Resensi Novel Sunda Pipisahan: Sinopsis & Instrinsiknya

Resensi novel sunda pipisahan ini menceritakan kandasnya pernikahan tokoh Emin dan Suaminya dikarenakan campur tangannya mertua Emin sehingga rumah tangga menjadi retak.

Dalam artikel ini akan di bahas mengenai identitas novel pipisahan, sinopsis, unsur intrinsik dan juga ekstrinsik juga kelebihan serta kekurangan dari novel tersebut.

Yuk simak artikel ini sampai selesai!

Identitas Novel Sunda Pipisahan

Judul NovelPipisahan
PenulisRAF (Rahmatullah Ading Affandie)
Jumlah halaman110 halaman
Ukuran buku13×21 cm
PenerbitPT Kiblat Buku Utama
KategoriDrama Keluarga
Tahun Terbitcetakan pertama tahun 1977 cetakan kedua 2012
Harga novelRp. 50.000

Buku novel pipisahan ini merupakan sebuah novel karya dari RAF (Rahmatulloh Ading Affandie).

Novel yang mengisahkan kisah rumah tangga Emin dan suaminya ini memberikan kita contoh agar tak mengulangi kisah yang sama.

Kisah itu bisa dijadikan pembelajaran saat menjalani sebuah keluarga.

Novel ini sangat cocok untuk di baca di waktu santai karena banyak mengandung pesan moral di dalamnya yang bisa dijadikan pelajaran hidup.

Sinopsis Novel Sunda Pipisahan

Novel pipisahan ini menceritakan kisah Eman wanita sunda dan memiliki kehidupan bahagia bersama tiga anaknya. Namun, hal tersebut tidak berjalan lama dimana saat datang mertua Emin.

Mertua Emin yang memiliki hutang yang banyak dan selalu meminta uang ke Emin dan suaminya. Masih mereka beri meski mereka juga kekurangan.

Namun, suatu waktu mertua berbohong dan Emin menghentikan memberikan uang. Itu membuat suaminya marah dan menceraikan Emin.

Emin pulang ke rumah orang tuanya dengan anak bungsunya.
Suami Emin menikah lagi dengan wanita pilihan orang tuannya.

Ekonomi Emin semakin meningkat karena ia menjadi penjahit terkenal. Sedangkan mantan suaminya semakin parah dan sakit-sakitan.

Dan akhirnya Emin bisa mengurus semua anak-anaknya karena mantan suaminya telah meninggal.

Unsur Intrinsik Novel Sunda Pipisahan

Berikut ini merupakan unsur intrinsik dari novel sunda pipisahan, diantaranya adalah:

1. Tema

Tema dalam novel ini menceritakan kegigihan Emin dalam mempertahankan rumah tangganya.

2. Tokoh

  • Tokoh utama dari novel pipisahan ini adalah tokoh perempuan bernama Emin
  • Tokoh tambahan suami Emin dan mertua serta orang tuannya.

3. Penokohan

Penokohan dalam novel pipisahan ini di antaranya adalah:

  • Tokoh Emin, ia merupakan seorang istri yang cerdas, sabar, pantang menyerah dan sangat berbakti kepada suaminya.
  • Suami Emin, dia sosok yang mudah terhasut oleh omongan orang tuanya.
  • Mertua Emin, ia merupakan sosok yang sering membebani hutang kepada anak-anaknya. Dan suka mengganggu kesejahteraan keluarga anaknya.

4. Alur

Alur yang digunakan dalam novel pipisahan ini menggunakan alur maju.

5. Sudut Pandang

Sudut pandang yang digunakan dalam novel pipisahan ini yaitu menggunakan sudut pandang orang pertama sebagai pelaku utama yaitu Emin.

6. Latar Waktu dan tempat

  • Latar waktu yang di gunakan dalam novel pipisahan ini di perkirakan terjadi pada tahun 1997. Dengan waktu penceritaan siang, sore, pagi dan malam hari.
  • Latar tempat yang digunakan adalah lokasi di tempat Jawa Barat. Dengan penceritaan di rumah Emin, rumah orang tua Emin, pasar dan lain sebagainya.

7. Gaya Bahasa

Gaya bahasa yang digunakan dalam novel ini menggunakan bahasa lma atau bahasa sunda sehari-hari yang di ungkapkan saat beraktifitas.

Sehingga bahasa yang digunakan mudah di pahami dan dimengerti oleh pembaca.

8. Amanat

Amanat yang terkandung dalam novel pipisahan ini yaitu jangan pernah menyerah dan harus tekun ketika melakukan sesuatu.

Karena kesempatan akan datang kepada orang yang tidak mudah menyerah dan selalu meningkatkan kemampuan diri.

Dengan kegigihan dan kecerdasan Emin akhirnya ia bisa menolong dan membantu orang tua dan mantan suaminya. Serta mampu menafkahi ketiga anak lelakinya yang masih kecil.

Dan setelah berumah tangga seharusnya suami bisa mempertimbangkan mana yang baik dan mana yang buruk untuk keluarganya.

Karena suami adalah kepala keluarga dan sudah selayaknya menjadi pemimpin atas keluarganya dalam mengambil keputusan.

Unsur Ekstrinsik Novel Sunda Pipisahan

Berikut ini merupakan unsur ekstrinsik dari novel sunda pipisahan, diantaranya adalah:

1. Nilai Agama

Emin merupakan istri yang solehah yang mampu mendidik anak-anaknya dan telah siap berumah tangga.

Dia tau betul cara menjadi istri karena telah di persiapkan dengan pondasi agama yang kuat.

2. Nilai Moral

Sikap Emin yang selalu sabar atas perlakuan mertuanya akhirnya tidak tahan dan tak memberikan uang terhadap mertuanya menjadikan suaminya marah.

Padahal seorang suami harus melihat dan mempertimbangkan baik buruk keduanya.

Antara istri dan orang tua mana yang lebih di dahulukan dan lihat baik buruk dari kedua sisinya dan tidak mengambil keputusan sembarangan sehingga menyesal di kemudian hari.

3. Nilai Budaya

Nilai budaya yang tersirat yaitu dimana suku sunda di Jawa Barat ketika seorang wanita telah dewasa mereka di persiapkan menjadi calon istri yang baik.

Tapi tidak di bekali dengan kemampuan cara mendapatkan uang. Karena pada saat itu wanita hanya diperbolehkan untuk merawat dan menurut pada suami tidak untuk mencari nafkah.

Padahal wanita seperti Emin merupakan seorang wanita yang cerdas jika di beri pendidikan. Dan ia bisa menjadi penjahit yang cukup memiliki banyak pelanggan di pasar dan di kampungnya.

Kelebihan Novel Sunda Pipisahan

Kelebihan dari novel pipisahan ini adalah:

  • Memiliki banyak pesan moral pada cerita
  • Bahasa yang mudah di pahami
  • Berkisah kehidupan sehari-hari sehingga dapat terbayangkan dengan mudah

Kekurangan Novel Sunda Pipisahan

Berikut ini merupakan kekurangan dari novel pipisahan ini adalah:

  • Kualitas kertas rendah yang buram
  • Ukuran tulisan yang kurang sesuai
  • Dan ada beberapa kata typo

Artikel Menarik Lainnya: