4 Cerpen Malam Pernikahan Romantis Seru & Menarik

4 Cerpen Malam Pernikahan Romantis Seru & Menarik

Malam pernikahan selalu punya cerita yang menarik untuk diceritakan, apalagi dijadikan sebuah novel. Nah artikel ini berisi cerpen malam pernikahan romantis yang mungkin juga bisa jadi cerita menarik untuk kamu baca.

Walau kadang memang malam pernikahan itu tidak selalu romantis dan bikin bahagia ada juga hal yang bikin sedihnya.

Buat kamu yang suka dengan tema cerita seperti ini, berikut adalah 4 contoh cerpen malam pernikahan romantis.

4 Cerpen Malam Pernikahan Romantis

Berikut ini merupakan ada empat kisah cerpen tentang malam pernikahan yang sangat romantis seru dan juga menarik.

Simak terus artikel ini sampai selesai ya kamu akan senyum senyum sendiri mendengar cerita malam pernikahan ini.

1. Malam Terindah dan Pagi Termanis

Waktu sudah menunjukan pukul 18.00 tamu sudah mulai sedikit ada beberapa yang mulai undur diri dan menuju proses sepi.

Masih ada suara dari arah belakang terdengar suara ayah dan paman yang bersahutan dan sesekali tertawa dan entah apa yang tengah mereka bicarakan.

Dan sesekali aku melirik wajahmu dalam satu kali lirikan. Dan akupun tahu kamu melakukan hal yang sama yaitu curi-curi pandang. Waktu ini adalah kesempatan yang tepat. Aku tersenyum dan kamu membalasnya.

Anita Rahmawati wanita yang aku nikahi tadi pagi kini telah sah menjadi istriku.

Hari ini merupakan pertemuan pertama setelah aku melihat fhotonya dari saudaramu. Ya. Kami di jodohkan. Dan kami tidak menolak itu.

Setelah tamu sudah tidak ada kamu berpamitan untuk berpamitan ke kamar lebih dulu. Aku di temani ayah dan kakamu juga paman masih asik menonon acara tv. “nak, cepat istirahat dulu” kata ayah. “nanti aja yah” jawabku.

Otak dan ucapanku sungguh tidak singkron. Hati ingin cepat menyusulmu tapi ucapan berkata lain. pukul 23.00. “cepat istirahat sanah, pengantin kok begadang nonton tv” kata si abang. Aku yang malu pun akhirnya pergi ke kamar.

Kamu ternyata menungguku dengan sedikit cemberut. Namun setelah itu… hanya cicak dan tuhan yang tahu apa yang kita lakukan. Saat adzan subuh berkumandang aku berpikir keras bagaiman bisa keluar kamar tanpa mengeluarkan suara.

Saat keluar aku sangat berhati-hati agar tak menimbulkan suara apapun ku kerahkan segala kemampuanku bagaimana agar suara dikamar mandi tidak membangunkan penghuni yang lainnya.

Akhirnya aku selamat tak ada yang memergoki aku mandi subuh tadi. Pagi saatnya sarapan bersama-sama semua mata terasa memandang semua ke arahku.

Andai saja aku yang memakai kerudung mungkin kilat basah rambutku yang habis keramas tidak akan ketahuan. Namun keluarga semua tersenyum mereka menatap kami dengan senyuman termanis mereka di pagi ini. Malu

2. Ternyata Kamu Cantik

Aku muhammad Azmi Arrumi aku merupakah anak salah satu pendiri pesantren di Jawa tengah. Hari ini adalah hari pernikahanku dengan maemunah syakila Tanjil merupakan gadis dari salah seorang sahabat ayahku. Yaitu habib Usman.

Di menginginkan salah satu putra ayah menikahi anak gadisnya. Di lihat dari namanya saja terlihat kampungan aku ingin menolak perjodohan ini namun aku segan dan tak mungkin menolak permintaan abah.

Aku terlihat murung karena aku meyakini jika namanya saja jelek apalagi wajahnya sehingga tidak ada senyuman yang aku lakukan saat proses ijab kabul tersebut. Dan aku terima nikahnya…. setelah ijab kabul selesai.

Aku diperbolehkan dan bisa membuka penutup wajah dari istriku tersebut. Dan subhanallah dia luar biasa cantik sehingga aku terpesona pada pandangan pertama.

Tanpa sadar aku terbengong-bengong beberapa saat tanpa mengedipkan mata. Dan akhirnya aku sadar senyumku mulai mengembang 180 derajat dari sebelum ijab tadi.

Pada saat malam itu aku benar-benar bersyukur atas perjodohan ini. Malam ini menjadi malam terindah bagi kami.

Baca juga: 5 Cerpen Percintaan Remaja Paling Seru

3. Surga Duniawi

Kami mulai membuka beberapa kado pemberian dari teman dan sanak saudara. Banyak macamnya ada yang isinya dispenser, sejadah busa, kerudung, bingkai fhoto dan masih banyak macam lainnya.

Kami telah mengikat janji suci melalui ijab kabul yang sakral tadi pagi. Namaku Aisyah dan suamiku ini bernama Rivaldi. Sebetulnya kami merupakan teman sekelas dulu waktu sekolah dasar.

Namun berbeda sekolah ketika melanjutkan SMP dan SMA. Kuliahpun di tempat yang berbeda. Dasar jodoh sudah berkelana jauhpun kami tetap harus berjodoh dan hari ini sah menjalin kisah suami istri.

Seperti pasangan pengantin lainnya kami banyak mendapat sms, wa, inbox yang ber cie cie ria. Mereka mengucapkan selamat sambil memberi guyonan yang membuat merah pipi kami seperti kepiting rebus.

Saat aku menunjukan ucapan ucapan itu tangan dia memegangnya dari belakang dan melirik hp ku lalu bergantian liat ke mata ku. Wajahnya sangat dekat hembusan nafasnya menerpa pipiku.

Dari detak jantung dan hembusan nafasnya aku mulai tau bahwa itu signal dia menginginkannya dan malam itu akhirnya kami menunaikan kewajiban kami sebagai sepasang suami istri sejati meraup surga duniawi.

4. Malam Pertama

selamat ya ocesku akhirnya kamu sold out juga” pesan dari Rumanah temen deket

“eh, poh udah ada yang nyegel nih selamat berbahagia ya. Nanti malem selow
aja ya jangan grogi” emotikon ngakak sepuluh kali, dari lolita sahabat geng aku

“cieee, yang mao belah duren….hahahaha” dari Tito si tukang usil

“barokallahu laka wabaroka alaika wa jamaa baina kuma fii khoir. Semoga jadi keluarga sakinah mawadah waromah yang sohibku love lima kali” Dari Aisyah sahabatku yang alim.

aku selviana yang baru tadi melaksanakan ijab kobul dengan lelaki pilhan abah bernama Alfiansyah. Aku menyukai lelaki tampan, baik, pengertian tersebut sejak awal perkenalan di rumah abah waktu itu.

Dia pria yang sangat sopan dengan terus menunduk saat kami di pertemukan, dia benar-benar menjaga pandangannya. Dan kini kami berada satu kamar yang sama.
“dek a….” “mas a…” kami memanggil bersamaan membuat kita tersenyum sendiri

“Oke mas aja dulu” kataku.

“Mas mau pinjam handuk boleh?”

“boleh dong mas, itu di lemari.”

“terimakasih sayang”

Apa katanya sayang? Telingaku terasa panas. Dan pipiku terasa panas. Ada yang terasa menjalar di dada ini perasaan yang entah…

Dan ketika dia keluar kamar mandi dengan setengah telanjang aku melongo. Dadanya yang bidang dengan 6 buah roti sobek cukup membuat aku tak berkedip. Dia benar-benar maco… bisik hatiku.

“ekhem,,, liatin apaan tuh senyum-senyum sendiri?”

“e..eenggak kok mas. Sambil mengalihkan perhatian ke gorden kamar membelakanginya. Terdengar kopernya di buka pasti dia sedang memakai baju aku ngelihat ke sini aja deh pikirku biar bisa menghindar saat di berpakaian.

dan tanpa di sangka dia mulai memeluku dari belakang aku yang kaget menoleh ke belakang dan tak sengaja bibirku menyentuh pipinya.

“ya ampun udah nyosor begini, udah gak tahan ya? Ledek suamiku.”

Aku memukul tangannya pelan sambil menahan tawa. Dan akhirnya aku menciumnya beneran dan terjadilah malam pertama yang aku dambakan sedari dulu bersama orang yang aku cintai.

Baca juga: 5 Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi Singkat

Akhir Kata

Cerpen malam pernikahan cerpen malam pernikahan romantis ini merupakan karangan sendiri. Ada beberapa bagian yang mungkin bahasanya masih rancu.

Namun inilah alakadarnya tulisan saya hehe. Semoga bisa menjadi bacaan yang cukup buat kamu yang suka dengan cerpen yang benar-benar singkat ini.

Terimakasih, jangan lupa bagikan artikel ini ke media sosial kamu agar banyak orang yang juga suka dengan apa yang kamu baca hari ini.

Suka membaca novel dan dunia literasi. Menuangkan ke dalam tulisan agar banyak orang yang tahu apa yang aku baca hari ini.

Artikel Menarik Lainnya: