Unsur-Unsur Dalam Karangan Fiksi Dan Penjelasannya

Unsur-Unsur Dalam Karangan Fiksi dan Penjelasannya

Gambar dibuat dengan Canva Pro (Premium)

Unsur-unsur dalam karangan fiksi itu terbagi dua ada unsur intrinsik dan ada juga unsur ekstrinsik. Dimana unsur ini merupakan bagian pembangun cerita fiksi yang berasal dari dalam atau pun dari luar.

Untuk lebih jelasnya kamu bisa simak artikel ini untuk bisa lebih paham mengenai apa itu unsur-unsur dalam karangan fiksi dan berikut penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Unsur-Unsur dalam Karangan Fiksi

Unsur-Unsur Dalam Karangan Fiksi

Cerita fiksi itu sendiri merupakan cerita fantasi maka tidak heran jika di sebut dengan angan-angan jadi cerita fiksi ini adalah cerita yang hanya memutar kejadian fantasi semata.

Dan pastinya banyak orang yang menanyakan imajinasi seperti apa yang harus di tuangkan di cerita fiksi. Jadi, bebas ya termasuk ke dalam berbagai jenis peristiwa nyata maupun hasil dari setingan.

Nah, dalam cerita fiksi ini tidak hanya menyajikan bentuk cerita saja melainkan menyajikan juga unsur-unsur yang membangun cerita fiksi tersebut. Dan seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya.

Bahwa unsur-unsur dalam karangan fiksi terdapat dua macam yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Dan kami coba jelaskan secara satu persatu.

Unsur Intrinsik

Berikut beberapa unsur-unsur dalam karangan fiksi yang pertama ada unsur intrinsik yaitu unsur pembangun cerita fiksi yang berasal dari dalam. Berikut rinciannya:

1. Tema

Untuk unsur yang pertama dalam intrinsik ini adalah tema jadi, tema ini merupakan gagasan atau ide utama dari sebuah cerita fiksi. Entah seberapa panjang cerita tersebut pasti memiliki tema.

Dan tentunya tema ini akan mencakup isi dari keseluruhan cerita fiksi, dan biasanya cerita yang panjang justru memiliki lebih dari satu tema.

2. Alur

Selain tema, dalam sebuah cerita ada juga yang disebut alur. Alur ini menggambarkan keseluruhan dari sebuah cerita. Bahkan setiap cerita memiliki alur yang berbeda entah itu mau alur maju, mundur atau pun alur campuran.

3. Tokoh

Selain dua unsur di atas selanjutnya yang termasuk dalam unsur intrinsik ini yang namanya tokoh. Dan tokoh tersebut adalah karakter. Nah, dalam suatu cerita, tokoh tidak hanya manusia saja. jika ceritanya menceritakan kisah binatang, maka tokohnya juga bisa berupa binatang.

4. Latar

Selanjutnya ada juga latar penikmat sebuah cerita pasti tahu kalau sebuah cerita tidak hanay terdiri dari 3 unsur di atas saja, melainkan ada unsur lain yaitu latar.

Latar ini yaitu mengisahkan suasana, waktu yang digunakan, dan latar tempat yang berbeda dalam sebuah cerita dan membuat cerita itu semakin bisa dibayangkan oleh pembaca cerita.

5. Konflik

Dalam sebuah cerita sudah pasti terdapat adanya konflik. Dimana konflik ini ada dalam cerita dan bertujuan untuk membangkitkan emosi para pembacanya. Namun, bukan hanya itu saja.

Konflik juga bisa merupakan sebuah masalah awal sampai tahap penyelesaian konflik dan biasanya konflik ini di susun secara teratur dari awal hingga penyelesaian.

6. Sudut Pandang

Kalau sudut pandang yaitu akan terkait dengan point of view si penulisnya. Sudut pandang dalam sebuah cerita berbeda dengan cerita yang lainnya dan bisa dikatakan, sebuah cerita memakai sudut pandang orang pertama jika mengisahkan tentang saya.

Namun, jika cerita mengisahkan sudut pandang kedua, maka akan mengisahkan tentang “dia:. Dan ada pula sudut pandang orang ketiga, yang mengisahkan kehidupan seseorang dimana penulis seolah hanya berperan sebagai pengamat saja.

7. Percakapan/ Gaya Bahasa

Dan kemudiana ada juga percakapan atau gaya bahasa yang digunakan dalam cerita fiksi tersebut. Nah, dialog ini tentunya akan berbeda di setiap cerita namun di dalam cerita fiksi biasanya dialog cenderung menampilkan poin-poin penting saja.

8. Amanat

Dan yang terakhir dalam unsur intrinsik ini ada amanat. Dimana amanat ini akan memberikan kesimpulan apa yang di ambil dari kisah tersebut yang bisa dijadikan pembelajaran atau pesan moral bagi pembaca.

Nah, itu dia unsur-unsur dalam karangan fiksi yang pertama yaitu unsur intrinsik selanjutnya mari kita bahas unsur ekstrinsik dan berikut penjelasannya di bawah ini.

Unsur Ekstrinsik

Unsur-unsur dalam karangan fiksi yang kedua ada unsur ekstrinsik dimana unsur ekstrinsik ini adalah unsur pembangun cerita yang berasal dari luar yang mempengaruhi si penulis cerita tersebut. Ada beberapa hal yang akan di bahas mengenai unsur ekstrinsik diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Hubungan penulis dengan sastra

Unsur ekstrinsik yang pertama yaitu biasanya mencakup latar belakang kehidupan penulis atau pengarang yang mempengaruhi kondisi kejiwaan, latar belakang penulis di kehidupan masyarakat serta hubunganna dengan negara atau politik.

2. Hubungan penulis dnegan ideologi

Selanjutnya unsur ekstrinsik ini adanya hubungan ide penulis dengan sastra yang berupa ideologi, filsafat, pengetahuan, dan juga teknologi.

3. Hubungan dengan aspek lain

Kemudian selanjutnya adanya hubungan pengarang dengan aspek lainnya yang dekat dengan dirinya dan hal tersebut yang akan mempengaruhi cerita baik berupa aspek pendidikan, aspek ekonomi, aspek budaya, aspek politik dan lainnya.

4. Hubungan sastra dengan zaman pengarang

Dan yang terkahir selanjutnya yaitu hubungan sastra dengan semangat zaman serta bagaimana sang pengarang menceritakannya ini juga akan mempenagruhi dari karangan fiksi yang akan dihadirkan nantinya.

Jenis-Jenis Karangan Fiksi

Selain mengetahui adanya unsur-unsur dalam karangan fiksi kamu juga perlu mengetahui apa saja jenis-jenis dari karangan fiksi dan berikut penjelasannya:

1. Novel

Jenis karangan fiksi yang pertama adalah novel yaitu salah satu bagian dari cerita fiksi dimana kisahnya ceritanya panjang dan di dalamnya terjadi interaksi antara tokoh dengan tokoh lainnya bahkan menampilkan konflik yang tinggi.

Contoh novel ini cukup banyak seperto Laskar Pelangi, Nebula, Remember Me, dan banyak lagi novel lainnya.

2. Cerpen

Selain novel jenis karangan fiksi lainnya ada yang namanya cerpen dimaan cerpen ini adalah kepanjangan dari cerita pendek. Jadi, ceritanya hanya menampilkan kisah yang fokus pada satu tujuan saja.

Dan biasanya cerpen tidak ada konflik yang rumit dan dapat kamu baca dalam sekali duduk karena pendek. Contohnya seperti payung-payung impian, kumpulan cerpen moral code dan lainnya.

3. Puisi

Puisi adalah salah satu jenis karya sastra yang menggunakan pilihan bahasa yang padat dan indah, simbolik dan penuh makna dan merupakan salah satu jenis dari karangan fiksi. Contohnya ada di buku The Complete Poetry and Pose dll.

Ciri-Ciri Karangan Fiksi

Selanjutnya mari kita ahas apa saja ciri-ciri dari karangan fiksi dan berikut penjelasannya:

  • Bersifat rekaan dan imajinasi
  • Menggunakan bahasa yang konotatif dan tidak sebenarnya tujuannya untuk menambahkan imajinasi pembaca dan membuat tulisan berkesan hidup
  • Tidak mempunyai sistematika yang baku dengan artian, penulis bebas berekspresi dalam menulis. Selain itu, penulisan buku fiksi tidak memiliki aturan baku sehingga pemakaian diksi dan gaya penulisan relatif bebas
  • Memiliki pesan moral atau amanat yang dismapaikan kepada pembaca
  • Ketika dibaca ceritanya membuat pembaca menjadi merasakan yang sedang diceritakan

  Akhir Kata

Demikian penjelasan mengenai unsur-unsur dalam karangan fiksi yang perlu kamu tahu yaitu ada unsur intrinsik dan ekstrinsik semoga apa yang kami sampaikan dapat bermanfaat.

Suka membaca novel dan dunia literasi. Menuangkan ke dalam tulisan agar banyak orang yang tahu apa yang aku baca hari ini.

Artikel Menarik Lainnya: