adanya salah sudut pandang seperti yang terjadi dalam halaman 150. Dimana seharusnya ada pembatasan pada sudut pandang Bujang tentang pengetahuannya terhadap yang dilakukan Vasily.

5. Unsur Intrinsik Novel Pergi Tere Liye

Berikut merupakan unsur intrinsik dari novel Pergi karya Tere Liye, diantaranya adalah:

5.1. Tema

Tema yang terdapat dalam novel pergi ini sama halnya seperti sekuel novel sebelumnya yaitu novel pulang. yang membahas mengenai shadow economy dengan segala intriknya yang dikombinasikan dengan perjalanan batin sang tokoh yaitu Bujang.

5.2. Tokoh dan penokohan

  • Bujang, merupakan sosok yang pintar, pandai berkelahi, jagal nomer satu, penurut, tidak ingkar janji dan juga pemberani.
  • Samad yaitu bapak bujang memiliki sifat keras, baik, setia, penolong, dan juga penyayang.
  • Tuanku Imam merupakan kakak tertua Midah yang baik, alim, penyayang dan bijaksana.
  • Master Dragon yaitu kepala keluarga Lin yang baik, tegas, bijaksana, dan sabar. Dan masih banyak lagi yang lainnya.
  • Salonga, ia merupakan pelatih menembak yang bersifat keras, tegas dan penembak yang handal.
  • White, mantan Marinir yang jago menembak. Dan membantu Bujang dalam beberapa misi.
  • Yuki dan Kiko, si kembar cucu guru Bushi yang kocak dan menyebalkan.
  • Parwez, tokoh yang tidak terlalu banyak bicara. Ia hanya berbicara melalui gadget dan hanya membahas bisnis.
  • Edwin, pilot pesawat Bujang yang mengantarkan kemana pun Bujang pergi.
  • Tokoh tambahan lainnya seperti Otets, Diego, Rambang, Maria, Catrina dan Thomas

5.3. Alur

Alur yang terdapat dalam novel pergi adalah menggunakan alur campuran. Dimana ada alur maju dan alur mundur di dalamnya.

5.4. Latar Waktu

Latar waktu yang terdapat dalam novel pergi ini menggunakan waktu masa sekarang juga masa lampau. Di sini, penulis menggunakan media surat untuk menceritakan sebagian kisah yang berlatar masa lampau.

5.5. Latar Tempat

Latar tempat yang terjadi dalam novel pergi ini penulis cukup banyak memasukan berbagai negara seperti Meksiko, Indonesia, Jepang, Macau dan juga Hongkong.

5.6. Sudut Pandang

Sudut pandang yang terdapat dalam novel ini menggunakan sudut pandang orang pertama sebagai pelaku utama yaitu tokoh utama Bujang.

5.7. Gaya Bahasa

Gaya bahasa yang terdapat dalam novel Pergi ini menggunakan bahasa yang sederhana namun indah. Penulis mengemasnya dengan bahasa baku dan tak baku.

Serta penambahan enam bahasa asing diantaranya: Spanyol, Arab, Inggris, Jepang, Filipina dan Rusia.

5.8. Amanat

Amanat yang terkandung dalam novel ini adalah tentang bagaimana menemukan tujuan dan kemana hendak pergi. Dengan berbagai peristiwa yang hampir merenggut nyawa sehingga ia menyadari akan makna hidup yang sebenarnya.

6. Unsur Ekstrinsik Novel Pergi Tere Liye

Berikut merupakan unsur ekstrinsik dari novel Pergi karya Tere Liye, diantaranya adalah:

5.1. Nilai Sosial

Nilai sosial yang terkandung dari novel Pergi ini tergambar ketika Diego tetap membantu Bujang dan membelanya. Karena prinsip dari Diego adalah keluarga segalanya meskipun Bujang adalah saudara tirinya.

Meski Diego ingin memberantas shadow economy. Namun ia mendahulukan membantu Bujang. Begitulah seharusnya saudara harus lebih mementingkan saudara dari pada hasrat pribadi.

5.2. Nilai Moral

Nilai moral yang terkadung dalam novel Pergi ini adalah keteladanan orang tua. Di sini di ceritakan bagaimana Bujang dan Rambang merupakan anak-anak yang cerdas dan berfotensi baik.

Namun, mereka malah mengikuti jejak orang tuanya menjadi tukang pukul. Sehingga orang tua berhati-hatilah dalam bersikap. Karena sikapmu adalah teladan untuk anak-anakmu.

5.3. Nilai Pendidikan

Keluarga adalah tempat terbaik untuk kembali. Seperti yang dilakukan Basyir kembali menyelamatkan keluarga yang telah membesarkannya.

Dan Diego yang telah mengakui Bujang adalah adiknya. Dan Tuanku iman merupakan muara Bujang dalam menjawab semua teka-teki pertanyaannya.

5.4. Nilai Agama

Selanjutnya nilai agama yang terdapat dalam novel ini adalah pentingnya menanamkan akhlak yang baik dalam keluarga.

Dimana ibunya Bujang telah menanamkan secara diam-diam ilmu agama padanya. Maka, berpuluh-puluh tahun sudah bersama Keluarga Tong. Bujang tetap menjaga perutnya dari alkohol, babi, dan semua makanan haram.

Dan menjauhi perbuatan yang tidak baik. Sehingga membuat Keluarga Tong tidak lagi berbisnis perjudian, obat-obat terlarang, pencurian, dan penipuan.

Sehingga sangat penting menanamkan akhlak yang baik karena akan berdampak baik bagi lingkungan dan merupakan sebagai pondasi kuat karakter anak.

7. Pesan Moral Novel Pergi Tere Liye

Bagian terakhir dari Resensi novel Pergi Karya Tere Liye ini adalah mengenai pesan moral yang terdapat dalam novel tersebut.

Dan pesan moralnya adalah bahwa tempat tujuan kita pergi sebenarnya adalah sebuah keutuhan keluarga. Dan akhlak yang baik merupakan pondasi yang kuat untuk karakter anak. Teladan orang tua juga sangat berpengaruh terhadap pendidikan anak.

Suka membaca novel dan dunia literasi. Menuangkan ke dalam tulisan agar banyak orang yang tahu apa yang aku baca hari ini.

Artikel Menarik Lainnya: