Sinopsis Novel Ngulandara dengan Cerita Lengkap & Seru

Sinopsis Novel Ngulandara ini akan membahas seluk beluk novel ini secara lengkap. Mulai dari identitas, sinopsis, intrinsik dan ekstrinsik juga pesan moral apa yang terkandung dalam novel ini.

Bagi kamu yang belum pernah membaca novel ini atau yang ingin beli novel ini, silahkan baca dulu sinopsis lengkapnya di sini.

Sinopsis Novel Ngulandara

Sinopsis novel Ngulandara ini menceritakan tentang:
Suatu hari Soepartinah atau bisa di panggil Raden Ajeng Tien pergi bersama kedua orang tuanya yaitu Raden Ayu Asisten Wedana dan Raden Bei Asisten Wedana

Saat mereka sampai diantara Tumenggung dan Wanasaba, mobil yang dikendarai oleh ayahnya mogok. Kemudian datang seorang laik-laki dengan mobil lain yang membantu memperbaiki mobil sehingga bisa jalan kembali.

Ibu Tien berniat ingin memberi imbalan berupa uang kepada lelaki tersebut. Tetapi lelaki tersebut menolak. Kemudian laki-laki tersebut mengikuti mobil Tien dari belakang karena takut sewaktu-waktu mobil tersebut akan mogok kembali.

Ketika sampai di Magelang, mobil Tien berhenti tetapi lelaki tersebut tidak mau menghentikan mobilnya sehingga mereka kehilangan lelaki baik tersebut.
Dan suatu saat keluarga Tien kehadiran tamu yaitu Oei Wat Hien.

Ia datang untuk menawarkan perhiasan dan juga mobil. Hien berniat menjual mobilnya dan menawarkan supirnya agar bisa bekerja di keluarga Tien.
Saat Den Bei menanyakan mobil apa dan nomor plat berapa, Hien memberitahu bahwa merek mobilnya yaitu mobil Buick dengan nomor 1013.

Mengetahui hal tersebut keluarga Tien terbengong karena ciri-ciri tersebut sama dengan Pria yang pernah menolong keluarganya tadi pada saat mobil ayah Tien mogok tadi.

Raden Ayu Wedana meminta pembantunya bernama Kreta untuk memanggil supir Hien tersebut. Saat Kreta kembali, Kreta menyatakan tidak ada mobil. Nyonya Hien lalu teringat bahwa sopirnya tadi ingin ke pasar.

Lalu Kreta menyusul sopir Hien tersebut dan Kreta kembali dengan lelaki tersebut. Lelaki tersebut di panggil Rapingun oleh Nyonya Hien. Setelah keluarga Tien tahu bahwa lelaki tersebut benar yang telah menolong mereka.

Maka Den Bai mengijinkan Rapingun untuk bekerja di keluarga Tien. Selama bekerja di keluarga Tien Rapingun sangat rajin. Selain menjadi supir Rapingun juga bisa melakukan pekerjaan tukang kebun dan pembantu.

Bahkan Kreta yang sudah lama bekerja di situ kalah trampil oleh Rapingun. Den Bai memiliki kuda yang bernama Hell. Dan kuda tersebut susah dikendalikan. Tetapi Rapingun mendekati kuda tersebut. Kreta sudah mempringati Rapingun namun ia tetap berusaha untuk menjinakan Hell.

Setelah di latih dan ditunggangi oleh Rapingun. Hell tidak lagi liar. Suatu hari Raden Ajeng Tien dan Rapingun pergi ke Magelang tanpa Ibu Tien karena beliau sakit. Mereka pergi ke rumah Den Bai Mantri Gudang.

Di dekat rumah Dan Bei Mantri Gudang ada pasar malam dan mereka pergi kesana. Dan saat itu ada dua lelaki yang mengawasi Raden Ajeng Tien. Dan Tien sangat cemas. Ia tidak bercerita ke siapapun karena ia tahu siapa orang yang mengikutinya.

Setelah dari pasar Tien mengajak Rapingan untuk segera pulang ke Ngadireja. Dan di tengah jalan mereka di hadang oleh dua lelaki yang sejak tadi mengintai Tien di Magelang.

Yang satu bernama Hardjana yang merupakan mantan pacar Tien yang menagih janji. Karena merasa sudah tak memiliki janji. Akibat membela Tien tangan Rapingun terluka dan sempat pingsan.

Lalu bagaimana kelanjutan kisah Rapingun dan Tien? Benarkah ia hanya seorang supir? Lalu berbagai keahlian yang ia miliki itu sangat mencolok. Bukan? Penasaran dengan jawabannya? Yuk baca novel Nglandara ini.

Identitas Novel Ngulandara

Judul NovelNgulandara
PenulisMargana Djaatmaja
Jumlah halaman108 halaman
Ukuran buku14×21 cm
PenerbitBalai Pustaka
Kategorinovel fiksi
Tahun Terbit1936
Harga novelRp 85.000

Baca juga: Sinopsis Novel Terjemahan Narnia

Unsur Intrinsik Novel Ngulandara

berikut merupakan unsur intrinsik dari novel Ngulandara, diantaranya adalah:

1. Tema

Novel ini mengisahkan tentang percintaan seorang pemuda yang menyamar menjadi orang biasa. Agar menemukan jodoh yang cocok.

2. Tokoh dan Penokohan

Tokoh yang terdapat dalm novel Ngulandara ini diantaranya adalah

  • Rapingun, ia merupakan sosok lelaki yang baik.
  • Raden Ajeng Tien, ia merupakan sosok yang jujur.
  • Ibunya Tien, ia merupakan sosok ibu yang suka marah atau pemarah emosian.
  • Bapaknya Tien, ia merupakan sosok ayah yang memiliki sifat penyabar.
  • Sopir, memiliki sifat yang sopan, baik dan dapt di andalkan.
  • Nyonya Hien, ia adalah sosok wanita penggoda.
  • Den Bei Mantri, ia merupakan sosok mantri yang bersifat baik dan suka menolong orang lain.
  • Hardjana, ia merupakan sosok lelaki yang memiliki sifat pendendam, iri hati dan juga dengki.

3. Alur

Alur yang digunakan dalam novel Ngulandara ini yaitu alur maju. Dimana setiap cerita sangat terstruktur dari mulai awal cerita hingga akhir cerita. Penyampaian konflik dan penyelesaiannya bertahap.

4. Latar Waktu

Latar waktu yang di gunakan dalam novel Ngulandara ini yaitu adalah siang hari, pagi hari, sore hari dan juga malam hari. dinten minggu, dinten senen, dinten sabtu dan lain-lain.

5. Latar Tempat

Latar tempat yang digunakan dalam novel Ngulandara ini adalah di Tumenggung, Wanasaba, Restoran, pekalongan dan rumah sakit.

6. Sudut Pandang

Sudut pandang yang digunakan dalam novel Ngulandara ini menggunakan sudut pandang orang ketiga. Karena ada kata ganti orang ketika atau penyebutan nama dalam setiap tokohnya hal tersebut membuktikan bahwa sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang ketiga atau narator.

7. Gaya Bahasa

Gaya bahasa yang digunakan dalam novel Ngulandara ini menggunakan bahasa Jawa halus. Yang biasa di gunakan dalam bahasa jawa sehari-hari.

8. Amanat

Amanat yang terkandung dalam novel Ngulandara ini adalah tetaplah menjadi orang baik yang selalu rendah hati karena kelak akan disenangi orang, dihormati, dan akan menjadi orang yang sukses.

Baca juga: Sinopsis Novel Pulang Leila S Chudori

Unsur Ekstrinsik Novel Ngulandara

Unsur ekstrinsik yang terdapat dalam novel Ngulandara diantaranya adalah:

1. Nilai Sosial

Nilai sosial yang terdapat dalam novel ini yaitu bagaimana seorang Rapingun yang memiliki jiwa sosial yang tinggi ketika menolong mobil keluarga Tien yang mogok dan tidak meminta bayaran.

2. Nilai Moral

Sifat baik yang diperankan tokoh sangat patut di contoh dimana ia merupakan sosok yang baik hati dan suka menolong, humoris, pandai, sopan, rendah hati, dan selalu jujur.

Kelebihan Novel Ngulandara

Adapun kelebihan dari novel Ngulandara ini adalah:

  1. Novel ini memiliki banyak pesan moral yang di cerminkan sang tokoh utama sehingga patut di jadikan teladan dan contoh yang baik bagi pembaca.
  2. Penggambaran setiap tokoh begitu jelas sehingga menjadikan mudah mengingat setiap tokohnya.
  3. Kisah cinta di balut dengan budaya Jawa yang kental mampu membuat kita berimajinasi tentang kehidupan masyarakat Jawa.

Kekurangan Novel Ngulandara

Sama halnya dengan novel lainnya novel Ngulandara ini juga memiliki kekurangan dan kekurangannya hanya satu yaitu novel ini asli menggunakan bahasa Jawa dan belum ada terjemahannya secara lengkap. Sehingga bagi yang tidak bisa bahasa Jawa novel ini tidak akan paham.

Baca juga: Sinopsis Novel Atheis, Novel Persahabatan

Pesan Moral Novel Ngulandara

Bagian terakhir dari sinopsis novel Ngulandara ini adalah pesan moral. Dan pesan moral yang terkandung dalam novel ini adalah tetaplah menjadi orang baik yang selalu rendah hati karena kelak akan disenangi orang, dihormati, dan akan menjadi orang yang sukses.

Artikel Menarik Lainnya: