7 Ciri Ciri Surat Undangan Setengah Resmi & Perbedaannya

7 Ciri Ciri Surat Undangan Setengah Resmi & Perbedaannya

Ciri ciri surat undangan setengah resmi

Ciri ciri surat undangan setengah resmi ditandai dengan penggunaan bahasa resmi, tetapi struktur suratnya tidak seperti surat resmi.

Surat undangan ada yang bersifat resmi, ada pula yang setengah resmi. Apa perbedaan diantara keduanya? Yuk, ketahui lebih detail dalam ulasan penjelasan dalam artikel di bawah ini secara lengkap.

Pengertian Surat Undangan Setengah Resmi

Surat undangan setengah resmi adalah surat undangan yang dibuat menggunakan bahasa resmi. Surat ini hampir mirip dengan surat resmi karena struktur suratnya hampir sama.

Tetapi, surat undangan setengah resmi umumnya dibuat tanpa adanya KOP Surat, Nomor, Lampiran, dan Hal.

Tujuan surat undangan setengah resmi biasanya ditujukan untuk pihak perorangan, bukan pihak instansi, lembaga atau perusahaan.

Ciri Ciri Surat Undangan Setengah Resmi

Adapun ciri-ciri surat undangan setengah resmi yang membedakannya dari surat resmi.

1. KOP atau Kepala Surat

Ciri surat undangan setengah resmi yaitu tidak adanya KOP atau kepala surat.

KOP surat memuat nama instansi atau perusahaan yang membuat surat.

Sebagai surat setengah resmi, undangan diperbolehkan tidak menggunakan KOP Surat.

Umumnya, surat setengah resmi juga dibuat oleh pihak perorangan sehingga tidak ada nama instansinya. Atau bisa juga surat tersebut dibuat oleh organisasi yang tidak menyertakan KOP surat.

2. Nomor Surat

Berikutnya, ciri surat setengah resmi yaitu tidak adanya nomor surat sehingga terlihat tidak resmi.

Hal tersebut dikarenakan yang membuat surat setengah resmi biasanya adalah pihak perorangan sehingga tidak masalah apabila tidak menyertakan nomor suratnya.

3. Lampiran Surat

Berbeda dengan surat resmi, biasanya penulis harus menyertakan tulisan nomor, lampiran, dan hal.

Dalam surat setengah resmi, kamu diperbolehkan tidak menyertakan lampiran.

Tetapi, jika kamu melampirkan dokumen tertentu dalam surat undangan tersebut maka bagian format lampiran harus kamu tuliskan.

Lampiran berfungsi untuk menyampaikan informasi dalam surat secara mendetail.

4. Salam Pembuka

Pada bagian salam pembuka, sifatnya universal. Jadi, dalam surat undangan setengah jadi boleh ada surat pembuka, tetapi apabila kamu tidak ingin menggunakannya maka hal tersebut juga tidak disalahkan.

Salam pembuka yang digunakan dalam surat undangan setengah resmi yaitu ditandai dengan kata, “Dengan hormat”.

5. Isi

Pada bagian isi surat undangan setengah resmi langsung disampaikan tempat dan waktu kapan undangan tersebut berlaku.

Selain itu, dibagian isi surat juga biasanya disampaikan bagian tujuan surat undangan tersebut dibuat.

6. Bahasa

Bahasa yang digunakan dalam ciri ciri surat undangan setengah resmi yaitu bahasa setengah resmi. Jadi, penggunaan bahasanya tidak harus terlalu baku.

Kamu dapat menggunakan bahasa setengah resmi agar mudah disampaikan.

Sebenarnya, penggunaan bahasa surat setengah resmi dapat disesuaikan kepada siapa surat tersebut ditujukan.

7. Tujuan Surat

Surat setengah resmi dibuat bukan untuk tujuan kedinasan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa surat undangan setengah resmi ini dibuat oleh perorangan maupun organisasi tetapi tidak dengan tujuan kedinasan.

Contohnya, surat undangan untuk kerja bakti, surat undangan arisan, surat undangan karang taruna, dan yang lainnya.

Baca juga: Contoh Surat Lamaran Menjadi Prajurit Tamtama TNI AD

Perbedaan Surat Undangan Setengah Resmi dan Undangan Resmi

Berikut ini perbedaan antara surat undangan setengah resmi dan undangan resmi secara lengkap, untuk kamu ketahui:

1. Pengertian

Surat undangan resmi adalah surat yang dibuat untuk keperluan kedinasan. Umumnya, surat ini dibuat oleh instansi satu ke instansi lainnya.

Surat undangan setengah resmi yaitu surat yang dibuat tidak untuk keperluan kedinasan.

Surat ini dapat dibuat oleh pihak perorangan dan ditujukan untuk pihak perorangan dengan tujuan pernyataan atau yang lainnya.

2. Struktur

Struktur surat resmi terdiri dari format kepala surat atau kop surat, nomor, lampiran, hal, tempat dan tanggal surat, salam pembuka, isi, salam penutup, penutup, tanda tangan, dan nama terang.

Sedangkan, struktur surat undangan setengah resmi yaitu tempat dan tanggal penulisan surat, salam pembuka, isi, penutup, tanda tangan, dan nama terang.

Dari struktur surat terlihat jelas perbedaannya bahwa surat undangan setengah resmi tidak diharuskan memuat adanya KOP Surat, nomor surat, lampiran, dan hal.

3. Manfaat

Manfaat atau tujuan surat undangan resmi yaitu untuk hal-hal yang berkaitan antara instansi satu dengan lainnya, perusahaan satu dengan lainnya, atau lembaga satu dengan lembaga yang lainnya.

Setiap surat yang dikeluarkan akan diarsipkan oleh instansi oleh karena itu harus memuat struktur surat yang lengkap.

Sedangkan manfaat surat undangan setengah resmi tidak harus antar instansi tetapi hanya dikirimkan untuk kepentingan perorangan atau sekelompok orang yang tidak terikat dalam organisasi.

Setiap sekelompok organisasi tidak selalu mengarsipkan suratnya sehingga tidak dipaksakan strukturnya harus lengkap.

4. Bahasa

Bahasa dalam surat resmi yaitu menggunakan bahasa baku sepenuhnya. Tata cara penulisannya harus sesuai dengan kaidah kebahasaan yang sesuai dengan EYD karena bersifat formal.

Sedangkan bahasa dalam surat undangan setengah resmi menggunakan bahasa yang tidak sepenuhnya baku. Boleh terdapat sedikit penggunaan bahasa yang tidak resmi.

Tetapi, dalam menulis surat setengah resmi juga diperbolehkan untuk menggunakan bahasa baku sepenuhnya. Penulis dapat menyesuaikan kepada siapa surat undangan itu ditujukan.

5. Contoh

Berikut ini beberapa contoh penggunaan surat undangan resmi yaitu:

  • Undangan Sosialisasi Tentang Bahaya Narkoba dari SMP Negeri 01 Banyumas untuk Puskesmas Sudagaran.
  • Undangan rapat kelulusan sekolah.
  • Undangan mengikuti kegiatan perlombaan.
  • Undangan presentasi kerjasama.
  • Undangan mengikuti rapat kedinasan.

Berikut ini contoh penggunaan surat undangan setengah resmi yaitu:

  • Surat undangan kerja bakti,
  • surat undangan karang taruna,
  • surat undangan arisan,
  • surat undangan ibu-ibu PKK.

Dari informasi di atas dapat diketahui perbedaan surat undangan resmi dan setengah resmi memang cukup terlihat jelas dari bagian struktur, bahasa, dan tujuan pembuatan surat undangan tersebut.

Jadi, sebelum membuat surat undangan pastikan kamu mengetahui surat undangan yang akan dibuat tersebut harusnya menggunakan surat undangan resmi atau setengah resmi. Sesuaikan dengan tujuan dari pembuatan surat tersebut.

Baca juga: Contoh Surat Kerjasama Bagi Hasil Proyek

Contoh Surat Undangan Setengah Resmi

Banyumas, 05 Oktober 2022

Kepada Yth.

Ibu PKK Desa Sidamulya

Di tempat

Dengan hormat,

Sehubungan dengan informasi yang saya peroleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dari surat nomor 123/X/S.90-X/2022 bahwa untuk memperingati hari Imunisasi, setiap desa diminta untuk mengadakan imunisasi BIAN.

Kegiatan tersebut membutuhkan bantuan dari Ibu PKK dari setiap RT atau RW. Oleh karena itu, kami akan mengadakan sosialisasi kegiatan Imunisasi BIAN yang akan di adakan pada:

Hari, dan Tanggal : Kamis, 06 Oktober 2022

Tempat : GOR Sidamulya di Jalan Mawar Putih Nomor 12, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas.

Pukul : 08.00 s.d selesai

Acara : Sosialisasi BIAN

Demikian surat undangan ini saya sampaikan. Besar harapan Saya agar Ibu-ibu hadir tepat waktu agar acara tersebut dapat berjalan dengan lancar.

Atas perhatian Bapak/Ibu, saya mengucapkan terimakasih banyak.

Hormat saya,

Ketua Ibu PKK Sidamulya

Mulyati

Seorang guru Bahasa Indonesia yang kebetulan suka membaca novel dan mencurahkannya ke dalam tulisan.

Artikel Menarik Lainnya: