Resensi Novel Teluk Alaska Lengkap, Baca Sebelum Beli!

Resensi Novel Teluk Alaska karya Eka Ariyana mempunyai penilaian yang cukup bagus dari para penikmat sastra. Cerita yang disampaikan oleh penulis dapat dijadikan buku bacaan untuk kalangan remaja SMA yang menyukai genre romantis.

Kisah yang diceritakan menggambarkan kehidupan remaja yang dapat menjadi pembelajaran bagaimana menjalin hubungan pertemanan hingga hubungan keluarga yang baik.

Identitas Novel Teluk Alaska

Berikut ini identitas lengkap novel Teluk Alaska karya Eka Aryani:

Judul NovelTeluk Alaska
PenulisEka Aryani
PenerbitCoconut Books
KategoriRomansa
Tahun Terbit2019

Sinopsis Resensi Novel Teluk Alaska

Novel dengan judul Teluk Alaska karya Eka Aryani ini, menceritakan tentang persahabaan sepasang anak remaja yang sudah terjalin hingga 7 tahun, mereka bernama Alister Raygan dan Anatasya Mysha.

Hingga pada suatu hari, Alister harus ikut pindah mengikuti kedua orang tuanya yang dipindah tugaskan ke Jakarta.

Alister dan Anatasya dipertemukan kembali di bangku SMA. Tidak hanya bersekolah di sekolah yang sama, mereka juga ditakdirkan berada dalam kelas yang sama.

Sayangnya, Alister tidak lagi mengenali sahabat lamanya itu. Anastasya Mhysa yang kini dipanggil dengan Ana ini tumbuh menjadi gadis remaja yang pendiam dan tidak memiliki banyak kawan.

Satu-satunya teman yang menjadi tempatnya becerita hanyalah buku diarynya yang berwarna pink.

Namun, tanpa seorang pun yang tahu, sebenarnya ana juga memiliki buku diary berwarna hitam, berisi rahasia cerita kehidupannya yang tidak pernah ia pendam sendiri.

Sementara itu, Alister kecil tumbuh menjadi remaja yang 1800 berbanding terbalik.

Dia suka merudung anak-anak lain, tak terkecuali Ana. Hal ini bukan tidak beralasan, masalah dengan ayahnya membuat Alister remaja berbeda dengan Alister kecil.

Inilah yang membuat Ana berpikir bahwa Alister bukanlah orang yang sama.

Alister kini memiliki geng, gengnya selalu menindas dan membully siapapun, bahkan yang tidak memiliki salah dengannya. Hal ini juga menjadi salah satu alasan kenapa Ana tidak memiliki satupun teman di kelasnya.

Karena siapapun yang mendekati Ana akan dikucilkan dan ditindas. Tanpa alasan apapun, Alister dan gengnya sangat membenci Ana.

Dulunya Ana bersahabat dengan Cindi dan Tasya, namun semenjak ayah Ana meninggal dan keluarga Ana hidup sederhana merekapun meninggalkannya.

Hingga akhirnya ada murid baru bernama Bulan yang merupakan anak kepala sekolah menawarkan diri berteman dengan Ana.

Sejak berteman dengan Bulan, sifat anapun berubah. Dia menjadi lebih berani saat mendapatkan bulyan. Hal itu tentunya menambah geram Alister dan gengnya.

Hingga suatu ketika Alister melihat Ana diluar sekolah dan membuntutinya. Ana berhenti di sebuah pemakaman, dan melihat Ana menangis sambil menceritakan semua hal yang terjadi di depan makam yang ternyata itu makam ayahnya.

Alister pun sadar telah berbuat jahat kepada Ana.  Hal itu membuat hati Alister sesak karena telah menyakiti orang sebaik Ana.

Ditambah lagi Alister mengetahui bahwa Ana adalah sahabat kecilnya dulu. Keduanyapun akhirnya berhubungan baik.  Hingga saling mencintai.

Sayangnya, Ana tidak ingin Alister terlalu dekat dengannya. Penyakit yang diderita Ana membuatnya tidak tahu bisa bertahan hidup berapa lama lagi. Bahkan dokter tidak mengetahui sampai kapan Ana dapat bertahan.

Hanya Ana, Ibu dan saudara sepupunya yang juga merupakan sahabat Alister yang mengetahui penyakit Ana. Ana tidak mau Alister bersedih karenanya.

Inilah gambaran bagaimana jika dua belah lautan lepas yang bertemu pada satu titik. Dengan arus yang saling berlawanan, di teluk, keduanya dipertemukan.

Baca juga: Resensi Novel Ayat Ayat Cinta 

Unsur Intrinsik Novel Teluk Alaska

1. Tema                           

Sosial, Remaja, dan Persahabatan.

2. Tokoh dan Penokohan  

  • Ana              : Pendiam.
  • Tasya, Cindi : Suka Merudung.
  • Bulan           : Baik Hati, Ceria.
  • Alister          : Kasar, Pemarah.

3. Latar                            

Latar tempat :Sekolah, rumah sakit, dan rumah Ana.

Latar waktu : Pagi, siang, dan malam hari.

Latar suasana : sedih, kecewa, dan bahagia.

4. Alur                             

Alur dalam resensi novel Teluk Alaska menggunakan jalan cerita campuran yaitu alur maju dan mundur.

5. Sudut Pandang            

Sudut pandang Teluk Alaska menggunakan sudut pandang orang ketiga.

6. Amanat                        

Dalam hidup akan selalu ada masalah, namun bukan berarti kita tidak bisa memilih jalan yang tepat untuk mengatasi segala permasalahan tersebut.

Kelebihan & Kekurangan Novel Teluk Alaska

Dalam resensi novel Teluk Alaska terdapat bagian kelebihan dan kekurangan, berikut ini ulasannya.

1. Kelebihan Novel Teluk Alaska

Kelebihan novel ini adalah penggunaan kata yang mudah dipahami dan dimengerti, konfik dalam cerita yang cukup kompleks membuat pembaca terus merasa penasaran.

Tidak hanya menceritakan tentang kisah cinta, tapi juga hubungan keluarga dan teman yang disusun dengan serapih mungkin dengan jalan cerita yang runtut sehingga nyaman untuk dibaca.

2. Kekurangan Novel Teluk Alaska

Kekurangan novel ini adalah adanya beberapa kata yang salah ketik dan tingkah laku remaja yang tidak seharusnya di contoh.

Baca juga: Resensi Novel Sunda Si Kabayan Terbaru

Pesan Dalam Novel Teluk Alaska

Tidak hanya menceritakan kisah persabatan, tetapi terdapat pesan yang disampaikan penulis novel Teluk Alaska. Berikut ini beberapa pesan yang disampaikan penulis kepada pembacanya:

  1. Setelah membaca novel Teluk Alaska dapat disimpulkan bahwa kita tidak boleh secara langsung menghakimi seseorang akan sifat perilaku atau tindakannya.
  2. Setiap orang memiliki sisinya sendiri yang tidak dapat diperlihatkan ke orang lain.
  3. Jangan merendahkan orang lain tanpa mengetahui latar belakang seseorang.

Dari resensi novel Teluk Alaska menuai banyak review positif dari pembaca. Di dalam buku tersebut terdapat pesan moral yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari para pembacanya.

Tinggalkan komentar