Sebutkan Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Sejarah Yang Benar

Sebutkan Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Sejarah yang Benar

Sebutkan Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Sejarah yang Benar

Kaidah kebahasaan teks cerita sejarah merupakan ciri khas penggunaan bahasa pada teks tersebut. Dengan memahami ciri khas penggunaan bahasa pada teks kalian akan dengan mudah membedakan jenis teks cerita sejarah.

Bukan hanya itu dalam artikel ini pula kamu akan memahami pengertian dari teks cerita sejarah, dan juga perbedaan kaidah kebahasaan teks cerita sejarah juga teks lainnya. Yang akan di bahas di artikel ini secara lengkap. Simak terus ya!

Apa Itu Teks Cerita Sejarah?

Teks cerita sejarah dapat dipahami sebagai sebuah teks yang memuat mengenai penjelasan atau penceritaan tentang suatu fakta dan peristiwa yang terjadi masa lalu.

Teks cerita sejarah sendiri biasanya di gunakan untuk mencari asal-usul atau latar belakang munculnya benda atau terjadi peristiwa sehingga memiliki nilai sejarah.

Suatu peristiwa yang dianggap memiliki nilai sejarah karena telah memenuhi beberapa syarat. Beberapa syarat teks cerita sejarah antara lain yaitu, peristiwa tersebut dapat memberikan dampak kepada banyak orang.

Selain itu, teks cerita sejarah hanya dapat memuat peristiwa yang unik, abadi, dan dianggap penting.

Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Sejarah yang Benar Adalah

Berikut di bawah ini merupakan kaidah kebahasaan teks cerita sejarah yang benar adalah:

1. Menggunakan Kalimat Bermakna Lampau

Kaidah kebahasaan yang pertama dari teks cerita sejarah adalah menggunakan kalimat bermakna lampau. Kalimat yang bermakna lampau di tandai dengan kata-kata yang menyatakan bahwa kalimat tersebut sudah selesai.

Hal tersebut di tandai dengan penggunaan kata telah, sudah, terbukti, dan lain-lain.

Contoh:

  • Prajurit-prajurit yang telah diperintahkan membersihkan gedung bekas asrama telah menyelesaikan tugasnya.
  • Dalam banyak hal, Gajah Mada bahkan sering mengemukakan pendapat-pendapat yang tidak terduga dan membuat siapa pun yang mendengar akan terperangah.

Apalagi bila Gajah Mada berada di tempat bersebrangan yang melawan arus atau pendapat umum dan ternyata Gajah Mada berada di pihak yang benar.

2. Menggunakan Kata Yang Menyatakan Urutan Waktu

Kalimat tersebut menggunakan konjungsi kronologis atau temporal. Terlihat pada penggunaan kata seperti: sejak saat itu, setelah itu, mula-mula, kemudian.
Contoh:

  • Mula-mula pertikaian berkisar pada kelakuan Trenggono yang begitu sampai hati membunuh abangnya sendiri, kemudian di perkuat oleh ……
  • Setelah juara itu pergi Sang Adipati bangkit dan berjalan tenang-tenang masuk ke Kadipaten

3. Menggunakan Kalimat Tak Langsung

Penggunaan kalimat tak langsung sebagai upaya menceritakan seorang tokoh oleh pengarang.

Ditandai dengan penggunaan kata mengatakan bahwa, menceritakan tentang, menurut, mengungkapkan, menanyakan, menyatakan atau menuturkan.

Contoh:

  • Mengapa Sultan tak menyatakan sikap tentang menentang usaha portugis untuk …..?
  • Riung Samudra menyatakan bahwa ia masih bingung dengan semua penjelasan Kendit Galih tentang masalah itu
  • Menurut Sang Patih, Galeng telah periksa seluruh kamar Syahbandar Clan ia telah melihat banyak botol clan benda-benda yang ia tahu nama clan gunanya…..

4. Menggunakan Kata Kerja (Verba) Mental

Kata kerja Verab ini merupakan jenis kata kerja yang mengekspresikan respons seseorang terhadap suatu tindakan, keberadaan, atau pengalaman. Kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau di rasakan oleh tokoh.
Contoh:

  • Jawaban itu mengecewakan para musafir
  • Gajah Mada Sependapat dengan jalan pikiran Senopati Gajah Enggon
  • Melihat itu, tak seorang pun menolak karena semua berpikir Patih Daha Gajah Mada memang mampu clan layak berada di tempat yang sekarang ia pegang

5. Menggunakan Kata Kerja (Verba ) Material

Kata kerja ini adalah kata kerja yang digunakan untuk menunjukan perbuatan fisik atau peristiwa. Kata kerja material ini menunjukan subjek melakukan sesuatu perbuatan.

Karena perbuatannya bersifat material sehingga dapat di lihat atau kasad mata. Kata-kata yang digunakan seperti berlari, melempar, menulis, memegang, tersenyum, menangis, tertawa dan lain sebagainya.

Contoh:

  • Pada suatu kali, kaki kuda Demak akan mengepulkan debu di seluruh bumi Jawa.
  • Sang Adipati telah menjatuhkan titah………

6. Menggunakan Kalimat Langsung

Selanjutnya kaidah kebahasaan teks cerita sejarah adalah banyaknya menggunakan kalimat langsung. Hal ini ditandai banyaknya dialog seperti:

“Mana surat itu?”
“Ampun, Gusti Adipai, Patik takut maka Patik bakar: “Surat apa, Nyi Gede, lontar ataukah kertas?”

7. Menggunakan Kata Sifat Yang Menggambarkan Tokoh, Tempat, Atau Peristiwa.

Kalimat ini menggunakan kata-kata seperti prhatin, khawatir, wibawa dan lain-lain

Contoh:

  • Pangeran Seda Lepen? Orang menunggu dan menunggu dengan perasaan Prihatin terhadap keselamatan wanita tua itu.
  • Dari apa yang terjadi itu terlihat betapa besar wibawa Gajah Mada, bahkan beberapa prajurit harus mengakui wibawa yang dimiliki Gajah Mada jauh lebih besar dari wibawa Jayanegara.

Perbedaan Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Sejarah dan Teks Lainnya

Berikut perbedaan kaidah kebahasaan teks cerita sejarah dengan kaidah kebahasaan teks lainnya contohnya novel, yaitu:

1. Penggunaan Kalimat

Jika pada teks cerita sejarah menggunakan kalimat tidak langsung dan menggunakan kalimat bermakna lampau.

Maka penggunaan kalimat pada novel memiliki banyak pariasi karena novel berusaha menghidupkan perasaan atau menggugah emosi sehingga kalimatnya di sesuaikan.

2. Gaya Bahasa

Penggunaan gaya bahasa pada teks cerita sejarah terbatas oleh waktu gaya bahasa lampau sedangkan untuk gaya bahasa novel sangat variatif seperti gaya bahasa ironi, sinisme, atau sarkasme.

3. Di Pengaruhi Latar Belakang Pengarang

Jika teks cerita sejarah harus berdasarkan fakta yang dapat di buktikan dalam pengungkapan cerita sedangkan novel di pengaruhi oleh subjektivitas pengarang itu sendiri.

Kesimpulan

Nah, itu dia penjelasan mengenai kaidah kebahasaan teks cerita sejarah juga pengertian teks cerita sejarah serta perbedaan kaidah kebahasaan teks cerita sejarah dengan kaidah kebahasaan lainnya.

Semoga artikel ini bermanfaat, jangan lupa share ke media sosialmu ya!

Suka membaca novel dan dunia literasi. Menuangkan ke dalam tulisan agar banyak orang yang tahu apa yang aku baca hari ini.

Artikel Menarik Lainnya: