Resensi Novel Sunda Payung Butut: Identitas, Sinopsis

Ingin membeli novel Payung Butut bahasa Sunda? Baca dulu resensi novel sunda Payung Butut ini. Biar kamu tidak menyesal ketika membelinya nanti.

Di artikel ini akan dijelaskan identitas novel Payung Butut, sinopsis, kelebihan dan kekurangannya.

Jadi kamu bisa menentukan apakah kamu akan membelinya atau tidak. Kamu akan tahu seberapa wort it novel ini ketika kamu beli. Yuk baca sampai selesai.

Identitas Novel Sunda Payung Butut

Berikut adalah identitas novel Payung Butut:

Judul NovelPayung Butut
PenulisAhmad Bakri
PenerbitTjupumanik
Kategoridrama comedy
Tahun Terbit1968

Sinopsis Novel Sunda Payung Butut

Kedatangan seorang naib baru telah menggegerkan seluruh isi desa. Naib yang selalu di pandang terhormat karena memiliki sipat rendah hati dan tidak sombong. Namun berbeda dengan naib baru tersebut.

Naib tersebut memiliki sifat sombong karena dari keturunan ningrat.
Naib tersebut memiliki istri dan anak yang baik. Berbanding terbalik dengan sikap naibnya.

Naib tersebut memiliki putri berusia 17 tahun bernama Siti Habibah atau neng ebah. Di suatu hari Neng Ebah dan Suganda ingin berniat untuk menikah.

Namun, lamaran tersebut di tolak oleh Pak Naib karena Suganda bukan dari turunan ningrat sepertinya. Di hari lainnya desa tersebut kedatangan jurnalis bernama R. Wiraatmaja.

Prasangka Pak Naib bahwa nama depan Wiraatmaja adalah R berarti singkatan dari Raden. Dan jurnalis tersebut jatuh cinta kepada Neng Ebah dan ingin melamarnya.

Dengan senang hati Pak Naib menerima lamaran tersebut. Usut punya usut setelah di ceritakan asal usul dari keturunan Wiraatmaja ternyata bukan keturunan ningrat maka di batalkan kembalilah acara lamaran tersebut.

Baca juga: Resensi Novel Sunda Laleur Bodas

Pada suatu waktu Neng Ebah mengalami sakit yang membutuhkan pertolongan harus tranpusi darah. Namun di desa tersebut banyak yang enggan untuk menolong karena takut mengotori keturunan darah biru Neng Ebah.

Hanya Suganda dan satu teman lainnya yang bersedia menolong. Ketika Neng Ebah sembuh maka Suganda mempunyai kesempatan untuk mendekati Neng Ebah kembali.

Dan Pak Naib pun mulai merestui mereka dan akhirnya menikahlah Neng Ebah dengan Suganda dan bahagia selamanya.

Kelebihan dan Kekurangan Novel Sunda Payung Butut

Novel Payung Butut memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan, di antaranya yaitu:

1. Kelebihan Novel Sunda Payung Butut

Kelebihan dari novel sunda Payung Butut menurut saya adalah novel ini memiliki gaya bahasa dan alur cerita yang sederhana sehingga mudah di mengerti dan enak untuk diikuti.

2. Kekurangan Novel Sunda Payung Butut

Cerita mudah di tebak karena menceritakan kehidupan yang cukup menoton. Namun masih cocok untuk dijadikan bacaan santaimu ketika lagi gabut.

Baca juga: Daftar resensi novel sunda

Analisis Novel Sunda Payung Butut

Analisis novel Payung Butut dari keseluruhan isi cerita novel ini memiliki alur dan cerita sederhana yang terjadi di kalangan masyarakat.

Meski endingnya mudah di tebak namun novel tersebut mengajarkan kita untuk memahami sebuah nilai yaitu menghargai orang lain.

Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Jangan pernah membedakan perlakuan seseorang hanya di lihat dari harta atau status sosialnya saja.

Unsur Intrinsik Novel Sunda Payung Butut

Beberapa unsur intrinsik yang ada dalam novel Payung Butut ini di antaranya adalah:

1. Tema

Cerita kehidupan seseorang yang bangga dengan payung bututnya lalu sadar.

2. Alur

Alur yang di ceritakan dalam novel ini yaitu alur maju.

3. Sudut pandang

Sudut pandang dari novel tersebut yaitu sudut pandang orang pertama.

4. Latar Tempat

Latar tempat di cerita tersebut rumah pak naib, kantor kepala desa, dan rumah sakit.

5. Latar Waktu

Latar waktu yang digunakan dalam novel ini yaitu siang hari.

6. Suasana

Suasana, menyebalkan sikapnya pak naib yang sombong dan memilih-milih calon menantu, sedih dan bahagia.

7. Amanat

Amanat yang bisa kita ambil dari cerita tersebut jangan pernah membeda-bedakan derajat seseorang terutama dari segi harta karena setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Tetap bersabar karena ada hikmah di setiap kejadian.

Baca juga: Novel Sunda Patepung di Bandung

Akhir Kata

Novel Payung Butut merupakan salah satu novel terbaik bahasa Sunda yang bisa jadi bahan bacaan kamu. Buat kamu yang memang doyan dengan cerita bahasa Sunda, ini novel cukup wort it untuk kamu baca.

Sampai di sini dulu resensi novel Sunda Payung Butut. Semoga memberikan informasi yang bermanfaat, khususnya buat kamu yang emang cari informasi kaya gini.

Tinggalkan komentar